IHSG Melemah, Sejumlah Emiten Umumkan Buyback

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 12:42 WIB 3
IHSG Melemah, Sejumlah Emiten Umumkan Buyback

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 3,46 persen ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa, 19 Mei. Tekanan datang dari mayoritas sektor, sementara bursa global yang bergerak negatif ikut menambah beban pasar.

Di tengah koreksi itu, investor asing masih mencatatkan beli bersih, baik di pasar reguler maupun di seluruh pasar. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia, di saat rupiah bergerak di kisaran Rp17.705 per dolar AS.

IHSG dan Saham Emiten

Perdagangan saham pada Selasa berlangsung dalam tekanan yang cukup kuat. IHSG turun seiring pelemahan hampir seluruh sektor, kecuali sektor kesehatan yang masih mampu bertahan positif.

Sejumlah saham tetap mencatatkan penguatan di tengah koreksi pasar. SRAJ naik 9,06 persen, AMRT menguat 2,12 persen, dan BRIS bertambah 4,12 persen.

Di sisi lain, penurunan terdalam dialami DSSA yang terkoreksi 14,77 persen. MORA turun 9,51 persen, sedangkan BBCA melemah 2,86 persen.

Secara sektoral, sektor basic industry menjadi penekan terbesar dengan pelemahan 7,30 persen. Kondisi ini menunjukkan aksi jual terjadi hampir merata di pasar saham domestik.

Sentimen Global Menekan Pasar

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi sentimen eksternal yang kurang mendukung. Bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup melemah, sehingga minat risiko investor ikut tertahan.

Dow Jones turun 0,65 persen ke level 49.363. S&P 500 terkoreksi 0,67 persen menjadi 7.353, sementara Nasdaq melemah 0,84 persen ke posisi 25.870.

Pelemahan indeks global membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Kondisi ini biasanya mendorong investor untuk menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan data ekonomi berikutnya.

Di dalam negeri, perhatian tertuju pada rapat Bank Indonesia yang diperkirakan mengerek BI Rate menjadi 5,00 persen. Ekspektasi tersebut muncul di tengah tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.

Buyback Jadi Fokus Emiten

Sejumlah emiten memilih menjalankan aksi korporasi untuk menjaga kepercayaan pasar. DOID dan BEEF sama-sama mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback.

DOID menyiapkan dana maksimal US$6 juta atau sekitar Rp104,25 miliar untuk buyback. Perseroan akan menggunakan kas internal dan menargetkan pembelian hingga 320,77 juta saham.

Pelaksanaan aksi tersebut akan berlangsung bertahap setelah mendapat persetujuan dalam RUPS pada 24 Juni 2026. Batas akhirnya ditetapkan pada Juni 2027, dengan potensi penurunan jumlah saham beredar.

BEEF juga menyiapkan buyback dengan nilai maksimal Rp100 miliar melalui BCA Sekuritas. Perseroan menargetkan pembelian sekitar 333,33 juta saham, atau 4,10 persen dari total saham beredar.

ABMM dan Rekomendasi Saham

ABM Investama Tbk atau ABMM melaporkan laba bersih kuartal I-2026 sebesar US$14,88 juta. Angka itu turun 30,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan juga terkoreksi menjadi US$222,65 juta dari sebelumnya US$250,02 juta. Manajemen menyebut lonjakan harga bahan bakar minyak akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor penekan kinerja.

Harga minyak pada kuartal I-2026 tercatat mencapai US$101,38 per barel. Kondisi itu jauh lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di level US$57,42 per barel.

Untuk perdagangan hari ini, rekomendasi saham mencakup TLKM, ASPR, MYOR, SMIL, dan AMRT. Rekomendasi tersebut bersifat informatif dan tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!