Industri Satelit Nasional Masuk Babak Baru di Era AI

Teknologi BRH 24 Mei 2026 09:57 WIB 7
Industri Satelit Nasional Masuk Babak Baru di Era AI

Industri satelit nasional dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, integrasi kecerdasan buatan, dan isu kedaulatan digital di tengah dinamika geopolitik global. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di ekosistem satelit Asia Pasifik. Peran satelit kini tidak lagi sekadar pelengkap jaringan terestrial, tetapi menjadi bagian penting dari ketahanan infrastruktur digital nasional.

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia periode 2026-2029, Risdianto Yuli Hermansyah, menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa kebutuhan layanan digital yang semakin luas membuat satelit memiliki fungsi strategis bagi konektivitas nasional. Penguatan sektor ini dinilai penting agar Indonesia mampu menjawab tantangan layanan digital yang terus berkembang.

Industri Satelit dan Konektivitas

Risdianto menilai industri satelit terus berkembang seiring kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Menurut dia, satelit kini tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional. Kondisi itu membuat sektor satelit semakin relevan dalam peta pembangunan digital Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal strategis sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Karakter geografis tersebut menjadikan satelit sebagai solusi penting untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat. Dengan populasi besar dan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, pasar domestik disebut masih sangat potensial.

Selain modal pasar, Indonesia juga dinilai memiliki pengalaman industri yang cukup matang. Pengalaman itu menjadi bekal untuk mendorong pengembangan teknologi dan layanan berbasis satelit. Namun, pertumbuhan sektor ini tetap memerlukan arah kebijakan yang konsisten dan terukur.

Risdianto menegaskan perlunya integrasi antara industri, riset, talenta digital, dan kebijakan pemerintah. Menurut dia, keempat unsur itu harus bergerak dalam satu strategi berkelanjutan agar industri satelit nasional dapat tumbuh sehat. Tanpa sinergi tersebut, potensi besar yang dimiliki Indonesia dikhawatirkan tidak akan termanfaatkan optimal.

Satellit untuk Indonesia Emas

Peran satelit juga dinilai semakin strategis untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Sektor ini dapat memperluas konektivitas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Dengan jangkauan yang lebih luas, layanan digital di daerah terpencil berpeluang menjadi lebih merata.

Selain untuk konektivitas, satelit juga dipandang penting bagi ketahanan nasional. Teknologi ini dapat mendukung komunikasi maritim, pengawasan wilayah, hingga mitigasi bencana. Dalam situasi darurat, infrastruktur satelit dapat menjadi penopang layanan yang lebih andal.

Risdianto menilai kebutuhan konektivitas yang merata akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, penguatan sektor satelit perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan transformasi digital Indonesia.

Ia menyebut kontribusi industri satelit tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis bagi pemerataan ekonomi digital. Saat akses komunikasi membaik, aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di daerah dapat meningkat. Efek berantai inilah yang membuat satelit memiliki nilai penting bagi pembangunan jangka panjang.

Tantangan Satelit Global

Di sisi lain, industri satelit global menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan konstelasi satelit, integrasi jaringan satelit dan seluler, serta ancaman keamanan siber menjadi isu utama. Selain itu, keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa juga mulai mendapat perhatian lebih besar.

Risdianto menilai tantangan tersebut menuntut kesiapan yang lebih kuat dari setiap negara. Indonesia perlu memiliki kapasitas yang memadai agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Kesiapan itu mencakup teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia.

Isu kedaulatan digital turut menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam konteks ini, penguatan kapasitas nasional dinilai penting agar industri satelit domestik dapat tumbuh sehat. Tanpa fondasi yang kuat, posisi Indonesia di pasar regional dapat tertekan oleh pemain besar internasional.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kapasitas nasional harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas riset perlu memiliki arah yang sama dalam memperkuat ekosistem satelit. Dengan demikian, Indonesia bisa lebih siap menghadapi perubahan teknologi dan persaingan global.

Ekosistem Digital Terpadu

Risdianto memprediksi teknologi kecerdasan buatan, cloud, Internet of Things, fixed broadband, jaringan seluler, dan satelit akan semakin terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Integrasi itu membuka peluang baru bagi industri dan layanan digital. Namun, peluang tersebut juga menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih adaptif.

Menurut dia, perubahan ekosistem digital akan menuntut regulasi yang lebih responsif. Kebijakan yang lambat beradaptasi berisiko menghambat pertumbuhan inovasi. Karena itu, penyesuaian aturan perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.

Kesiapan talenta digital juga disebut menjadi faktor penting dalam menghadapi transformasi tersebut. Industri membutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknologi satelit, AI, dan integrasi jaringan. Tanpa tenaga ahli yang memadai, pengembangan ekosistem digital akan berjalan lebih lambat.

Isu-isu itu menjadi pembahasan utama dalam Asia Pacific Satellite Conference 2026 atau APSAT 2026 di Fairmont Jakarta pada 12-13 Mei 2026. Konferensi internasional edisi ke-22 itu mengangkat tema The Future of Satellite Ecosystems: Importance of Sovereignty, AI, Innovation and Technological Integration. Acara tersebut dihadiri pemerintah, regulator, operator satelit, akademisi, dan mitra internasional dari Asia Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!