OJK: IHSG Terkoreksi, Prospek Investasi Tetap Kuat

Forex & Saham Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 10:25 WIB 2
OJK: IHSG Terkoreksi, Prospek Investasi Tetap Kuat

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai Indeks Harga Saham Gabungan tengah mengalami koreksi di tengah tekanan global yang memengaruhi sentimen pasar. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Meski begitu, Friderica menegaskan bahwa investasi di Indonesia tetap memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Menurut dia, fundamental ekonomi nasional masih kuat, sementara OJK terus memperkuat reformasi untuk menjaga integritas pasar modal.

IHSG dan tekanan global

Friderica mengatakan koreksi IHSG tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang sedang berlangsung. Menurut dia, pasar modal Indonesia juga terpengaruh oleh berbagai tantangan eksternal yang menekan sentimen investor. Di saat yang sama, OJK tetap menjalankan reformasi integritas di sektor pasar modal. Langkah itu diharapkan menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah volatilitas.

Ia menilai kondisi saat ini harus dibaca sebagai bagian dari siklus pasar, bukan sebagai gambaran melemahnya potensi ekonomi Indonesia. Karena itu, investor diminta melihat arah jangka panjang, bukan hanya pergerakan harian indeks. Friderica menekankan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hal tersebut didukung oleh fondasi ekonomi yang relatif terjaga.

Dalam forum itu, ia menyampaikan bahwa koreksi IHSG tetap perlu diwaspadai, namun tidak boleh menutupi prospek domestik yang solid. Pemerintah dan otoritas keuangan, kata dia, terus bekerja untuk menjaga stabilitas pasar. Upaya reformasi juga diarahkan agar pasar modal semakin transparan dan berdaya saing. Dengan demikian, kepercayaan investor diharapkan tetap terjaga.

Prospek investasi Indonesia

Friderica menegaskan bahwa investasi di pasar modal Indonesia adalah investasi jangka panjang. Pandangan tersebut, menurut dia, harus menjadi acuan bagi investor dalam membaca kondisi pasar saat ini. Ia menambahkan, fundamental ekonomi nasional akan terus menjadi penopang utama. Karena itu, prospek investasi tetap dinilai baik untuk ke depan.

Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus dipercepat melalui berbagai program strategis pemerintah. OJK, kata dia, berkomitmen meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan agar lebih siap menghadapi guncangan eksternal. Penguatan sektor ini dinilai penting untuk menjaga aliran pembiayaan ke perekonomian. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, iklim investasi diharapkan semakin positif.

Dalam pandangannya, pasar modal yang sehat membutuhkan stabilitas ekonomi makro dan kepastian regulasi. Keduanya menjadi faktor utama yang membentuk kepercayaan investor jangka panjang. OJK pun terus mendorong reformasi agar pasar tetap inklusif dan kredibel. Hal itu diharapkan membuat Indonesia tetap menarik bagi investasi domestik maupun asing.

UMKM dan pembiayaan daerah

Salah satu fokus utama OJK saat ini adalah penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM. Friderica mengatakan lembaganya baru membentuk departemen khusus untuk pengembangan UMKM. Langkah itu menunjukkan pentingnya sektor usaha kecil dalam struktur ekonomi nasional. UMKM dinilai memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan daerah.

Menurut dia, pendalaman pasar keuangan juga perlu dilakukan agar menjadi sumber pembiayaan pembangunan yang lebih luas. Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan obligasi daerah. Instrumen itu dapat menjadi alternatif pendanaan bagi kebutuhan pembangunan di wilayah. Dengan begitu, pembiayaan tidak hanya bergantung pada anggaran pusat.

Friderica menilai ekosistem pembiayaan yang kuat akan membantu daerah mengembangkan potensi ekonominya. UMKM, pemerintah daerah, dan pasar keuangan perlu terhubung dalam sistem yang saling mendukung. OJK ingin memastikan akses pembiayaan makin mudah, terjangkau, dan berkelanjutan. Arah kebijakan itu diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi dari level bawah.

Keuangan digital dan ekonomi hijau

Di sisi lain, OJK juga mendorong ekonomi hijau dan pengembangan keuangan digital yang aman serta berintegritas. Friderica menilai pengembangan ekonomi modern tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sistem keuangan digital. Teknologi keuangan, kata dia, telah menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan. Karena itu, keamanan dan integritas harus berjalan beriringan dengan inovasi.

Ia menambahkan, digitalisasi sektor keuangan perlu diiringi pengawasan yang kuat agar risiko dapat ditekan. OJK berupaya memastikan transformasi digital tidak membuka celah bagi praktik yang merugikan konsumen. Pada saat yang sama, ekonomi hijau juga terus didorong sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kedua agenda itu dianggap relevan dengan kebutuhan Indonesia ke depan.

Friderica menegaskan bahwa reformasi pasar modal, penguatan UMKM, dan perluasan keuangan digital merupakan satu rangkaian strategi. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Dengan fundamental yang kuat, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik investasi yang tinggi. Koreksi IHSG, menurut dia, tidak mengubah prospek besar yang masih terbentang.

Tag Terkait
#IHSG#OJK#pasar modal

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!