Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru Digital

Teknologi Moh. Royhan Nahado 25 Mei 2026 15:48 WIB 2
Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru Digital

Industri satelit nasional dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, integrasi kecerdasan buatan, dan isu kedaulatan digital di tengah dinamika geopolitik global. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam ekosistem satelit di Asia Pasifik.

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia periode 2026-2029, Risdianto Yuli Hermansyah, menegaskan bahwa satelit kini bukan lagi sekadar pelengkap jaringan terestrial. Menurut dia, satelit telah menjadi bagian penting dari ketahanan infrastruktur digital nasional.

Peran Satelit Semakin Strategis

Risdianto menyebut industri satelit terus berkembang mengikuti kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Peran satelit kini tidak hanya mendukung layanan komunikasi, tetapi juga menjaga ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional.

Ia menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, dalam rangkaian konferensi Asia Pacific Satellite Conference 2026. Menurut dia, perubahan kebutuhan digital membuat satelit memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Perkembangan tersebut mendorong pelaku industri untuk menata ulang strategi bisnis dan teknologi. Di sisi lain, pemerintah juga didorong memberi dukungan kebijakan agar ekosistem satelit nasional tetap kompetitif.

Modal Indonesia Di Kancah Satelit

Posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menjadi modal strategis bagi pengembangan layanan berbasis satelit. Kondisi itu membuat kebutuhan konektivitas di wilayah luas dan tersebar menjadi sangat relevan untuk dijawab oleh teknologi satelit.

Risdianto menilai Indonesia juga memiliki populasi besar yang terus mendorong permintaan akses digital. Selain itu, pengalaman pelaku industri yang cukup matang menjadi modal tambahan untuk mempercepat pengembangan sektor ini.

Ia menekankan pentingnya integrasi antara industri, riset, talenta digital, dan kebijakan pemerintah dalam satu strategi berkelanjutan. Menurut dia, tanpa kolaborasi yang kuat, pertumbuhan industri satelit akan sulit mencapai hasil optimal.

Kedaulatan Digital Jadi Sorotan

Industri satelit global kini menghadapi tantangan baru, mulai dari berkembangnya konstelasi satelit hingga integrasi jaringan satelit dan seluler. Tantangan lain yang ikut mencuat adalah ancaman keamanan siber dan isu keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa.

Risdianto menilai kedaulatan digital menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Karena itu, penguatan kapasitas nasional dinilai penting agar industri satelit domestik mampu tumbuh sehat di tengah persaingan global.

Ia menegaskan bahwa kapasitas nasional harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari teknologi, regulasi, hingga sumber daya manusia. Dengan fondasi tersebut, Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi perubahan lanskap industri satelit dunia.

AI Dan Ekosistem Digital

Ke depan, Risdianto memprediksi teknologi AI, cloud, Internet of Things, fixed broadband, jaringan seluler, dan satelit akan semakin terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Perpaduan itu membuka peluang baru bagi industri, sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur dan regulasi yang adaptif.

Menurut dia, integrasi teknologi tersebut akan mendorong efisiensi layanan dan memperluas cakupan konektivitas di Indonesia. Namun, peluang itu hanya dapat dimaksimalkan jika investasi dan pengembangan talenta berjalan seimbang.

Isu-isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam APSAT 2026 yang digelar ASSI di Fairmont Jakarta pada 12-13 Mei 2026. Konferensi internasional edisi ke-22 itu dihadiri pemerintah, regulator, operator satelit, akademisi, dan mitra internasional dari Asia Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!