Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Forex & Saham Gilang Nabaris 02 Juni 2026 10:28 WIB 2
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia juga menuturkan bahwa pada perdagangan pagi ini IHSG sudah kembali bergerak di zona hijau.

IHSG dan sentimen global

Airlangga menilai koreksi yang terjadi di pasar saham merupakan hal yang wajar. Menurutnya, pergerakan indeks tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang memengaruhi sentimen investor. Salah satunya adalah penyesuaian portofolio akibat rebalancing MSCI. Kondisi itu, kata dia, ikut menekan saham-saham tertentu.

Ia menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG tidak semata-mata dipicu kebijakan pemerintah. Pasar, menurut Airlangga, bereaksi terhadap berbagai faktor eksternal yang sedang berlangsung. Karena itu, penurunan indeks dalam beberapa hari terakhir perlu dibaca secara lebih luas. Pemerintah, lanjutnya, tetap mencermati stabilitas pasar secara hati-hati.

Dalam pandangannya, pelemahan tersebut juga mencerminkan mekanisme pasar yang berjalan normal. Investor cenderung melakukan penyesuaian ketika ada perubahan pada indeks acuan global. Situasi itu kerap memicu aksi jual dalam jangka pendek. Namun, ia menilai tekanan tersebut tidak mencerminkan masalah struktural pada pasar domestik.

Respons pasar terhadap DSI

Airlangga menegaskan bahwa pengusaha dalam negeri maupun luar negeri menyambut positif kebijakan pemerintah. Ia mengatakan hal itu diketahui setelah sosialisasi dilakukan kepada kalangan pelaku usaha. Menurutnya, para asosiasi menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah. Sikap itu dinilai menjadi sinyal bahwa kebijakan tersebut dapat diterima pasar.

Badan yang dimaksud adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia, yang bertugas mengelola ekspor komoditas strategis. Keberadaan badan ini pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Meski menuai perhatian, Airlangga menyebut respons dunia usaha tetap positif. Ia menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap DSI tidak terbukti di lapangan.

Menurut Airlangga, komunikasi pemerintah dengan pelaku usaha berjalan baik. Ia menyebut dukungan dari asosiasi menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Dalam pandangannya, kebijakan yang disampaikan dengan tepat akan meminimalkan kesalahpahaman. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sosialisasi kepada pemangku kepentingan.

Pergerakan IHSG terbaru

IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada Rabu, 20 Mei 2026. Pada pukul 11.19 WIB saat pidato Presiden Prabowo mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam disampaikan, indeks saham sempat terjun lebih dari 2 persen. Tekanan tersebut memicu perhatian pelaku pasar. Namun, kondisi itu tidak bertahan hingga penutupan berikutnya.

Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, IHSG kembali terkoreksi lebih dalam. Indeks ditutup di level 6.094 atau turun 233 poin, setara sekitar 3,54 persen. Pelemahan beruntun itu memperkuat spekulasi di pasar. Meski begitu, Airlangga menilai pergerakan tersebut masih dalam batas wajar.

Menjelang penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali bergerak positif di kisaran 6.100-an. Penguatan sekitar 1,1 persen menjadi tanda pasar mulai merespons lebih tenang. Airlangga menyebut pemulihan ini sebagai bukti bahwa fundamental pasar masih terjaga. Ia optimistis kepercayaan investor dapat pulih seiring meredanya sentimen global.

Prospek pasar saham

Pemerintah menilai stabilitas pasar modal tetap menjadi perhatian utama di tengah perubahan sentimen global. Airlangga menekankan bahwa koreksi jangka pendek tidak otomatis menandakan pelemahan ekonomi nasional. Menurutnya, pasar saham selalu bergerak dinamis mengikuti ekspektasi investor. Oleh sebab itu, analisis yang hati-hati diperlukan agar tidak muncul kesimpulan yang keliru.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan pelaku usaha akan terus diperkuat. Dukungan dari dalam dan luar negeri, menurutnya, penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pemerintah berharap badan yang baru dibentuk dapat memberi nilai tambah bagi pengelolaan komoditas strategis. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Di sisi lain, investor masih mencermati arah kebijakan global dan respons pasar regional. Kondisi eksternal yang berubah cepat dapat memengaruhi volatilitas IHSG dalam jangka pendek. Namun, penguatan pada perdagangan terbaru memberi sinyal adanya ruang pemulihan. Pasar kini menunggu kepastian lebih lanjut dari sentimen domestik maupun global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!