Kainnesia Bawa Tenun Indonesia Tembus Pasar Malaysia

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 12:39 WIB 2
Kainnesia Bawa Tenun Indonesia Tembus Pasar Malaysia

Produk UMKM Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar internasional, setelah Kainnesia, pemenang Pertapreneur Aggregator 2024, menerima pesanan sarung tenun dari Malaysia senilai US$ 50 ribu atau sekitar Rp 800 juta. Capaian ini menandai bahwa tenun nusantara tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi bisnis yang kuat di kancah global.

Keberhasilan tersebut lahir dari penguatan ratusan penenun dari berbagai daerah, yang digerakkan melalui jejaring UMKM binaan Kainnesia. Dampaknya tidak berhenti pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada perluasan lapangan kerja dan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil.

Ekspor tenun dorong UMKM

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Kainnesia, Nur Salam, mengatakan bahwa program Pertapreneur Aggregator memberi dampak berlapis bagi usaha yang ia kelola. Menurut dia, pertumbuhan Kainnesia ikut mengangkat UMKM binaan yang terlibat dalam rantai produksi. Saat ini, total tenaga kerja dari 37 UMKM mitra telah mencapai lebih dari 400 orang. Hal itu menunjukkan bahwa model pendampingan yang terstruktur mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.

Nur menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha lokal. Ia menilai keberhasilan ekspor menjadi bukti bahwa produk berbasis tradisi bisa diterima pasar modern. Dalam kunjungan Sustainability Implementation & Monitoring Pertapreneur Aggregator di Yogyakarta pada Senin (15/9), ia menegaskan bahwa pertumbuhan harus berjalan secara inklusif. Karena itu, Kainnesia terus mendorong kolaborasi dengan para penenun di berbagai daerah.

Menurut Nur, tenun bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang harus dijaga agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia ingin generasi muda melihat tenun sebagai produk bernilai ekonomi, sekaligus identitas budaya yang dapat dibanggakan. Dengan pendekatan tersebut, Kainnesia berupaya menjaga keberlanjutan usaha tanpa meninggalkan akar tradisi. Strategi ini juga membuka jalan bagi produk lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Pasar luar negeri terbuka

Produk Kainnesia kini telah tampil dalam sejumlah ajang internasional, termasuk Osaka World Expo Japan 2025 dan Korea Import Fair di Seoul. Selain itu, merek ini juga hadir di Jogja Fashion Week 2025 dan Inacraft 2025. Keikutsertaan tersebut membuka ruang pertemuan dengan buyer dari Jepang, Australia, hingga Malaysia. Peluang ini memperkuat posisi tenun Indonesia sebagai produk yang siap masuk pasar global.

Partisipasi dalam pameran internasional memberi keuntungan lebih dari sekadar promosi. Kainnesia dapat melihat langsung tren pasar, preferensi konsumen, dan standar kualitas yang dibutuhkan pembeli luar negeri. Dengan begitu, produk yang dihasilkan bisa terus disesuaikan tanpa kehilangan ciri khasnya. Langkah ini penting agar UMKM tidak hanya bergantung pada pasar domestik.

Pesanan dari Malaysia menjadi contoh konkret bahwa pasar luar negeri membuka kesempatan besar bagi produk kerajinan Indonesia. Nilai transaksi yang mencapai ratusan juta rupiah menunjukkan adanya apresiasi terhadap kualitas dan cerita di balik produk tenun. Bagi pelaku UMKM, capaian seperti ini dapat menjadi modal untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kapasitas produksi. Pada saat yang sama, keberhasilan tersebut mempertegas bahwa kreativitas lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pertapreneur angkat kapasitas usaha

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menilai kehadiran Kainnesia merupakan contoh nyata dari tujuan Pertapreneur Aggregator. Menurut dia, program ini dirancang agar UMKM tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama dalam ekosistem yang saling menguatkan. Dengan model tersebut, pelaku usaha memperoleh dukungan yang lebih terarah. Hasilnya, skala usaha dapat berkembang secara lebih cepat dan terukur.

Rudi menjelaskan bahwa semakin banyak UMKM aggregator, semakin besar pula peluang UMKM lain untuk naik kelas. Ia menyebut penguatan kapasitas usaha dapat mendorong pembukaan lapangan kerja baru di daerah. Selain itu, dampak ekonomi lokal menjadi lebih terasa karena nilai tambah tersebar ke banyak pelaku. Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya memperluas pemerataan ekonomi.

Ia berharap UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi tentakel ekonomi yang menciptakan nilai tambah lebih besar. Menurut Rudi, dukungan yang diberikan sejak awal akan berdampak pada keberlanjutan usaha di masa depan. Program Pertapreneur Aggregator sendiri telah melibatkan ratusan UMKM sejak diluncurkan pada 2022. Melalui dukungan teknis, manajerial, dan akses pasar, program itu diarahkan untuk melahirkan UMKM yang tangguh dan kompetitif.

Tenun jadi kekuatan ekonomi

Kisah Kainnesia menunjukkan bahwa produk berbasis budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tinggi. Ketika tradisi dikelola dengan pendekatan bisnis yang tepat, pasar internasional dapat menjadi tujuan yang realistis. Dalam kasus ini, tenun tidak hanya dipromosikan sebagai karya seni, tetapi juga sebagai komoditas yang mampu menyerap tenaga kerja. Kombinasi budaya dan inovasi menjadi kunci utama keberhasilannya.

Keberhasilan menembus buyer luar negeri juga memberi sinyal positif bagi UMKM lain di Indonesia. Pelaku usaha dapat belajar bahwa konsistensi kualitas, jejaring yang kuat, dan pendampingan yang tepat sangat menentukan hasil. Dengan dukungan program seperti Pertapreneur Aggregator, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Hal ini pada akhirnya dapat memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, produk lokal membutuhkan narasi kuat dan standar produksi yang solid. Kainnesia memperlihatkan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan identitas asalnya. Jika model seperti ini diperluas, UMKM Indonesia berpotensi menjadi pemain penting di pasar ekspor. Dari tenun, lahir bukan hanya karya, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!