IHSG Menguat ke 6.217,87, Saham Konglomerat Jadi Penopang

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 01 Juni 2026 15:27 WIB 6
IHSG Menguat ke 6.217,87, Saham Konglomerat Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat pada perdagangan sesi I, Jumat, 29 Mei, setelah ditopang penguatan sejumlah saham konglomerat. Berdasarkan data RTI Business, IHSG naik 1,43 persen ke level 6.217,87. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.230,50 sebelum penutupan sesi I. Perdagangan berlangsung aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp16,06 triliun.

Volume perdagangan pada sesi tersebut tercatat 22 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.328.702 kali. Penguatan indeks terutama datang dari saham-saham milik Prajogo Pangestu yang bergerak kompak di zona hijau. Beberapa di antaranya bahkan menyentuh auto reject atas atau ARA. Kondisi ini menjadi pendorong utama laju IHSG di tengah sentimen pasar yang positif.

IHSG Ditopang Saham Konglomerat

Penguatan IHSG pada sesi I tidak lepas dari kontribusi saham-saham berkapitalisasi besar. Saham konglomerat menjadi penggerak utama karena mencatat lonjakan harga secara bersamaan. Pergerakan tersebut membuat indeks lebih mudah bertahan di area penguatan. Sentimen pasar pun ikut terdorong oleh aksi beli pada sejumlah emiten unggulan.

Di antara saham yang menjadi sorotan, emiten energi dan petrokimia milik Prajogo Pangestu tampil paling dominan. Kenaikan yang terjadi bukan hanya terbatas pada satu emiten, melainkan merata di beberapa saham grup. Pola ini menunjukkan minat beli investor masih tinggi pada saham-saham tersebut. Aliran dana besar juga memperkuat pergerakan indeks selama sesi berlangsung.

Tekanan jual yang terbatas memberi ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Sejumlah analis pasar biasanya mencermati pola seperti ini sebagai sinyal perburuan saham-saham bertema konglomerasi. Meski demikian, pergerakan intraday tetap berpotensi berubah menjelang penutupan. Investor tetap perlu mencermati volatilitas yang dapat meningkat pada sesi berikutnya.

BREN Dan CUAN Melonjak

PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN menjadi salah satu penggerak terbesar setelah melonjak 25 persen ke harga Rp3.300 per saham. Kenaikan tersebut membawa saham ini menyentuh ARA pada perdagangan sesi I. Lonjakan BREN memberi kontribusi besar terhadap sentimen positif di sektor terkait. Minat investor terhadap saham ini terlihat sangat kuat sejak awal sesi.

Selain BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga mencatat penguatan tajam. Saham tersebut naik 24,75 persen ke level Rp630 per saham dan ikut menembus ARA. Kenaikan CUAN menambah daftar saham grup Prajogo Pangestu yang tampil agresif. Pergerakan ini mempertegas dominasi saham-saham konglomerat pada perdagangan hari ini.

PT Barito Pacific Tbk atau BRPT turut menguat signifikan sebesar 23,15 persen ke harga Rp1.915 per saham. Kinerja ini memperlihatkan bahwa investor tidak hanya memburu satu emiten, tetapi juga mengakumulasi saham terkait lainnya. Penguatan serentak pada beberapa saham utama memberi dorongan berlapis bagi IHSG. Situasi tersebut membuat sektor ini menjadi pusat perhatian pelaku pasar.

PTRO CDIA TPIA Kompak Naik

Di jajaran saham lain, PT Petrosea Tbk atau PTRO juga mencatat penguatan besar. Saham ini naik 20,59 persen ke level Rp4.510 per saham, sejalan dengan euforia pada saham grup yang sama. Kenaikan PTRO memperluas kontribusi positif ke pergerakan indeks. Investor tampak merespons prospek emiten tersebut dengan optimisme tinggi.

PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA ikut menguat 15,89 persen ke harga Rp875 per saham. Meski kenaikannya lebih rendah dibanding emiten lain, posisi CDIA tetap memberi tambahan tenaga bagi IHSG. Saham ini menunjukkan bahwa minat beli tidak hanya terkonsentrasi pada emiten terbesar. Penguatan berkelanjutan pada beberapa saham sekaligus memperkuat narasi pasar yang bullish.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA naik 1,05 persen ke harga Rp1.920 per saham. Meski kenaikannya lebih moderat, TPIA tetap berada di jalur positif pada sesi I. Kombinasi pergerakan sejumlah saham tersebut menjadi katalis penting bagi indeks. Jika momentum ini bertahan, IHSG berpeluang menutup perdagangan dengan hasil yang kuat.

Aktivitas Transaksi Tetap Tinggi

Selain penguatan harga saham, aktivitas perdagangan juga terpantau sangat ramai. Nilai transaksi yang menembus Rp16,06 triliun menunjukkan antusiasme investor masih tinggi. Volume 22 miliar saham dan frekuensi lebih dari 1,3 juta kali mengindikasikan pasar bergerak aktif. Kondisi ini menegaskan bahwa likuiditas pasar masih terjaga dengan baik.

Aktivitas besar pada sesi I biasanya mencerminkan masuknya minat beli pada saham-saham tertentu. Pada perdagangan hari ini, perhatian pelaku pasar terpusat pada emiten-emiten konglomerat yang melesat tajam. Lonjakan tersebut memberikan efek berantai ke indeks secara keseluruhan. IHSG pun mampu mempertahankan tren positif di tengah perdagangan yang dinamis.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan saham konglomerat dapat berlanjut hingga penutupan. Jika arus beli masih dominan, IHSG berpotensi menjaga momentum kenaikan. Namun, investor juga perlu memperhatikan potensi aksi ambil untung pada saham-saham yang sudah naik tinggi. Pergerakan lanjutan akan sangat ditentukan oleh sentimen dan minat beli pada sesi berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!