IHSG Terkoreksi 1,43% pada Penutupan Sesi I

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 14 Mei 2026 03:50 WIB 7
IHSG Terkoreksi 1,43% pada Penutupan Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada penutupan sesi I perdagangan Selasa, 12 Mei, setelah sempat menguat sekitar 1% di pembukaan. IHSG berakhir turun 1,43% ke level 6.807,12, menandai pelemahan yang meluas di pasar saham domestik. Aksi jual bersih investor asing menjadi faktor utama di balik penurunan tersebut.

Pada pembukaan, IHSG sempat menguat sekitar 1% ke level 6.977,28, namun momentum tersebut gagal bertahan hingga penutupan sesi I. Data perdagangan menunjukkan 456 saham melemah, 192 menguat, dan 166 stagnan, menyiratkan sentimen risk-off yang mendominasi. Stockbit mencatat net foreign sell sebesar Rp653,44 miliar sepanjang sesi I, dengan aksi jual total Rp2,63 triliun.

Pergerakan IHSG

Selama sesi I, 456 saham melemah, 192 menguat, dan 166 stagnan. Penurunan mayoritas saham terjadi akibat aksi jual bersih investor asing sepanjang periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang meluas pada pasar saham domestik.

Pelemahan dipicu aksi jual asing yang membebani beberapa saham unggulan. Berdasarkan data Stockbit, net foreign sell sepanjang sesi I tercatat sebesar Rp653,44 miliar, dengan DSSA menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp105,69 miliar. ANTM dan BMRI menempati urutan berikutnya dengan net sell masing-masing Rp100,61 miliar dan Rp79,54 miliar. Total net foreign sell mencerminkan tekanan pada beberapa saham unggulan.

Meski IHSG terkoreksi, asing juga membeli sejumlah saham yang dipilih. Telkom Indonesia (TLKM) menjadi emiten dengan net foreign buy terbesar sebesar Rp25,17 miliar. ADRO dan BBCA mengikuti dengan net buy masing-masing Rp22,26 miliar dan Rp19,43 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya selektifitas investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Aksi Asing Hari Ini

Aksi asing di pasar saham menunjukkan campuran jual beli sepanjang sesi. Total net foreign buy dan sell menggambarkan dinamika aliran modal yang berubah-ubah. Pelaku pasar mendorong volatilitas yang masih tinggi meski beberapa emiten menunjukkan minat beli.

Secara keseluruhan, net foreign sell mencapai Rp653,44 miliar sepanjang sesi I, sementara nilai foreign sell mencapai Rp2,63 triliun. Nilai jual bersih tersebut menambah tekanan pada indeks, meski ada pergeseran pada sejumlah saham. TLKM, ADRO, dan BBCA menjadi contoh pembelian bersih asing yang mengimbangi sebagian pelepasan.

TLKM menjadi top net foreign buy dengan Rp25,17 miliar. ADRO dan BBCA juga tercatat net buy masing-masing Rp22,26 miliar dan Rp19,43 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya selektifitas investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Porsi Net Buy

Porsi net buy asing terlihat konsisten pada saham berkapitalisasi besar. TLKM menjadi sorotan dengan net buy sebesar Rp25,17 miliar. ADRO dan BBCA juga mencatat net buy masing-masing Rp22,26 miliar dan Rp19,43 miliar.

Di sisi lain, DSSA, ANTM, BMRI menjadi fokus net sell dengan total sekitar Rp285,84 miliar. Jumlah ini mencerminkan tekanan jual yang terfokus pada emiten grup Sinar Mas dan sektor tambang. Meskipun ada pembelian pada beberapa emiten besar, arus modal keseluruhan tetap condong ke jual.

Analisis menunjukkan arus modal asing tetap fluktuatif, mengikuti sentimen kebijakan dan data ekonomi. Investor domestik menilai peluang di sela koreksi pasar. Perdagangan sesi I menggambarkan dinamika harga yang responsif terhadap berita.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!