Kabel Pukpuk Perkuat Konektivitas Digital Indonesia Timur

Teknologi BRH 23 Mei 2026 06:37 WIB 7
Kabel Pukpuk Perkuat Konektivitas Digital Indonesia Timur

Kabel laut Pukpuk resmi dioperasikan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai hasil kolaborasi TelkomGroup dengan PNG DataCo. Infrastruktur ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru menuju kawasan Asia-Pasifik.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, jajaran TelkomGroup, serta perwakilan Papua Nugini. Kehadiran kabel lintas batas ini diharapkan mendorong pemerataan akses digital, memperkuat layanan telekomunikasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di wilayah perbatasan.

Kabel Pukpuk di Jayapura

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan konektivitas agar transformasi digital dapat dirasakan seluruh wilayah. Ia menyebut konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan.

Menurut Angga, percepatan transformasi digital merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdaya saing. Karena itu, wilayah timur Indonesia harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital.

Ia juga mengapresiasi komitmen TelkomGroup dalam memperkuat konektivitas digital nasional melalui proyek Pukpuk Cable. Menurutnya, kehadiran infrastruktur ini menjadi wujud nyata pemerataan layanan yang lebih andal dan resilien.

Konektivitas Digital Asia Pasifik

Sistem kabel laut Pukpuk disebut sebagai kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Landing station di Jayapura yang dioperasikan Telin menjadi gerbang utama konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini.

Melalui jalur ini, kapasitas dari kabel internasional SEA-US dapat disalurkan hingga wilayah-wilayah terpencil di Papua Nugini melalui Vanimo. Skema tersebut memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat integrasi jaringan kawasan.

Kehadiran jalur ini juga menandai kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Papua Nugini dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi lintas negara. Sinergi Telin dan PNG DataCo dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas konektivitas digital di Asia-Pasifik.

Jayapura Punya Jalur Mandiri

Dengan hadirnya kabel laut Pukpuk, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan jalur kedua tersambung dari Vanimo ke Jayapura.

Dari Jayapura, jaringan tersebut terhubung ke Manado dan berlanjut hingga Los Angeles, Amerika Serikat, melalui kabel SEA-US. Skema ini membuat Papua memiliki diversity route yang lebih kuat dan andal.

Keberadaan jalur alternatif tersebut menjadikan infrastruktur digital Papua lebih tangguh dalam menjaga kelangsungan layanan. Jayapura pun diposisikan sebagai pusat konektivitas yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Komitmen TelkomGroup Dan PNG DataCo

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa Pukpuk merupakan bukti komitmen TelkomGroup untuk memastikan Indonesia Timur tidak tertinggal dalam era digital. Ia menyebut proyek ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia Timur adalah bagian penting dari ekosistem konektivitas global.

Menurut Dian, Telin memiliki peran sentral dalam tahap perencanaan, peresmian, hingga komersialisasi proyek tersebut. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul penting yang menghubungkan kapasitas SEA-US dengan jaringan nasional Papua.

Sementara itu, CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini harus diikuti oleh konektivitas digital yang kuat. Ia melihat kabel laut Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan awal penguatan hubungan dan integrasi digital kedua negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!