IHSG Tertekan Menjelang Pidato KEM-PPKF Prabowo

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 22 Mei 2026 23:00 WIB 6
IHSG Tertekan Menjelang Pidato KEM-PPKF Prabowo

IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, seiring pelaku pasar menanti penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF APBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di DPR. Pada awal sesi, indeks langsung turun ke level 6.352,2 dan terus bergerak di zona merah.

Menjelang pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.342 atau melemah 28,66 poin setara 0,45 persen. Tekanan jual juga terlihat dari mayoritas saham yang bergerak turun, sementara pasar mencermati arah kebijakan fiskal yang akan disampaikan pemerintah.

IHSG Tertekan Sejak Pembukaan

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan sentimen yang rapuh. Indeks sempat anjlok hingga 6.282,15, yang menjadi level terendah sepanjang tahun berjalan. Kondisi ini menandai tekanan yang masih kuat di pasar saham domestik.

Secara year to date, IHSG tercatat telah melemah 26,68 persen. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan yang terjadi sejak awal tahun. Pelaku pasar tampak berhati-hati menunggu sinyal baru dari kebijakan pemerintah.

Di tengah pelemahan indeks, aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif. Data RTI menunjukkan volume transaksi pagi ini mencapai 2 miliar saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp1 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 152.629 kali.

Mayoritas Saham Bergerak Turun

Tekanan pada IHSG tercermin dari pergerakan mayoritas saham yang melemah. Sebanyak 348 saham tercatat turun, sedangkan 165 saham menguat dan 170 saham stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan dominasi sentimen negatif di bursa.

Situasi pasar pada pembukaan perdagangan menunjukkan investor cenderung mengambil sikap wait and see. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal dan prospek ekonomi membuat sebagian pelaku pasar memilih menahan transaksi. Hal itu ikut menahan penguatan indeks secara keseluruhan.

Meski demikian, transaksi tetap tersebar di berbagai sektor. Aktivitas beli dan jual yang masih tinggi menandakan pasar masih likuid. Namun, tekanan jual yang dominan membuat pergerakan IHSG belum mampu keluar dari zona merah.

Pasar Menanti Arahan Fiskal

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada penyampaian KEM-PPKF APBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Sidang V tahun 2025-2026. Investor menilai pidato itu berpotensi memberi petunjuk penting bagi arah ekonomi nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pidato Presiden akan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Menurut dia, momentum tersebut ingin digunakan untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa. Pesan itu juga ditujukan untuk memperkuat komitmen dalam mengelola perekonomian negara.

Prasetyo mengatakan pemerintah ingin memanfaatkan momen tersebut agar seluruh pihak memiliki pandangan yang sejalan. Ia menegaskan pentingnya menjaga perekonomian bangsa secara bersama-sama. Pernyataan ini menjadi salah satu faktor yang ikut dicermati pasar sebelum pidato disampaikan.

Prospek Pergerakan IHSG

Pelaku pasar kini menunggu apakah isi KEM-PPKF akan memberi dorongan positif bagi sentimen bursa. Bila kebijakan fiskal dinilai propertumbuhan dan menjaga stabilitas, IHSG berpeluang merespons lebih baik. Sebaliknya, jika pasar menilai arahan belum cukup kuat, tekanan jual bisa berlanjut.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung selektif pada saham-saham dengan fundamental kuat. Sektor yang sensitif terhadap belanja negara dan arah ekonomi biasanya menjadi perhatian utama. Namun, keputusan investasi tetap bergantung pada respons pasar setelah pidato selesai disampaikan.

Pergerakan IHSG sepanjang pagi ini menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase penuh antisipasi. Data perdagangan yang aktif menunjukkan minat pelaku pasar masih tinggi meski indeks melemah. Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh isi pidato fiskal pemerintah dan respons investor terhadap sinyal kebijakan tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!