Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 23:08 WIB 5
Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025. Nilai tersebut setara 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan dividend per share Rp156,2, dan akan dibagikan pada 19 Juni 2026 setelah recording date 4 Juni 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kebijakan dividen tersebut ditempuh di tengah ekspansi usaha yang tetap menjaga nilai pemegang saham. Perseroan menegaskan pembagian laba dilakukan secara terukur, tanpa mengabaikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan.

Dividen Jasa Marga

Jasa Marga menyampaikan bahwa sisa laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk cadangan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesinambungan keuangan perseroan sekaligus mempertahankan ruang gerak bisnis di masa mendatang.

Besaran dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp156,2, sama seperti periode sebelumnya. Pembayaran akan diberikan secara proporsional kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal pencatatan.

Manajemen menilai keputusan tersebut mencerminkan keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan kebutuhan ekspansi. Dengan langkah itu, Jasa Marga ingin mempertahankan kepercayaan pasar di tengah dinamika industri infrastruktur.

Kinerja Keuangan Menguat

Sepanjang 2025, Jasa Marga membukukan core profit stabil di level Rp3,7 triliun. Perseroan juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan.

Pendapatan tersebut ditopang oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun. EBITDA perseroan turut meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin 67 persen.

Rivan menjelaskan, stabilitas kinerja didukung oleh pertumbuhan pendapatan, kenaikan EBITDA, serta penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen. Penurunan itu menjadi dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024.

Bisnis Tol Tetap Dominan

Dalam lini bisnis konsesi, Jasa Marga mempertahankan posisi sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, perseroan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi 1.736 kilometer.

Total konsesi tersebut merepresentasikan 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional. Selama 2025, transaksi di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata 3,58 juta kendaraan.

Perseroan menyebut capaian itu menunjukkan ketahanan bisnis yang solid di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat. Posisi tersebut juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Transformasi Dorong Layanan

Jasa Marga terus mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System untuk meningkatkan kualitas layanan. Sistem ini diklaim mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen.

Informasi tersebut kemudian disalurkan kepada pengguna jalan melalui aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan. Pada 2025, aplikasi itu telah diunduh 1,1 juta kali, naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Transformasi digital tersebut turut mendorong Customer Satisfaction Index 2025 ke level 5,13 dari skala 6. Hasil itu menempatkan layanan Jasa Marga dalam kategori puas dan sejalan dengan komitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.

Agenda 2026 Jasa Marga

Dalam RUPST Tahun Buku 2025, pemegang saham juga menyetujui susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi perseroan. Jajaran tersebut akan mengawal strategi bisnis dan transformasi perusahaan pada tahun berjalan.

Ke depan, Jasa Marga menargetkan kinerja 2026 yang lebih kuat melalui pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan. Perseroan akan mengoptimalkan anggaran, memenuhi Standar Pelayanan Minimal, serta menyesuaikan tarif tol secara terukur.

Manajemen optimistis posisi sebagai pemimpin industri jalan tol nasional dapat dipertahankan. Dengan struktur keuangan yang lebih sehat dan beban keuangan yang terkendali, perseroan menargetkan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!