Jessica Iskandar Ungkap Fase Gelap hingga Mental Breakdown

Lifestyle Clara Monica 29 Mei 2026 08:17 WIB 12
Jessica Iskandar Ungkap Fase Gelap hingga Mental Breakdown

Jessica Iskandar akhirnya buka suara mengenai fase paling kelam dalam hidupnya, ketika ia kehilangan arah dan mengalami mental breakdown. Pengakuan itu ia sampaikan dalam acara SOS: Strength of Sensitivity bersama AVEENO di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 April 2026.

Di hadapan publik, artis berusia 38 tahun itu mengungkap bahwa masa tersebut membuatnya merasa berada di titik terendah. Tekanan dari luar, luka batin, serta penilaian orang lain ikut memperberat beban yang ia rasakan saat itu.

Mental Breakdown Jessica Terungkap

Jessica menyebut momen itu sebagai fase paling gelap dalam hidupnya. Ia mengaku sempat kehilangan arah dan bahkan kehilangan dirinya sendiri.

Pengalaman tersebut tidak mudah untuk diceritakan, apalagi dijalani. Menurutnya, kondisi itu semakin berat karena banyak suara dari luar yang membuatnya merasa dihakimi.

Ia juga merasakan tekanan sosial yang datang tanpa henti. Semua itu membuat proses memaafkan diri sendiri menjadi jauh lebih sulit.

Tekanan Publik dan Luka Batin

Di mata publik, Jessica kerap terlihat ceria dan penuh warna. Namun di balik citra itu, ia menyimpan luka yang lama dipendam seorang diri.

Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus, termasuk perceraian, kegagalan dalam hubungan, hingga kasus penipuan yang menimbulkan kerugian besar. Rangkaian peristiwa itu turut membentuk tekanan emosional yang ia hadapi.

Jessica menegaskan bahwa luka batin tidak selalu tampak dari luar. Karena itu, dukungan emosional menjadi bagian penting agar seseorang tidak terus terjebak dalam beban yang sama.

Langkah Pulih Jessica

Untuk bangkit, Jessica memilih mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai langkah pertama. Ia menilai hubungan spiritual dapat memberi ketenangan di tengah masa sulit.

Langkah kedua yang ia lakukan adalah mencari tempat aman untuk bercerita. Menurutnya, berbagi beban dengan orang yang tepat dapat membuat hati terasa lebih ringan.

Ia percaya masalah yang dibagikan tidak akan terus menumpuk di dalam diri. Seiring waktu, keterbukaan bisa membantu proses penyembuhan berjalan lebih baik.

Sensitivitas Jadi Kekuatan

Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, menilai cara Jessica menghadapi sensitivitasnya sudah tepat. Ia menyebut perempuan tidak perlu malu untuk mengakui bahwa dirinya sensitif.

Menurut Indah, sensitivitas justru bisa menjadi kekuatan ketika diiringi kesadaran diri. Saat perempuan mampu menerima perasaannya, mereka lebih mudah memahami kebutuhan emosionalnya sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan ruang aman untuk berekspresi. Dengan cara itu, sensitivitas dapat berubah menjadi modal untuk tumbuh lebih kuat dan lebih sehat secara mental.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!