Jessica Iskandar akhirnya membuka kisah paling kelam dalam hidupnya, saat ia mengaku kehilangan arah dan sempat mengalami mental breakdown. Pengakuan itu disampaikan dalam acara SOS: Strength of Sensitivity bersama AVEENO di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 April 2026.
Di hadapan publik, artis berusia 38 tahun itu mengungkap bahwa fase tersebut membuatnya berada di titik terendah, hingga merasa kehilangan diri sendiri. Ia juga menceritakan bagaimana tekanan dari luar, serta ucapan yang menghakimi, memperburuk kondisi mentalnya saat itu.
Jessica Iskandar dan Titik Terendah
Jessica Iskandar menyebut masa itu sebagai momen paling gelap dalam hidupnya. Ia mengakui tidak mudah untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain.
Menurut Jessica, ia sempat merasa tersesat dan tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Situasi itu membuatnya harus berhadapan dengan emosi yang selama ini ia pendam.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Jessica untuk lebih jujur terhadap kondisi batinnya. Ia memilih tidak lagi menutup rapat luka yang pernah ia alami.
Jessica Iskandar dan Tekanan Publik
Jessica mengungkap bahwa tekanan dari luar memberi dampak besar pada kesehatan mentalnya. Bisikan dan komentar orang membuatnya merasa dihakimi sebelum sempat memaafkan dirinya sendiri.
Ia menilai, penilaian publik sering kali datang tanpa memahami apa yang sebenarnya dialami seseorang. Kondisi itu membuat beban emosionalnya semakin berat.
Selama ini, publik kerap melihat Jessica sebagai sosok yang ceria dan penuh warna. Padahal, di balik itu, ia menyimpan luka dari perceraian, kegagalan hubungan, hingga kasus penipuan yang pernah merugikannya miliaran rupiah.
Jessica Iskandar dan Proses Pulih
Setelah melalui fase berat, Jessica kini memilih lebih terbuka tentang perasaannya. Langkah itu ia ambil sebagai bagian dari proses penyembuhan diri.
Ia menyarankan agar seseorang mendekatkan diri kepada Tuhan saat berada dalam masalah. Menurutnya, cara itu membantu hati menjadi lebih tenang dan tidak mudah larut dalam tekanan.
Jessica juga menekankan pentingnya mencari tempat aman untuk bercerita. Ia percaya, berbagi beban dapat membuat masalah terasa lebih ringan dari waktu ke waktu.
Jessica Iskandar dan Sensitivitas
Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, menilai cara Jessica menghadapi sisi sensitifnya sudah tepat. Menurutnya, perempuan tidak perlu malu menjadi sensitif karena hal itu justru bisa menjadi sumber kekuatan.
Indah menjelaskan bahwa keberanian mengakui perasaan adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Dukungan dari lingkungan yang aman juga membantu seseorang memahami dirinya dengan lebih baik.
Ia menambahkan, sensitivitas dapat berubah menjadi kekuatan saat seseorang mampu mengekspresikan emosi dengan sehat. Dalam pandangannya, hal itu membuat perempuan lebih kuat dan lebih mengenal dirinya sendiri.
