IHSG Rebound ke 6.162 Usai Tertekan Delapan Hari

Forex & Saham Gilang Nabaris 25 Mei 2026 18:34 WIB 3
IHSG Rebound ke 6.162 Usai Tertekan Delapan Hari

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, setelah melemah selama delapan hari beruntun. Berdasarkan data RTI Business, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu naik 1,10 persen dan ditutup di level 6.162,04.

Pada sesi perdagangan, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh 5.966,86 pada awal perdagangan, atau level terendah dalam lima tahun terakhir. Penguatan di akhir sesi terjadi di tengah mayoritas saham yang bergerak naik, meski tekanan pada sejumlah emiten energi konglomerasi masih terasa.

IHSG Kembali Menguat

Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan jual berkepanjangan. Indeks sempat bergerak di area rawan sebelum berbalik arah menjelang penutupan perdagangan.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk ke pasar saham. Kondisi ini membantu IHSG menutup sesi di atas level 6.100-an.

Meski demikian, penguatan harian belum sepenuhnya menghapus tekanan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Secara akumulatif sepanjang 2026, IHSG masih melemah 28,74 persen.

Dengan posisi itu, pasar saham Indonesia masih memerlukan sentimen yang lebih kuat untuk membentuk tren kenaikan yang berkelanjutan. Investor pun cenderung mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar sebagai penentu arah indeks.

Transaksi Bursa Tetap Ramai

Aktivitas perdagangan hari ini berlangsung cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp21,55 triliun, menandakan minat pelaku pasar masih terjaga.

Frekuensi perdagangan juga mencapai 1.970.653 kali sepanjang sesi. Data tersebut menunjukkan pasar tetap aktif meski indeks sempat tertekan pada awal perdagangan.

Ramainya transaksi menjadi salah satu faktor yang membantu pergerakan indeks bertahan di zona hijau. Likuiditas yang besar juga memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih responsif terhadap perubahan sentimen.

Di tengah volatilitas yang tinggi, investor institusi maupun ritel tampak sama-sama memanfaatkan peluang pada saham tertentu. Kondisi ini membuat bursa tetap bergerak dinamis hingga penutupan.

Sebagian Besar Saham Naik

Secara keseluruhan, mayoritas saham di pasar modal Indonesia ditutup menguat. Tercatat 449 saham naik, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

Komposisi tersebut menegaskan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh sebaran kenaikan yang cukup luas. Namun, kenaikan itu belum cukup kuat untuk menembus tekanan dari sejumlah saham utama.

Sentimen positif yang meluas biasanya menjadi modal penting bagi indeks untuk mempertahankan arah penguatan. Akan tetapi, pasar masih dibayangi kehati-hatian akibat fluktuasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Dalam kondisi seperti ini, arah IHSG kerap dipengaruhi oleh saham-saham dengan bobot besar di indeks. Karena itu, pergerakan beberapa emiten unggulan tetap menjadi fokus utama investor.

Sektor Energi Masih Tertekan

Meski IHSG menguat, tekanan masih terasa pada saham-saham konglomerasi di sektor energi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA, yang turun 10,66 persen ke Rp545 per saham.

Selain itu, PT Bayan Resources Tbk atau BYAN melemah 4,53 persen ke level Rp10.000 per saham. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga terkoreksi 3,74 persen ke Rp515 per saham.

Penurunan pada sejumlah emiten energi tersebut menunjukkan bahwa sektor ini masih menghadapi tekanan jual. Aksi ambil untung dan kehati-hatian pelaku pasar diduga ikut memengaruhi pergerakan harga saham.

Jika tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar berlanjut, laju penguatan IHSG berpotensi kembali tertahan. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati apakah rebound hari ini mampu berlanjut pada perdagangan berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!