Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 21:44 WIB 4
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang diminati hingga kini, termasuk untuk produk makanan khas daerah. Fristo Linanggeng bersama istrinya memanfaatkan tren itu dengan membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, yang ternyata mendapat respons positif dari banyak pelanggan.

Usaha tersebut berawal dari komentar iseng di media sosial saat Fristo berada di Puncak, lalu berkembang menjadi layanan yang serius dijalankan selama enam bulan terakhir. Meski tinggal di Depok dan tetap bekerja di Jakarta, ia tetap menjalankan jastip tersebut dengan perjalanan pulang pergi yang memakan waktu sekitar tiga jam.

Jastip Jajanan Puncak

Fristo mengaku awalnya tidak menyangka komentar di konten media sosial bisa berubah menjadi peluang usaha. Saat itu hanya ada tiga orang yang meminta titip Sate Maranggi, lalu ia langsung mengiyakan permintaan tersebut.

Dari pengalaman itu, ia kemudian mencoba membuat konten jastip di TikTok dan Instagram. Hasilnya, video tersebut justru banyak ditonton dan menarik minat warganet untuk ikut memesan jajanan Puncak.

Menurut Fristo, respons yang terus meningkat membuatnya memutuskan untuk menekuni usaha itu secara lebih serius. Ia mulai menjalankannya sejak Agustus dan kini kegiatan jastip tersebut sudah berjalan enam bulan.

Berawal Dari Komentar

Fristo menjelaskan bahwa kebiasaan membaca komentar satu per satu di media sosial menjadi titik awal lahirnya ide jastip. Salah satu komentar yang muncul secara spontan justru membuka jalan bagi usaha baru yang sebelumnya tidak ia rencanakan.

Permintaan sederhana untuk menitipkan Sate Maranggi membuatnya melihat adanya peluang pasar. Dari situ, ia menyadari bahwa banyak orang tertarik pada makanan khas Puncak yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ia kemudian memanfaatkan momentum itu dengan membuat konten yang lebih terarah. Upaya tersebut terbukti efektif karena semakin banyak orang yang mengenal layanan jastip jajanan Puncak yang ia tawarkan.

Permintaan Terus Bertambah

Menurut Fristo, jastip makanan dari Puncak, Bogor memiliki daya tarik tersendiri karena produk yang dijual dinilai otentik. Banyak pelanggan tertarik memesan karena ingin merasakan makanan khas daerah tersebut tanpa harus datang langsung.

Ragam pesanan juga tidak terbatas pada satu jenis makanan, sehingga peluang usahanya ikut meluas. Kondisi ini membuat jastip tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat, melainkan bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Fristo menilai minat yang terus bertambah menjadi alasan utama untuk menjaga kualitas layanan. Dengan begitu, pelanggan yang sudah mencoba berpeluang kembali memesan di kemudian hari.

Rutinitas Di Antara Dua Kota

Meski menetap sementara di Puncak karena orang tuanya tinggal di sana, Fristo tetap memiliki pekerjaan utama di Jakarta. Situasi itu membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan pengiriman jastip.

Untuk menjalankan semuanya, ia menempuh perjalanan dari Puncak ke Bogor menggunakan motor, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Jakarta. Perjalanan tersebut bisa memakan waktu sekitar tiga jam, sehingga dibutuhkan tenaga dan konsistensi yang tidak sedikit.

Meski melelahkan, Fristo tetap menjalankan usaha jastipnya karena melihat peluang yang menjanjikan. Baginya, kerja keras di jalan sebanding dengan meningkatnya pesanan dari pelanggan yang terus berdatangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!