IHSG Melemah ke 6.300-an, Investor Cermati Sentimen Pasar

Forex & Saham Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 21:38 WIB 7
IHSG Melemah ke 6.300-an, Investor Cermati Sentimen Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan terbaru dan turun hampir 4 persen ke level 6.300-an. Tekanan ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing, koreksi saham-saham konglomerat, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting nasional.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah sejak perdagangan Jumat (8/5), lalu kembali turun 3,46 persen ke level 6.370,67 pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Secara year to date, indeks saham acuan tersebut sudah terkoreksi 26,32 persen, sementara aksi net foreign sell tercatat Rp41,28 triliun per Senin (18/5).

Tekanan IHSG Makin Dalam

Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG telah terkoreksi 8,59 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar saham domestik.

Pelemahan indeks juga dipicu oleh koreksi tajam pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Banyak di antaranya bahkan terseret hingga menyentuh batas auto reject bawah pada penutupan perdagangan.

Di tengah kondisi tersebut, sentimen negatif dari pasar global dan domestik ikut memperburuk pergerakan indeks. Investor cenderung mengambil langkah defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan berikutnya.

Saham Konglomerat Tertekan

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu turun 14,75 persen ke harga Rp3.120 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melemah 13,33 persen ke Rp650 per saham.

Selain itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) terkoreksi 10,93 persen ke level Rp4.320 per saham. Dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ikut turun 14,77 persen ke harga Rp750 per saham.

Tekanan juga menimpa PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang melemah hingga 14,97 persen ke Rp1.590 per saham. Koreksi pada saham-saham unggulan ini menambah beban bagi pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Dasco Sidak ke BEI

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5). Langkah itu dilakukan untuk memantau pertumbuhan investor sekaligus menenangkan pasar yang sedang tertekan.

Dalam kunjungan tersebut, Dasco didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, dan COO BPI Danantara Dony Oskaria. Mereka membahas arah kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor.

Dasco menegaskan bahwa jumlah investor ritel terus bertumbuh dan berkembang. Ia juga meyakini fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk menopang penguatan bursa ke depan.

Pasar Menanti Kebijakan Baru

Phintraco Sekuritas mencatat setidaknya ada dua sentimen utama yang membebani IHSG pada perdagangan terbaru. Kedua sentimen tersebut berasal dari pidato Presiden Prabowo Subianto dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Investor menanti pidato Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR yang dijadwalkan pada Rabu (20/5). Dalam forum itu, Presiden akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Pada hari yang sama, BI juga akan mengumumkan hasil RDG terkait suku bunga acuan. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5 persen untuk meredam pelemahan rupiah.

Wacana Ekspor Jadi Sorotan

Selain dua agenda tersebut, pasar juga menyoroti wacana pemerintah untuk mengatur ekspor komoditas dalam satu badan khusus negara. Kebijakan itu dinilai berpotensi memengaruhi sejumlah komoditas utama seperti batu bara, CPO, dan mineral logam.

Investor khawatir pengaturan tersebut dapat membuka ruang pengendalian harga jual. Jika itu terjadi, marjin laba emiten berpotensi tertekan dan berdampak pada prospek kinerja perusahaan.

Di tengah beragam sentimen itu, pelaku pasar masih menunggu kepastian kebijakan sebelum kembali agresif masuk ke saham. Arah IHSG dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh respons investor terhadap keputusan pemerintah dan otoritas moneter.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!