Viral di TikTok, seorang perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, Siti Zahro, mengisahkan pengalaman menjalani operasi kista ovarium pada usia 23 tahun. Dalam video yang dibagikan ulang, perutnya tampak membesar hingga menyerupai kondisi hamil karena ukuran kista yang sudah cukup besar.
Pengakuan Siti soal kebiasaan mengonsumsi seblak, bakso, serta camilan pedas dan asin hampir setiap hari memantik perhatian warganet. Kisah tersebut kembali menyoroti kaitan antara pola makan tidak sehat dan risiko gangguan pada organ reproduksi wanita.
Kista Ovarium dan Pola Makan
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau jaringan yang tumbuh di dalam ovarium. Kondisi ini cukup sering dialami wanita usia produktif dan dapat muncul tanpa gejala pada fase awal.
Pada sebagian kasus, kista ovarium baru terdeteksi ketika ukurannya membesar dan menimbulkan keluhan pada perut. Situasi ini membuat penderita kerap mengira kondisi tersebut sebagai kenaikan berat badan atau kehamilan.
Banyak faktor dapat memengaruhi munculnya kista ovarium, termasuk gangguan hormon, stres, kurang olahraga, dan berat badan berlebih. Pola makan yang tidak seimbang juga dinilai berkontribusi terhadap kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Karena itu, pola konsumsi harian perlu menjadi perhatian, terutama pada usia produktif. Kebiasaan makan yang tampak sepele dapat berdampak jangka panjang bila terus dilakukan tanpa pengendalian.
Ultra Processed Food
Seblak, bakso olahan, sosis, kerupuk instan, dan camilan asin termasuk dalam kelompok Ultra Processed Food atau UPF. Makanan jenis ini umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori, tetapi rendah serat serta zat gizi penting.
Jika dikonsumsi terlalu sering, tubuh akan menerima asupan energi berlebih tanpa dukungan nutrisi yang memadai. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme dan mengganggu keseimbangan internal tubuh.
Pada perempuan usia reproduktif, ketidakseimbangan metabolik dapat berdampak pada kerja hormon. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi fungsi ovarium yang berkaitan dengan siklus reproduksi.
Kebiasaan mengonsumsi makanan ultra proses juga kerap disertai pola makan yang tidak teratur. Akumulasi dari kebiasaan tersebut dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan, terutama jika tidak diimbangi makanan bergizi seimbang.
Dampak Pada Hormon
Hormon berperan penting dalam menjaga fungsi ovarium, siklus menstruasi, dan kesuburan wanita. Ketika keseimbangannya terganggu, sejumlah keluhan dapat muncul tanpa disadari sejak awal.
Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh secara berulang dapat memicu perubahan metabolik. Perubahan ini dapat memengaruhi respons tubuh terhadap hormon yang mengatur sistem reproduksi.
Penelitian dalam Journal of Women's Health tahun 2024 mencatat bahwa konsumsi makanan ultra proses pada wanita usia reproduktif berkaitan dengan kondisi metabolik yang lebih buruk. Temuan ini memperkuat perhatian terhadap hubungan antara pola makan dan kesehatan hormonal.
Meski begitu, konsumsi UPF bukan satu-satunya penyebab kista ovarium. Risiko tetap dipengaruhi banyak faktor lain, sehingga evaluasi medis tetap diperlukan ketika muncul keluhan pada area perut atau siklus haid.
Langkah Pencegahan Sehat
Pola makan seimbang menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi. Asupan harian idealnya mencakup protein, serat, vitamin, mineral, serta cukup cairan.
Wanita juga disarankan membatasi makanan tinggi natrium, tinggi gula, dan makanan olahan yang dikonsumsi terlalu sering. Mengganti camilan pedas dan asin dengan buah atau kacang tanpa garam dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.
Aktivitas fisik rutin membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan agar gangguan pada ovarium bisa terdeteksi lebih dini.
Jika muncul pembesaran perut yang tidak biasa, nyeri panggul, atau gangguan menstruasi, konsultasi ke dokter perlu segera dilakukan. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah kondisi memburuk dan mengurangi risiko komplikasi.
