Kabel Pukpuk Resmi, Perkuat Konektivitas Digital Timur

Teknologi Moh. Royhan Nahado 25 Mei 2026 18:36 WIB 3
Kabel Pukpuk Resmi, Perkuat Konektivitas Digital Timur

TelkomGroup bersama PNG DataCo meresmikan kabel laut Pukpuk di Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026. Infrastruktur ini menjadi tonggak baru bagi penguatan konektivitas digital di Indonesia Timur dan Papua Nugini. Kehadirannya membuka jalur konektivitas internasional baru yang terhubung ke kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah menilai proyek ini penting untuk mempercepat pemerataan akses digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menyebut pembangunan konektivitas harus merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan. Ia menegaskan seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital. TelkomGroup juga mendapat apresiasi atas komitmennya memperkuat infrastruktur digital nasional. Sementara itu, Telin menjadi penggerak utama dalam pembangunan, operasional, dan penghubung jaringan lintas negara tersebut.

Kabel Pukpuk dan Konektivitas

Kabel laut Pukpuk merupakan hasil kolaborasi antara TelkomGroup dan PNG DataCo. Proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas digital lintas batas di kawasan timur Indonesia. Infrastruktur tersebut juga memperluas jangkauan layanan telekomunikasi hingga Papua Nugini. Keberadaannya dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekosistem digital yang lebih inklusif.

Peresmian kabel Pukpuk dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua. Kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI menegaskan dukungan pemerintah terhadap proyek ini. Menurut Angga Raka Prabowo, pemerataan konektivitas adalah fondasi penting dalam pembangunan nasional. Ia menilai konektivitas yang kuat akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.

TelkomGroup menyebut Pukpuk sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur yang andal dan resilien. Kabel ini juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di Papua, Papua Nugini, dan wilayah lain di Indonesia. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ia menekankan komitmen perusahaan agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam era digital.

Infrastruktur ini menjadi simbol kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Papua Nugini. Sinergi kedua pihak dinilai mampu mempercepat integrasi jaringan dan memperluas akses digital di Asia-Pasifik. Selain itu, proyek ini memberi dasar bagi pengembangan konektivitas lanjutan di masa depan. Dengan demikian, Pukpuk tidak hanya hadir sebagai kabel laut, tetapi juga sebagai penghubung pertumbuhan kawasan.

Jalur Baru Asia-Pasifik

Sistem kabel laut Pukpuk disebut sebagai kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik. Jalur ini menghubungkan jaringan Indonesia dengan jaringan Papua Nugini secara langsung. Landing station di Jayapura yang dioperasikan oleh Telin menjadi gerbang konektivitas utama. Dari titik itu, kapasitas kabel internasional SEA-US dapat dialirkan ke wilayah Papua Nugini.

Melalui jalur Vanimo, kapasitas tersebut dapat menjangkau area yang lebih terpencil di Papua Nugini. Skema ini memperluas manfaat infrastruktur digital hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Konektivitas lintas negara tersebut juga memperkuat posisi Jayapura sebagai pusat jaringan strategis. Dengan demikian, Papua memiliki peran yang semakin penting dalam arsitektur digital kawasan.

Keunggulan proyek ini terletak pada integrasi jaringan yang lebih luas dan efisien. Kabel Pukpuk menghubungkan Vanimo, Jayapura, Manado, hingga Los Angeles melalui SEA-US. Rute tersebut memberi jalur alternatif yang meningkatkan keandalan layanan internasional. Bagi pengguna dan operator, jalur ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan trafik data.

Dengan hadirnya jalur baru ini, konektivitas digital di Papua menjadi lebih tangguh. Sistem ini memiliki diversity route yang membantu menjaga kelangsungan layanan saat terjadi gangguan di jalur utama. TelkomGroup menilai ketahanan jaringan seperti ini sangat penting untuk mendukung ekonomi digital. Karena itu, Pukpuk diposisikan sebagai infrastruktur yang bernilai strategis bagi Indonesia Timur dan kawasan sekitarnya.

Peran Telin dan PNG DataCo

Telin memegang peran sentral dalam proyek Pukpuk sejak tahap perencanaan hingga komersialisasi. Sebagai operating company TelkomGroup, Telin memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar teknis dan operasional. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul penting dalam menghubungkan SEA-US dengan jaringan nasional Papua. Peran ini menegaskan kapasitas Telin sebagai pengelola infrastruktur digital berkelas internasional.

Selain menjadi operator, Telin juga bertindak sebagai mitra strategis PNG DataCo. Kedua perusahaan bekerja sama untuk memastikan kualitas layanan dan keandalan sistem kabel lintas negara. Kolaborasi ini menjadi landasan untuk pengembangan konektivitas yang lebih luas di masa mendatang. Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama regional dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini harus didukung konektivitas digital yang kuat. Menurutnya, kerja sama dengan Telin mencerminkan semangat saling terhubung dan saling mendukung. Ia menyebut Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan awal penguatan hubungan digital kedua negara. Pandangan itu menempatkan kabel laut sebagai bagian dari diplomasi ekonomi berbasis teknologi.

Dian Siswarini menambahkan bahwa Pukpuk membuktikan kemampuan TelkomGroup menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menyatakan kebanggaan atas kontribusi perusahaan dalam sejarah konektivitas Asia-Pasifik. Menurutnya, infrastruktur digital berkelas dunia akan menjadi modal penting untuk masa depan yang lebih terhubung. Pernyataan itu mempertegas ambisi TelkomGroup untuk memperluas peran Indonesia dalam jaringan digital regional.

Dampak Ekonomi Digital

Hadirnya kabel Pukpuk diperkirakan memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi digital di Papua. Konektivitas yang lebih stabil akan mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital. Masyarakat di wilayah perbatasan juga berpeluang menikmati akses internet yang lebih baik. Dengan begitu, pemerataan pembangunan digital dapat bergerak lebih nyata di kawasan timur.

Infrastruktur ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terhubung ke pasar yang lebih luas. Akses jaringan yang lebih andal memudahkan pelaku ekonomi memanfaatkan layanan digital secara optimal. Selain itu, koneksi internasional yang baru dapat memperkuat daya saing daerah dalam ekosistem ekonomi modern. Kondisi tersebut menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jalur kedua menghubungkan Vanimo ke Jayapura, lalu tersambung ke Manado dan Los Angeles. Keberadaan dua jalur ini memperkuat ketahanan jaringan serta mengurangi risiko gangguan layanan.

Pemerintah dan pelaku industri menilai proyek Pukpuk menjadi contoh nyata pembangunan digital yang berdampak luas. Infrastruktur ini bukan hanya memperluas akses internet, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta konektivitas global. Dengan jaringan yang lebih kuat, daerah memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dalam ekonomi digital. Pukpuk pun menjadi simbol bahwa pembangunan teknologi dapat menjadi jembatan kemajuan antarwilayah dan antarnegara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!