IHSG Tutup di 6.969, Emiten Konglomerat Terkoreksi

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 13 Mei 2026 21:08 WIB 8
IHSG Tutup di 6.969, Emiten Konglomerat Terkoreksi

IHSG ditutup melemah 204 poin, atau 2,86 persen, di level 6.969 pada Jumat, 8 Mei 2026, di Bursa Efek Indonesia. Indeks dibuka di zona hijau di 7.182 dan sempat menyentuh tertinggi harian di 7.186 sebelum akhirnya berakhir lebih rendah. Nilai transaksi pada hari itu mencapai sekitar Rp36 triliun dengan 56,34 miliar lembar saham diperdagangkan melalui sekitar 2,82 juta kali transaksi.

Lead yang menarik terpantul pada pergerakan indeks hari itu, dengan mayoritas saham berada di wilayah merah. IHSG juga memperlihatkan dinamika antara sesi positif dan negatif yang berujung pada penutupan rendah. Sementara itu, 133 saham menguat, 575 melemah, dan 108 stagnan sepanjang hari perdagangan.

Penutupan IHSG

Penutupan IHSG pada Jumat mencerminkan pelemahan yang cukup luas. IHSG ditutup di level 6.969, turun 204 poin, atau 2,86 persen, dibanding penutupan kemarin. Indeks sempat mencatat level tertinggi harian di 7.186 sebelum akhirnya menutup lebih rendah.

Nilai transaksi pada hari itu mencapai sekitar Rp36 triliun. Lembar saham yang diperdagangkan mencapai 56,34 miliar lembar melalui sekitar 2,82 juta kali transaksi. Kehilangan daya dorong memicu tekanan jual pada banyak sektor.

Dari sisi konstituen, 133 saham menguat, 575 melemah, dan 108 stagnan. Beberapa indeks saham utama membagi arah, dengan mayoritas tertahan di wilayah merah. Kondisi likuiditas tetap moderat meski indeks tergelincir.

Konglomerat terkoreksi

Mengelola portofolio kelas atas, saham milik konglomerat menjadi penekan utama IHSG. CDIA turun 4,17 persen ke Rp1.035 per saham, sementara BREN anjlok 11,83 persen menjadi Rp4.100. Penurunan tersebut menambah beban pada perdagangan hari itu.

Lainnya, DSSA turun 14,94 persen menjadi Rp1.310. VKTR turun 5,43 persen ke Rp870, BNBR turun 14,5 persen ke Rp176. Pergerakan harga di emiten-emiten ini memperburuk sentimen pasar.

Selain itu, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) turun 6,78 persen menjadi Rp8.600, dan CBDK turun 6,67 persen menjadi Rp4.620. Kedua emiten tersebut menambah tekanan pada sektor properti dan konstruksi. Analis menilai volatilitas pasar masih tinggi meski beberapa saham besar mulai menunjukkan rekomposisi portofolio.

Transaksi dan Saham

Transaksi hari itu mencerminkan likuiditas yang relatif kuat meski IHSG melemah. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp36 triliun dengan volume 56,34 miliar lembar saham dan 2,82 juta transaksi. Investor terlihat cermat dalam memilih saham berkapitalisasi besar untuk posisi jangka pendek.

Dari sisi pergerakan harga, 133 saham menguat, 575 melemah, dan 108 stagnan. Rasio ini menunjukkan dominasi tekanan jual terhadap banyak saham berkapitalisasi besar. Pemain pasar dianjurkan menjaga kehati-hatian karena volatilitas pasar yang masih tinggi.

Beberapa saham unggulan yang menjadi acuan pasar mengalami koreksi beragam. Konglomerat lain seperti CDIA, BREN, DSSA, VKTR, BNBR, PANI, dan CBDK menunjukkan penurunan. Analisis pasar menilai respons terhadap kabar keuangan dan kondisi global akan mempengaruhi arah pergerakan selanjutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!