Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Fristo Linanggeng

Lifestyle Nadia Safira Putri 21 Mei 2026 21:45 WIB 6
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Fristo Linanggeng

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah perubahan tren belanja daring. Fristo Linanggeng bersama istrinya memanfaatkannya dengan membuka jastip jajanan khas Puncak, Bogor, yang kini diminati banyak pelanggan.

Usaha ini berawal dari komentar iseng di media sosial saat Fristo sedang berada di Puncak. Dari tiga permintaan untuk menitip sate maranggi, layanan tersebut berkembang menjadi bisnis yang lebih serius dan bertahan hingga enam bulan.

Awal Jastip

Fristo mengaku awalnya tidak berniat membuka jasa titip. Ia hanya membacakan satu per satu komentar di konten media sosialnya.

Salah satu komentar kemudian berisi permintaan untuk menitip sate maranggi. Saat itu, ada tiga orang yang langsung menyampaikan minat yang sama.

Permintaan tersebut ia sambut secara spontan. Dari momen itu, jastip jajanan Puncak mulai berjalan dan terus berlanjut hingga sekarang.

Daya Tarik Lokal

Menurut Fristo, jajanan dari Puncak, Bogor memiliki daya tarik tersendiri. Banyak makanan khas daerah itu dianggap otentik dan sulit ditemukan di luar kawasan tersebut.

Kondisi tersebut membuat layanan jastip makanan tetap relevan. Konsumen tidak hanya mencari produk luar daerah atau luar negeri, tetapi juga kuliner lokal yang memiliki ciri khas kuat.

Minat terhadap jastip makanan lokal menunjukkan bahwa pasar masih terbuka luas. Selama ada kebutuhan terhadap produk yang khas, peluang usaha ini tetap hidup.

Promosi Lewat Media

Setelah respons awal dinilai positif, Fristo kembali membuat konten jastip di TikTok dan Instagram. Ia tidak menyangka unggahan itu justru menarik lebih banyak penonton.

Konten tersebut kemudian memunculkan permintaan baru dari pengguna media sosial. Menurutnya, antusiasme publik membuat jastip jajanan Puncak layak dikembangkan lebih serius.

Dari situ, ia memutuskan untuk menekuni usaha tersebut secara lebih terarah. Fristo menilai momen itu menjadi titik penting dalam perkembangan jastip yang ia jalankan.

Jarak Dan Konsistensi

Fristo saat ini berdomisili di Depok, meski orang tuanya tinggal di Puncak, Bogor. Karena harus menemani keluarga, ia pun sementara menetap di kawasan tersebut.

Ia tetap mempertahankan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Akibatnya, ia harus bolak-balik dari Puncak ke Jakarta untuk bekerja sekaligus mengantar pesanan pelanggan.

Perjalanan yang ditempuh tidak singkat karena memakan waktu sekitar tiga jam. Meski melelahkan, ia tetap menjalankannya agar layanan jastip tetap berjalan konsisten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!