Jessica Iskandar Ungkap Masa Tergelap dan Cara Pulih

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 19:52 WIB 9
Jessica Iskandar Ungkap Masa Tergelap dan Cara Pulih

Jessica Iskandar akhirnya membuka cerita tentang fase paling kelam dalam hidupnya, saat ia merasa kehilangan arah dan mengalami mental breakdown. Pengakuan itu disampaikan dalam acara SOS: Strength of Sensitivity bersama AVEENO di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 April 2026. Di hadapan publik, ia menegaskan bahwa ada masa ketika dirinya benar-benar kehilangan diri sendiri.

Artis berusia 38 tahun itu mengaku momen tersebut sangat sulit diucapkan maupun dihadapi. Tekanan dari luar, termasuk penilaian dan bisik-bisik orang, justru memperburuk kondisi mentalnya. Kini, ibu tiga anak itu memilih berbicara lebih jujur tentang pengalaman yang selama ini ia simpan sendiri.

Kesehatan Mental Jessica Iskandar

Jessica mengungkapkan bahwa titik terendah itu datang ketika ia merasa paling gelap dalam hidupnya. Ia menyebut dirinya sempat kehilangan arah dan tidak lagi mengenali diri sendiri. Pengalaman tersebut menjadi beban berat yang ia bawa dalam diam.

Dalam kesempatan itu, Jessica tidak menutupi bahwa masa tersebut berkaitan dengan sejumlah pengalaman pribadi yang menyakitkan. Ia pernah menghadapi perceraian, kegagalan menikah, hingga dugaan penipuan bernilai miliaran rupiah. Rangkaian peristiwa itu membuat kondisinya semakin rapuh.

Meski terlihat ceria di depan publik, Jessica mengakui ada luka yang lama ia pendam. Ia menyadari bahwa kesedihan yang terus disembunyikan dapat menumpuk dan memengaruhi kesehatan mental. Karena itu, ia memilih untuk mulai terbuka dan tidak lagi memikul semuanya seorang diri.

Cara Pulih yang Dipilih

Jessica menilai langkah pertama untuk bangkit adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, sandaran spiritual memberi kekuatan saat seseorang berada dalam kondisi paling rapuh. Ia menyebut hal itu sebagai pondasi utama dalam proses pemulihan.

Langkah berikutnya adalah mencari tempat aman untuk bercerita. Jessica percaya berbagi beban dengan orang yang tepat dapat membuat hati lebih ringan. Ia menekankan bahwa masalah yang disimpan sendiri justru bisa terasa semakin berat.

Dalam pandangannya, keberanian untuk membuka diri bukan tanda kelemahan. Justru, sikap tersebut membantu seseorang memproses luka dengan lebih sehat. Bagi Jessica, pulih bukan berarti melupakan, melainkan belajar menerima dan berjalan maju.

Dukungan dari Psikolog

Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, menilai cara Jessica merespons sisi sensitifnya sudah tepat. Ia menekankan bahwa perempuan tidak perlu merasa malu ketika menunjukkan emosi. Sensitivitas, kata dia, dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik.

Indah menjelaskan bahwa pengakuan terhadap perasaan adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Ketika seseorang berani menerima kondisi dirinya, proses penyembuhan dapat berjalan lebih efektif. Dukungan dari lingkungan juga menjadi faktor yang sangat menentukan.

Menurutnya, ruang aman untuk berekspresi membantu perempuan memahami dirinya sendiri dengan lebih utuh. Dari sana, sensitivitas dapat berubah menjadi sumber ketangguhan. Hal itu membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi tekanan hidup.

Pesan untuk Perempuan

Pengalaman Jessica memberi pesan bahwa kehidupan yang tampak sempurna belum tentu bebas dari luka. Banyak orang mungkin hanya melihat sisi ceria seorang figur publik tanpa mengetahui pergulatan batinnya. Cerita ini menunjukkan bahwa setiap orang bisa menghadapi masa sulit.

Ia juga memperlihatkan pentingnya keberanian untuk meminta bantuan saat beban terasa terlalu berat. Dalam situasi seperti itu, dukungan emosional dapat menjadi jalan keluar yang penting. Seseorang tidak harus selalu terlihat kuat untuk bisa bertahan.

Melalui pengalamannya, Jessica berharap perempuan lain tidak ragu mengakui perasaan mereka. Menghormati emosi diri sendiri adalah bagian dari proses menjadi lebih sehat secara mental. Bagi Jessica, keterbukaan adalah langkah awal untuk kembali menemukan kekuatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!