Bursa Efek Indonesia mencatat pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga 20 Mei 2026, jumlah investor baru mencapai 7,4 juta orang, menandakan minat masyarakat terhadap instrumen investasi semakin kuat. Penjabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan data tersebut dalam Jogja Financial Festival, Sabtu, 23 Mei 2026. Menurut dia, kenaikan itu menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap pasar modal masih terjaga.
Jeffrey menuturkan, total investor pasar modal kini telah menyentuh 27,4 juta orang. Dalam lima tahun terakhir, jumlah itu tumbuh sekitar 17 juta dibandingkan posisi pada 2020. Ia menilai perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap skema investasi di pasar modal. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan optimisme publik terhadap prospek ekonomi nasional.
Pertumbuhan investor pasar modal
Jeffrey menjelaskan, pertumbuhan investor baru pada 2026 menjadi sinyal bahwa pasar modal masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat. Menurutnya, minat tersebut tidak muncul tanpa alasan, karena publik mulai memahami risiko dan potensi imbal hasil investasi secara lebih baik. Ia menilai edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan memberi dampak nyata terhadap partisipasi investor ritel. Hal itu terlihat dari kenaikan jumlah investor yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
Ia juga menyebut, peningkatan jumlah investor menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap pasar modal semakin terbuka. Perkembangan teknologi dan kemudahan membuka rekening efek ikut mendorong pertumbuhan tersebut. Selain itu, masyarakat kini lebih mudah memperoleh informasi terkait produk investasi melalui berbagai kanal digital. Situasi ini membuat pasar modal semakin dekat dengan investor pemula.
Menurut Jeffrey, pertumbuhan investor yang konsisten adalah modal penting bagi penguatan ekosistem pasar modal Indonesia. Ia menilai kehadiran investor baru membantu memperluas basis partisipasi publik dalam aktivitas investasi. Dengan basis investor yang lebih besar, likuiditas pasar juga berpeluang semakin baik. Karena itu, BEI terus mendorong literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah.
Kepercayaan publik menguat
Jeffrey menegaskan, kepercayaan publik terhadap pasar modal masih berada di jalur positif. Ia mengatakan optimisme masyarakat terlihat dari meningkatnya minat berinvestasi meski kondisi global masih penuh ketidakpastian. Menurut dia, pasar modal tetap dipandang sebagai salah satu sarana untuk menumbuhkan kekayaan dalam jangka panjang. Pandangan itu turut mendorong masuknya investor baru ke pasar.
Ia menambahkan, kepercayaan tersebut berkaitan erat dengan persepsi masyarakat terhadap stabilitas pasar. Ketika publik melihat pasar modal bergerak sejalan dengan dinamika ekonomi, minat untuk berinvestasi ikut menguat. Jeffrey menyebut hubungan itu sebagai faktor penting yang menjaga partisipasi investor tetap tinggi. Dalam pandangannya, pasar modal yang sehat akan selalu menarik bagi masyarakat.
BEI menilai perkembangan ini harus dijaga melalui edukasi yang berkelanjutan dan perlindungan investor yang memadai. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan jumlah investor tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat berinvestasi secara lebih bijak. BEI pun terus mengajak publik untuk berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Pasar modal dan ekonomi
Jeffrey mengatakan, pergerakan pasar modal pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari kondisi perekonomian nasional. Ketika ekonomi menunjukkan pertumbuhan, pasar modal cenderung mendapat sentimen yang lebih positif. Sebaliknya, perubahan pada iklim ekonomi juga akan tercermin pada dinamika perdagangan saham. Hubungan inilah yang menurutnya membuat pasar modal menjadi indikator penting bagi kepercayaan publik.
Ia menilai, pertumbuhan investor dalam lima tahun terakhir memperlihatkan bahwa masyarakat semakin memahami kaitan antara investasi dan ekonomi. Semakin banyak warga yang masuk ke pasar modal, semakin besar pula potensi partisipasi publik dalam pembiayaan ekonomi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa pasar modal tidak lagi dipandang sebagai ruang investasi terbatas. Pasar modal kini semakin diterima sebagai bagian dari perencanaan keuangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jeffrey menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan tersebut. BEI akan terus memperluas edukasi pasar modal agar jumlah investor baru tetap bertambah secara sehat. Ia berharap kepercayaan publik yang sudah terbentuk dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan industri ke depan. Dengan begitu, pasar modal dapat berperan lebih besar dalam mendukung ekonomi Indonesia.
