Kabel Laut Pukpuk Perkuat Konektivitas RI-Papua Nugini

Teknologi BRH 29 Mei 2026 07:12 WIB 5
Kabel Laut Pukpuk Perkuat Konektivitas RI-Papua Nugini

Kabel laut Pukpuk resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Peresmian proyek ini digelar di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan kehadiran pejabat pemerintah dan perwakilan kedua negara.

Keberadaan Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL Pukpuk-1 dipandang sebagai tonggak penting bagi penguatan konektivitas digital di Indonesia Timur. Proyek ini juga membuka koridor baru menuju jaringan komunikasi regional dan global.

Kabel Laut Pukpuk dan Konektivitas

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia tetap terhubung di era digital. Ia menegaskan bahwa Indonesia Timur harus menjadi bagian integral dari ekosistem konektivitas global.

Menurut Dian, kabel laut Pukpuk-1 memperkuat infrastruktur digital di Papua sekaligus membuka peluang kolaborasi digital yang lebih luas. Ia menilai proyek ini menjadi simbol hadirnya infrastruktur berkelas dunia dari ujung timur Indonesia.

Dian juga menyebut TelkomGroup melalui Telin ingin menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menambahkan perusahaan bangga dapat menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik.

Jalur Kabel Laut Pukpuk

SKKL Pukpuk memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalurnya terdiri atas rute Jayapura hingga perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, kemudian dari perbatasan menuju Vanimo sejauh 50 kilometer, dan dari perbatasan menuju Madang sepanjang 770 kilometer.

Rangkaian jalur tersebut dirancang untuk menghubungkan titik strategis di dua negara secara langsung. Kehadiran jaringan ini diharapkan meningkatkan keandalan komunikasi dan memperluas akses layanan digital di wilayah perbatasan.

Proyek Pukpuk mulai dikerjakan pada 2016 dan rampung pada 2022. Infrastruktur ini kemudian mulai beroperasi pada April 2026 setelah melalui tahapan pengujian dan kesiapan layanan.

Dukungan Pemerintah dan Mitra

Peresmian proyek dilakukan di Telkom Witel Jayapura dan dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo. Hadir pula Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi.

Kehadiran para pejabat menunjukkan dukungan lintas negara terhadap penguatan infrastruktur digital kawasan timur. Proyek ini dinilai sejalan dengan upaya mempererat hubungan kerja sama Indonesia dan Papua Nugini di bidang telekomunikasi.

Pemerintah dan pelaku industri berharap konektivitas tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Papua. Selain itu, jalur ini diharapkan menjadi fondasi untuk kerja sama regional yang lebih luas di masa mendatang.

Implikasi Bagi Indonesia Timur

Kabel laut Pukpuk diproyeksikan memberi dampak langsung pada percepatan pemerataan akses digital di Indonesia Timur. Infrastruktur ini penting untuk memperkuat kualitas jaringan, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas.

Dengan terhubungnya Papua dan Papua Nugini secara langsung, peluang distribusi layanan data menjadi semakin besar. Kondisi tersebut dapat mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, layanan publik, dan komunikasi antarmasyarakat di kawasan perbatasan.

Selain memperluas koneksi regional, proyek ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari jalur konektivitas Asia-Pasifik. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan infrastruktur digital kini menjadi agenda strategis yang semakin penting bagi masa depan kawasan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!