Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 21:07 WIB 5
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkapkan bahwa dirinya menjalani pola makan OMAD, atau One Meal A Day, dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone UK. Ia mengaku hanya makan satu kali sehari, sambil tetap berolahraga pada pagi dan sore hari.

Pernyataan itu memicu rasa penasaran publik terhadap diet OMAD, yang dikenal sebagai salah satu bentuk puasa intermiten. Pola makan ini dinilai dapat membantu menurunkan berat badan, meski tidak cocok untuk semua orang.

Diet OMAD Jungkook

Diet OMAD adalah singkatan dari One Meal A Day, yaitu pola makan yang membatasi asupan kalori hanya dalam satu waktu makan. Dalam wawancara tersebut, Jungkook mengatakan bahwa ia menantikan momen makan satu kali itu setiap hari. Kebiasaan ini membuat banyak penggemar ingin memahami lebih jauh cara kerja OMAD. Istilah ini juga semakin populer karena sering dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Secara umum, OMAD termasuk dalam kategori puasa intermiten yang membatasi waktu makan secara ketat. Penganutnya biasanya hanya makan dalam jendela waktu sekitar satu jam. Di luar waktu itu, mereka menghindari makanan dan minuman berkalori. Pola ini dianggap membantu tubuh menciptakan defisit kalori.

Namun, pelaksanaan OMAD tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian orang memilih makan malam sebagai satu-satunya waktu makan, sementara yang lain memilih sarapan atau makan siang. Ada pula yang tetap mengonsumsi satu atau dua camilan ringan, tergantung kebutuhan. Karena itu, hasil yang dirasakan setiap orang bisa berbeda.

Cara Kerja OMAD

Prinsip utama OMAD adalah mengurangi frekuensi makan agar asupan kalori harian lebih terkendali. Saat tubuh menerima kalori lebih sedikit daripada yang dibakar, penurunan berat badan dapat terjadi. Itulah alasan OMAD sering dipilih oleh mereka yang ingin memangkas berat badan. Meski begitu, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas makanan yang dikonsumsi.

Dalam praktiknya, seseorang yang menjalani OMAD harus disiplin menjaga waktu makan. Di luar jam makan, tubuh memasuki periode puasa yang lebih panjang dibanding pola makan biasa. Pada fase ini, sebagian orang merasa lebih fokus dan tidak mudah lapar setelah terbiasa. Namun, adaptasi awal bisa terasa menantang.

Penelitian yang dikutip dari Healthline menunjukkan bahwa pembatasan makan dalam jangka waktu tertentu dapat memicu penurunan lemak tubuh. Pada orang dewasa sehat, makan dalam rentang empat jam di malam hari dikaitkan dengan penurunan lemak yang lebih besar. Temuan itu dibandingkan dengan pola makan tiga kali sehari. Meski demikian, hasil penelitian tidak otomatis berlaku untuk semua orang.

Manfaat dan Risiko

OMAD sering dianggap efektif karena membuat seseorang lebih mudah mengontrol kalori. Pola ini juga dapat membantu sebagian orang yang kesulitan mengatur porsi makan. Selain itu, jadwal makan yang sederhana membuat sebagian pelaku diet merasa lebih praktis. Namun, manfaat tersebut harus dibaca bersama dengan risikonya.

Di sisi lain, makan hanya sekali sehari bisa memicu rasa lapar berlebihan pada sebagian orang. Kondisi itu dapat membuat seseorang makan terlalu banyak dalam satu waktu. Jika tidak memilih makanan bergizi, kebutuhan nutrisi harian pun berpotensi tidak tercukupi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kebugaran tubuh.

OMAD juga tidak selalu cocok untuk semua kelompok. Orang dengan kondisi medis tertentu, ibu hamil, remaja, atau mereka yang memiliki riwayat gangguan makan perlu berhati-hati. Pola makan ekstrem dapat memengaruhi energi, konsentrasi, dan metabolisme. Karena itu, pertimbangan medis sangat penting sebelum mencoba metode ini.

Tips Menjalani Aman

Bagi yang tertarik mencoba OMAD, pemilihan makanan bergizi menjadi faktor utama. Satu kali makan sebaiknya tetap mencakup protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Dengan komposisi yang seimbang, tubuh lebih mungkin memperoleh energi yang dibutuhkan. Cara ini juga membantu mengurangi risiko kekurangan nutrisi.

Selain makanan, asupan cairan perlu dijaga selama masa puasa. Air putih dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi rasa lemas. Aktivitas fisik seperti yang dilakukan Jungkook, yakni berolahraga pagi dan sore, juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika muncul pusing, lemah, atau gejala tidak nyaman, pola makan perlu dievaluasi.

Langkah paling aman adalah berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan sebelum memulai OMAD. Evaluasi kondisi tubuh akan membantu menentukan apakah pola ini sesuai atau tidak. Diet yang berhasil bukan hanya soal cepat turun berat badan, tetapi juga soal keberlanjutan. Karena itu, pendekatan yang seimbang tetap menjadi pilihan terbaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!