IHSG berakhir turun ke level 6.969 pada penutupan hari itu. Penurunan tersebut membuat indeks tergerus 204 poin atau 2,86 persen. Nilai transaksi mencapai Rp36 triliun dengan volume 56,34 miliar saham dan frekuensi perdagangan 2,82 juta kali.
Sebelumnya, IHSG sempat dibuka di zona hijau pada 7.182. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.186 selama sesi perdagangan. Namun tekanan jual berlanjut hingga penutupan di 6.969.
Dari total saham yang diperdagangkan, 133 naik, 575 turun, dan 108 stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan aliran kuat di kalangan pelaku pasar terhadap emiten berkapitalisasi besar. Investor sebaiknya meninjau kembali portofolio untuk menilai eksposur risiko.
Koreksi Saham Konglomerat
Sejumlah saham milik konglomerat mengalami pelemahan signifikan. CDIA turun 4,17% menjadi Rp1.035 per saham, dan BREN terdepresiasi 11,83% menjadi Rp4.100. PTRO juga turun 7,76% ke Rp5.050.
DSSA milik Sinar Mas turun 14,94% menjadi Rp1.310. VKTR turun 5,43% menjadi Rp870. BNBR melorot 14,50% ke Rp176.
PANI turun 6,78% menjadi Rp8.600. CBDK melorot 6,67% ke Rp4.620. Koreksi tersebut memperpanjang tekanan pada kelompok konglomerat.
Informasi Tambahan
Terakhir, analisis pasar menunjukkan adanya minat terhadap beberapa peluang saat IHSG turun. Video analisis terkait Danantara dinilai relevan bagi pembaca yang ingin memahami pola pembelian besar. Konten tersebut dapat menjadi referensi dalam mempertimbangkan strategi investasi.
Video berjudul Alasan Danantara Rajin Borong Saham saat IHSG Anjlok menjadi sorotan. Konten ini mengulas alasan investor institusional masuk pasar pada saat koreksi. Penonton diimbau menilai konteksnya dengan hati-hati dan sesuai profil risiko.
Simak juga video terkait di laman berita untuk gambaran lebih luas. Pembaca dapat mengecek pembahasan detail mengenai dinamika minat beli. Penjelasan video ini melengkapi laporan pasar pada hari itu.
