Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 01:14 WIB 5
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Jasa titip atau jastip kembali membuktikan diri sebagai peluang usaha yang masih menjanjikan di tengah perubahan tren konsumsi. Tidak hanya berlaku untuk barang luar negeri, layanan ini juga berkembang ke produk lokal, termasuk jajanan khas Puncak, Bogor.

Salah satu pelakunya adalah Fristo Linanggeng bersama istrinya, yang membuka jastip jajanan Puncak setelah mendapat respons tak terduga dari media sosial. Berawal dari komentar warganet, usaha ini kini berkembang dan dijalankan secara serius selama enam bulan terakhir.

Jastip jajanan puncak

Fristo mengaku ide membuka jastip jajanan Puncak muncul secara spontan saat ia membuat konten di media sosial. Saat berada di Puncak, ia membaca satu per satu komentar dari pengikutnya. Dari percakapan itu, ada tiga orang yang meminta dititipi Sate Maranggi.

Permintaan tersebut langsung ia iyakan, meski awalnya hanya dianggap sebagai respons santai terhadap komentar warganet. Namun, momen kecil itu justru menjadi pintu masuk bagi bisnis jastip yang kini berjalan lebih terarah. Dari situ, Fristo mulai melihat ada peluang yang bisa dikembangkan.

Setelah pengalaman pertama itu, ia kembali membuat konten jastip di TikTok dan Instagram. Respons yang diterima di luar dugaan, karena video tersebut ditonton banyak orang dan memancing minat untuk ikut memesan. Sejak saat itu, jastip jajanan Puncak mulai mendapat perhatian lebih luas.

Berawal dari komentar media sosial

Fristo mengatakan dirinya tidak pernah menyangka komentar singkat di media sosial bisa berujung pada peluang bisnis. Ia awalnya hanya ingin membagikan aktivitas harian, baik yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Namun, interaksi dengan pengikutnya justru membuka peluang baru yang cukup menjanjikan.

Konten jastip yang ia unggah memperlihatkan bahwa makanan khas daerah masih memiliki daya tarik kuat di kalangan konsumen. Jajanan dari Puncak, Bogor, dinilai otentik dan sulit ditemukan di luar kawasan tersebut. Kondisi itu membuat permintaan terhadap layanan titip beli tetap tinggi.

Fristo pun mulai menata usahanya secara lebih serius setelah melihat antusiasme pasar. Ia menyebut usaha ini sudah berjalan selama enam bulan dan dimulai sejak Agustus. Dari sebuah komentar, lahirlah aktivitas usaha yang kini menjadi tambahan pemasukan.

Rutinitas di tengah perjalanan

Selain menjalankan jastip, Fristo tetap memiliki pekerjaan tetap di Jakarta. Ia tidak meninggalkan aktivitas utamanya, sehingga harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan pengantaran pesanan. Ritme itu membuat kesehariannya cukup padat dan menuntut kedisiplinan tinggi.

Karena orang tuanya tinggal di Puncak, ia sementara menetap di kawasan tersebut untuk membantu keluarga. Kondisi ini sekaligus memudahkan dirinya menjalankan jastip dari wilayah setempat. Dengan begitu, proses pembelian dan pengiriman barang bisa dilakukan lebih efisien.

Untuk mobilitas, Fristo menempuh perjalanan Puncak ke Bogor dengan sepeda motor, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta. Perjalanan pulang pergi itu bisa memakan waktu sekitar tiga jam. Meski melelahkan, ia tetap menjalankan aktivitas tersebut demi menjaga kepercayaan pelanggan.

Peluang usaha lokal

Kisah Fristo menunjukkan bahwa peluang usaha tidak selalu datang dari ide besar atau modal besar. Sering kali, peluang justru lahir dari interaksi sederhana yang kemudian ditangkap dengan cepat. Dalam kasus ini, komentar warganet berubah menjadi sumber cuan yang nyata.

Fenomena jastip juga memperlihatkan perubahan perilaku konsumen yang semakin menghargai akses terhadap produk khas daerah. Makanan lokal, oleh-oleh, hingga barang yang sulit dijangkau tetap memiliki pasar sendiri. Selama ada kebutuhan dan keunikan produk, layanan titip beli masih relevan.

Bagi pelaku usaha kecil, konsistensi dan kepekaan terhadap tren menjadi kunci utama. Fristo membuktikan bahwa usaha berbasis media sosial dapat berkembang jika dikelola dengan serius. Dari jastip jajanan Puncak, ia memperoleh tambahan penghasilan sekaligus peluang untuk memperluas usaha di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!