Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru Konektivitas Digital

Teknologi BRH 23 Mei 2026 03:12 WIB 7
Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru Konektivitas Digital

Industri satelit nasional dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, integrasi kecerdasan buatan, serta menguatnya isu kedaulatan digital di tengah dinamika geopolitik global. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam ekosistem satelit di kawasan Asia Pasifik.

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia periode 2026-2029, Risdianto Yuli Hermansyah, menegaskan peran satelit kini tidak lagi sekadar pelengkap jaringan terestrial. Menurutnya, satelit telah menjadi bagian penting dari ketahanan infrastruktur digital nasional.

Satelit dan Konektivitas Nasional

Risdianto menyebut industri satelit terus berkembang seiring kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Ia menilai satelit kini turut mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional secara lebih luas.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, saat membahas arah perkembangan industri satelit nasional. Menurut dia, kebutuhan layanan digital yang makin kompleks menuntut ekosistem konektivitas yang lebih tangguh.

Dalam pandangannya, satelit tidak bisa lagi diposisikan hanya sebagai cadangan jaringan. Teknologi ini telah menjadi simpul penting dalam menjaga akses komunikasi, terutama ketika jaringan darat menghadapi keterbatasan.

Modal Geografis Indonesia

Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Kondisi tersebut menjadi modal kuat untuk mengembangkan teknologi dan layanan berbasis satelit.

Selain faktor geografis, populasi besar dan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat juga memperluas potensi pasar domestik. Situasi ini dinilai memberi ruang bagi industri untuk tumbuh lebih cepat dan lebih matang.

Risdianto menilai Indonesia sudah memiliki pengalaman industri yang cukup baik di sektor ini. Karena itu, penguatan ekosistem nasional perlu diarahkan agar nilai tambahnya dapat dinikmati di dalam negeri.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

Pengembangan industri satelit nasional dinilai membutuhkan integrasi antara industri, riset, talenta digital, dan kebijakan pemerintah. Tanpa kerja sama lintas sektor, pertumbuhan industri dikhawatirkan berjalan tidak berkelanjutan.

Risdianto menegaskan bahwa modal Indonesia sejatinya cukup besar, mulai dari kebutuhan pasar hingga sumber daya manusia. Namun, seluruh potensi tersebut harus disatukan dalam strategi jangka panjang yang konsisten.

Ia juga menilai dukungan regulasi yang adaptif menjadi elemen penting dalam menjaga daya saing. Dengan kerangka kebijakan yang tepat, industri satelit nasional dapat berkembang lebih sehat di tengah perubahan teknologi.

Tantangan Global dan Peluang

Di tingkat global, industri satelit menghadapi tantangan baru, mulai dari berkembangnya konstelasi satelit hingga integrasi jaringan satelit dan seluler. Ancaman keamanan siber dan isu keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa juga ikut menjadi perhatian.

Risdianto menilai kedaulatan digital kini menjadi isu penting bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Karena itu, penguatan kapasitas nasional perlu dilakukan agar industri domestik tidak tertinggal dalam persaingan global.

Ke depan, ia memprediksi AI, cloud, Internet of Things, fixed broadband, jaringan seluler, dan satelit akan semakin terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Kondisi ini membuka peluang baru, tetapi juga menuntut kesiapan infrastruktur, regulasi, talenta, dan investasi yang lebih adaptif.

Isu-isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Asia Pacific Satellite Conference 2026 atau APSAT 2026 di Fairmont Jakarta pada 12-13 Mei 2026. Konferensi internasional edisi ke-22 itu dihadiri pemerintah, regulator, operator satelit, akademisi, dan mitra internasional dari kawasan Asia Pasifik.

Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional. Kehadiran para pemangku kepentingan menandakan besarnya perhatian terhadap masa depan industri satelit nasional.

Bagi Indonesia, forum semacam ini menjadi ruang penting untuk memperkuat arah kebijakan dan kolaborasi industri. Di tengah kebutuhan konektivitas yang terus tumbuh, satelit dipandang semakin strategis untuk mendukung ketahanan nasional dan pembangunan digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!