Nama Jirayut sudah lama dikenal publik Indonesia sebagai penyanyi asal Thailand dengan kepribadian ceria, humoris, dan penuh energi. Belakangan, kebiasaannya yang tak bisa diam saat berbicara kembali menjadi sorotan warganet karena dianggap sangat khas dan menghibur.
Menanggapi perhatian itu, Jirayut menjelaskan bahwa gerakan tangan yang selalu menyertainya saat berbincang bukanlah gimmick. Menurut pria berusia 25 tahun itu, kebiasaan tersebut justru membantunya berpikir lebih lancar dan menyusun kata-kata dengan lebih baik.
Jirayut dan Gestur Bicara
Jirayut mengaku tubuhnya memang terbiasa aktif ketika sedang berbicara. Ia merasa lebih mudah merangkai kalimat saat tangan ikut bergerak.
Baginya, kondisi diam justru membuat pikirannya terasa tersendat. Karena itu, ia tidak memaksakan diri untuk tampak tenang jika sedang menjelaskan sesuatu.
Dalam sebuah kesempatan di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut bukan dibuat-buat. Ia menyebut itu sebagai bagian alami dari cara dirinya berkomunikasi.
Fenomena ini kemudian memunculkan istilah lucu dari netizen, yakni Jirayut Motorik Corp. Julukan itu lahir dari kebiasaannya yang selalu ekspresif, baik lewat tangan maupun gestur tubuh lainnya.
Alasan Jirayut Tetap Ekspresif
Menurut Jirayut, gerakan tangan membantu otaknya bekerja lebih ringan saat berbicara. Ia merasa lebih leluasa menyampaikan isi pikiran ketika tubuhnya ikut aktif.
Ia juga mengaku akan merasa aneh jika harus berbicara tanpa menggerakkan tangan. Dalam pandangannya, ekspresi tubuh merupakan bagian penting dari kenyamanan saat berkomunikasi.
Kebiasaan itu membuat dirinya tampak hidup di depan kamera dan di hadapan orang lain. Hal tersebut pula yang membuat banyak penggemar merasa dekat dengan sosoknya.
Jirayut menegaskan, gestur yang terlihat berlebihan bagi sebagian orang sebenarnya adalah cara alami dirinya menyalurkan pikiran. Ia tidak melihatnya sebagai kekurangan, melainkan ciri khas pribadi.
Prinsip Hidup Jirayut
Di luar kebiasaannya yang energik, Jirayut memiliki prinsip hidup yang sederhana. Ia ingin selalu menebar tawa kepada orang-orang di sekitarnya.
Baginya, bisa membuat orang lain tertawa adalah kebahagiaan tersendiri. Ia menilai hal itu sebagai bagian dari rezeki dan juga pahala.
Jirayut merasa senang ketika kehadirannya dapat membawa suasana ringan. Karena itu, ia berusaha mempertahankan sisi ceria yang sudah melekat pada dirinya.
Ia percaya bahwa energi positif yang dibagikan kepada orang lain akan kembali dalam bentuk kebaikan. Pandangan itu menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap tampil penuh semangat di depan publik.
Rumah Kedua Bagi Jirayut
Meski selalu terlihat ceria, Jirayut menegaskan bahwa dirinya tetap manusia biasa yang bisa sedih. Ia hanya memilih untuk tidak terlalu memperlihatkan sisi melankolis itu kepada publik.
Saat tidak bekerja dan berada di rumah, ia justru lebih banyak menyendiri untuk menenangkan diri. Cara itu membantunya menjaga keseimbangan di tengah padatnya aktivitas.
Jirayut juga mengaku tumbuh besar di Indonesia sejak usia 17 tahun. Karena itu, ia merasa Tanah Air sudah menjadi rumah keduanya.
Ia bersyukur atas perjalanan kariernya yang terus berkembang dengan dukungan banyak orang. Berbekal pesan para senior agar tidak menyerah, Jirayut ingin terus memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.
