Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 04:24 WIB 5
Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2025. Nilai tersebut setara 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan dividend per share Rp156,2. Keputusan itu diumumkan pada Rabu, 20 Mei 2026, di tengah upaya perusahaan menjaga nilai pemegang saham dan kesinambungan pertumbuhan.

Dividen akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 4 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk cadangan dan penguatan keuangan perusahaan. Jasa Marga menegaskan kebijakan dividen tersebut disusun secara terukur, tanpa mengabaikan kondisi ekonomi ke depan.

Dividen Jasa Marga

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pembagian dividen menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepentingan investor. Ia menegaskan, perseroan tetap menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan pengelolaan keuangan yang hati-hati. Langkah itu diambil agar pertumbuhan perusahaan tetap berkelanjutan dan bernilai bagi pemegang saham.

Besaran dividen tahun buku 2025 ditetapkan sebesar Rp1,1 triliun atau 31 persen dari laba bersih. Dengan DPS Rp156,2, jumlah tersebut dinilai mencerminkan konsistensi kebijakan pembagian laba yang dijalankan perseroan. Jasa Marga juga memastikan pembagian dilakukan sesuai daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan yang telah ditetapkan.

Selain dividen, rapat umum pemegang saham juga menyetujui penggunaan sisa laba bersih sebagai laba ditahan. Dana itu akan menjadi cadangan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha ke depan. Kebijakan ini menunjukkan perseroan tetap berhati-hati dalam menjaga struktur keuangan di tengah ekspansi bisnis.

Kinerja Keuangan Menguat

Sepanjang 2025, Jasa Marga membukukan core profit stabil di level Rp3,7 triliun. Pendapatan usaha tercatat Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan. Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun.

EBITDA perseroan juga meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin EBITDA di level 67 persen. Menurut Rivan, pertumbuhan ini didorong oleh stabilitas operasional dan efisiensi pengelolaan biaya. Beban keuangan konsolidasi berhasil ditekan 10,5 persen secara tahunan berkat aksi korporasi equity financing pada akhir 2024.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan, kenaikan EBITDA, dan penurunan beban keuangan membuat kinerja Jasa Marga tetap resilien. Perseroan menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan ketahanan bisnis. Kondisi ini juga memperkuat ruang bagi perusahaan untuk menjalankan ekspansi secara lebih terukur.

Bisnis Tol Dan Digital

Di lini bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga tetap mempertahankan posisinya sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia. Perseroan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Porsi tersebut merepresentasikan sekitar 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional.

Sepanjang 2025, transaksi di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan. Lalu lintas harian rata-rata atau LHR tercatat 3,58 juta kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas mobilitas masyarakat di jaringan tol yang dikelola perseroan.

Untuk meningkatkan layanan, Jasa Marga mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System. Sistem ini mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen. Informasi kemudian disalurkan melalui aplikasi Travoy yang diunduh 1,1 juta kali pada 2025, naik 48 persen dari tahun sebelumnya.

ESG Dan Tata Kelola

Jasa Marga mencatat 59 rest area beroperasi di sepanjang ruas jalan tol Jasa Marga Group pada akhir 2025. Dari jumlah itu, 26 rest area merupakan Travoy Rest yang dikelola langsung oleh perseroan. Perusahaan juga menjalankan program rejuvenasi untuk memperbarui fasilitas, menata tenant, dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Dalam aspek sumber daya manusia, perseroan memperkuat program rekrutmen berbasis kompetensi, beasiswa pendidikan, dan inisiatif kesejahteraan karyawan. Jasa Marga juga mendorong inklusivitas lintas generasi dan kesetaraan gender melalui berbagai program pengembangan talenta. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berdaya saing.

Dari sisi lingkungan dan sosial, perseroan menjalankan program TJSL, green rest area, pengolahan air, pengelolaan limbah, hingga dukungan bagi UMKM lokal. Jasa Marga juga mengadopsi inisiatif green toll road, pemanfaatan energi terbarukan, dan fasilitas kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi ESG. Perseroan optimistis strategi tersebut akan memperkuat pertumbuhan berkelanjutan pada 2026 melalui penguatan fundamental keuangan dan layanan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!