Kecanduan Smartphone Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 03:33 WIB 2
Kecanduan Smartphone Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

Kecanduan smartphone menjadi sorotan karena semakin banyak dialami generasi muda yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan media sosial. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keseharian, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental bila tidak dikendalikan sejak dini.

Survei yang dirilis pada Agustus 2024 oleh Pusat Terpadu Pencegahan dan Perawatan Kecanduan dari Tung Wah Group of Hospitals menunjukkan banyak orang tua di Hong Kong kesulitan membatasi penggunaan gadget pada anak. Temuan itu memperlihatkan bahwa smartphone sudah menjadi bagian penting dari rutinitas harian, namun sekaligus menyimpan risiko jika digunakan berlebihan.

Bahaya Kecanduan Smartphone

Generasi muda disebut sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kecanduan smartphone karena mereka lahir dan besar bersama perkembangan perangkat pintar. Kehadiran media sosial membuat perhatian mereka semakin mudah tersedot ke layar dalam waktu lama.

Survei terhadap 1.000 responden menunjukkan 63,4 persen mengaku kecanduan gadget, sementara 36,5 persen menggunakan perangkat itu saat berada di toilet. Temuan tersebut menegaskan bahwa kebiasaan memakai smartphone dapat bergeser menjadi perilaku yang sulit dikendalikan.

Kecanduan smartphone tidak sekadar soal kebiasaan, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku yang memengaruhi aktivitas harian. Saat penggunaan menjadi berlebihan, seseorang berisiko kehilangan keseimbangan antara kebutuhan digital dan kehidupan nyata.

Gejala Kecanduan Smartphone

Psikolog Quratulain Zaidi menjelaskan bahwa tanda umum kecanduan smartphone antara lain tidak mampu menahan dorongan untuk membuka perangkat. Gejala lain yang sering muncul adalah rasa cemas atau mudah tersinggung ketika jauh dari smartphone.

Pengguna juga kerap memakai smartphone lebih lama dari yang direncanakan, meski sebelumnya sudah berniat berhenti. Dalam banyak kasus, kebiasaan ini terus berulang walaupun tubuh sudah terasa lelah.

Anak muda bahkan cenderung membawa smartphone ke tempat tidur dan tetap aktif menggunakannya pada waktu istirahat. Kebiasaan tersebut membuat waktu tidur berkurang dan kualitas pemulihan tubuh ikut terganggu.

Dampak Pada Kesehatan Mental

Penggunaan smartphone yang berlebihan dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Kondisi ini muncul karena paparan layar yang terus-menerus dapat memicu tekanan psikologis dan menurunkan fokus.

Quratulain menyebut kecanduan smartphone juga berhubungan dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Dalam jangka panjang, keadaan itu bisa memengaruhi kemampuan belajar, bekerja, dan bersosialisasi.

Dampak negatif tidak hanya dirasakan oleh pengguna dewasa, tetapi juga oleh remaja dan anak-anak yang masih berada pada fase perkembangan. Karena itu, pengawasan sejak dini menjadi penting agar kebiasaan digital tidak berubah menjadi masalah kesehatan.

Cara Mengurangi Smartphone

Ada lima cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecanduan smartphone, namun semuanya membutuhkan tekad kuat dari pengguna. Langkah awal yang paling penting adalah menyadari bahwa kebiasaan tersebut sudah mulai mengganggu kesehatan mental dan fisik.

Pembatasan waktu layar, pengurangan penggunaan sebelum tidur, dan penetapan area bebas smartphone dapat membantu mengurangi ketergantungan. Kebiasaan ini juga sebaiknya diimbangi dengan aktivitas lain yang lebih sehat dan bermanfaat.

Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat diperlukan agar perubahan perilaku dapat berjalan konsisten. Dengan disiplin dan kesadaran yang kuat, penggunaan smartphone tetap bisa bermanfaat tanpa menimbulkan dampak berlebihan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!