IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 28 Mei 2026 14:58 WIB 2
IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, setelah melemah selama delapan hari beruntun. Indeks naik 1,10 persen ke level 6.162,04, meski sempat turun hingga 5.966,86 pada awal perdagangan, level terendah dalam lima tahun terakhir.

Penguatan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang tetap tinggi, dengan volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp21,55 triliun. Meski mayoritas saham bergerak naik, tekanan masih terasa pada saham-saham konglomerasi di sektor energi.

IHSG Kembali Menguat

Penguatan IHSG pada akhir perdagangan menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan panjang yang membebani pasar saham domestik. Kenaikan tersebut membawa indeks kembali ke area 6.100-an, yang sebelumnya sempat ditinggalkan akibat aksi jual beruntun.

Berdasarkan data RTI Business, pergerakan IHSG sepanjang sesi hari ini cukup volatil. Indeks sempat menyentuh titik terendah intraday sebelum akhirnya mampu berbalik arah dan ditutup di zona hijau.

Sentimen positif datang dari penguatan lebih banyak saham dibandingkan yang melemah. Tercatat 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan pada akhir perdagangan.

Meski demikian, posisi IHSG sepanjang 2026 masih berada di bawah tekanan besar. Secara akumulatif, indeks tercatat melemah 28,74 persen, sehingga pemulihan yang terjadi masih perlu dijaga konsistensinya.

Transaksi Pasar Tetap Ramai

Aktivitas perdagangan hari ini menunjukkan minat pelaku pasar masih cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham, menandakan likuiditas pasar tetap terjaga meskipun indeks sempat tertekan.

Nilai transaksi yang dibukukan juga tergolong besar, yakni Rp21,55 triliun. Angka tersebut mencerminkan bahwa investor masih aktif melakukan rotasi portofolio di tengah volatilitas pasar.

Frekuensi perdagangan sepanjang hari mencapai 1.970.653 kali. Data ini memperlihatkan bahwa saham-saham di bursa bergerak aktif dan tetap menarik perhatian investor ritel maupun institusi.

Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pasar untuk mempertahankan momentum penguatan. Namun, arah IHSG berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, arus dana asing, dan pergerakan saham berkapitalisasi besar.

Sektor Energi Masih Tertekan

Di tengah penguatan indeks, saham-saham konglomerasi sektor energi justru masih berada dalam tekanan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat beli belum merata di seluruh sektor.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA menjadi salah satu saham yang melemah paling dalam. Emiten milik Grup Sinar Mas itu turun 10,66 persen ke harga Rp545 per saham.

Tekanan juga dialami PT Bayan Resources Tbk atau BYAN yang terkoreksi 4,53 persen ke level Rp10.000 per saham. Saham ini termasuk salah satu emiten energi dengan bobot besar di pasar.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN milik Prajogo Pangestu turun 3,74 persen ke harga Rp515 per saham. Koreksi pada tiga saham tersebut memperlihatkan sektor energi masih menjadi pusat tekanan meski IHSG menutup hari dengan penguatan.

Prospek Pasar Masih Menantang

Pergerakan IHSG hari ini memberi gambaran bahwa pasar mulai mencoba bangkit, tetapi belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Reli yang terjadi masih rentan terhadap perubahan sentimen, terutama pada saham-saham unggulan.

Investor cenderung mencermati emiten dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi untuk menghadapi volatilitas lanjutan. Di sisi lain, saham sektor energi masih memerlukan dorongan sentimen yang lebih kuat agar kembali stabil.

Dengan posisi indeks yang masih terkoreksi cukup dalam sepanjang tahun berjalan, ruang penguatan tetap terbuka. Namun, pelaku pasar akan menunggu konfirmasi dari arus transaksi dan arah pergerakan saham-saham penggerak utama.

Jika tekanan jual mereda dan dukungan dari sektor besar meningkat, IHSG berpeluang mempertahankan rebound. Sebaliknya, tanpa dukungan yang merata, penguatan hari ini berisiko hanya menjadi pantulan teknikal sementara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!