Jejouw Lirik Lelang Aset Korupsi BPA Fair 2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 04:34 WIB 2
Jejouw Lirik Lelang Aset Korupsi BPA Fair 2026

Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI menggelar lelang barang rampasan perkara korupsi dalam acara BPA Fair 2026 di Gedung BPA Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Sejumlah barang mewah milik terdakwa Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi, menjadi sorotan pengunjung karena menarik perhatian publik.

Selebgram dan pengusaha fesyen Jeffry Jouw, atau Jejouw, turut hadir untuk melihat langsung proses pelelangan tersebut. Ia mengaku penasaran dengan kualitas barang yang ditawarkan, sekaligus sempat mencoba mengikuti bidding untuk sejumlah barang bernilai tinggi.

Lelang Aset Korupsi Menarik Perhatian

Jejouw mengaku datang karena penasaran dengan barang-barang rampasan yang dilelang di BPA Fair 2026. Menurut dia, koleksi yang dipamerkan terlihat menarik dan terawat dengan baik.

Ia menilai mobil-mobil yang dilelang memiliki tampilan yang bagus, begitu pula dengan koleksi lain yang dipajang di lokasi. Karena itu, ia merasa perjalanannya ke Gedung BPA Kejaksaan RI tidak sia-sia.

Jejouw juga menyebut antusiasme masyarakat terhadap lelang tersebut sangat tinggi. Hal itu terlihat dari cepatnya harga beberapa barang naik dalam proses bidding.

Dalam pandangannya, minat besar dari peserta menjadi bukti bahwa barang rampasan negara tetap memiliki daya tarik tersendiri. Namun, ia menekankan bahwa daya tarik itu seharusnya menjadi pengingat, bukan sekadar ajang berburu barang murah.

Harley Davidson Jadi Incaran

Di antara barang yang dilelang, Jejouw mengaku paling tertarik pada motor Harley Davidson. Ia bahkan sempat mengikuti proses bidding untuk mendapatkan unit tersebut.

Namun, harga motor itu melonjak tajam dan membuatnya kalah bersaing. Jejouw menyebut harga yang semula ia perkirakan di kisaran Rp700 juta, ternyata menembus hampir Rp900 juta.

Ia menilai kenaikan harga berlangsung cepat karena peserta lelang sama-sama agresif mengejar barang incaran. Kondisi itu membuatnya harus mengurungkan niat untuk membawa pulang motor tersebut.

Meski gagal, Jejouw menilai pengalaman mengikuti lelang itu cukup seru. Menurut dia, prosesnya memberikan gambaran langsung tentang tingginya minat masyarakat terhadap barang rampasan berkualitas.

Barang Sandra Dewi Ludes

Selain Harley Davidson, Jejouw juga sempat melirik barang-barang milik Sandra Dewi yang ikut dilelang. Ia mengaku ingin melihat lebih dekat karena nama Harvey Moeis dan Sandra Dewi sebelumnya ramai diperbincangkan publik.

Namun, saat tiba di lokasi, barang-barang tersebut disebut sudah habis terjual. Kondisi itu membuat keinginannya untuk melihat koleksi tersebut secara langsung hanya terwujud sebagian.

Meski begitu, Jejouw sempat melihat beberapa item yang dipamerkan dan menilai kondisinya masih sangat baik. Ia menyebut barang-barang itu tampak dirawat dengan serius.

Menurut dia, banyaknya perhatian pada koleksi tersebut menunjukkan tingginya rasa ingin tahu publik terhadap aset hasil rampasan korupsi. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa lelang semacam ini memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat.

Pelajaran Dari Barang Rampasan

Jejouw menilai lelang barang rampasan korupsi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ajang berburu barang mewah. Ia melihat ada pesan moral yang kuat dari proses penjualan aset hasil kejahatan tersebut.

Ia berharap kasus seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang agar tidak tergoda mengambil jalan pintas. Menurut dia, hasil usaha yang bersih dan halal tetap menjadi pilihan terbaik.

Jejouw juga mengaku tertarik mengikuti lelang karena berharap bisa mendapat harga yang lebih murah. Jika harga tidak lebih rendah, ia memilih tidak memaksakan diri membeli barang bekas hasil rampasan.

Dalam kesempatan itu, ia sempat melirik mobil McLaren, tetapi kembali gagal karena harga terlalu tinggi. Baginya, pengalaman di BPA Fair 2026 menjadi bukti bahwa barang mewah sekalipun tetap bisa memicu persaingan sengit saat dilelang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!