IHSG Melemah Hampir 2% Saat Bursa Asia Menguat

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 25 Mei 2026 04:06 WIB 6
IHSG Melemah Hampir 2% Saat Bursa Asia Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2% pada sesi awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, ketika mayoritas bursa Asia justru bergerak menguat. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat dibuka di level 6.378,81, tetapi kemudian turun 1,94% ke posisi 6.196,80.

Pergerakan IHSG berlawanan dengan sentimen kawasan yang terdorong optimisme pasar terhadap perkembangan negosiasi perang antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan meredanya ketegangan geopolitik dinilai dapat menekan harga minyak dunia dan memperbaiki selera risiko investor.

IHSG Terkoreksi Di Awal

Tekanan pada IHSG muncul sejak awal perdagangan dan membuat indeks bergerak di zona merah. Penurunan ini terjadi meski pembukaan sempat menunjukkan penguatan sesaat.

Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG terkoreksi 1,94% ke level 6.196,80. Kondisi tersebut menandai pelemahan yang cukup dalam pada sesi pagi.

Di sisi lain, pasar saham domestik terlihat tidak mampu mengikuti arah penguatan bursa regional. Perbedaan arah ini menjadi sorotan pelaku pasar yang mencermati sentimen global.

Sentimen Global Dorong Asia

Mengutip CNBC, pasar Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis. Kenaikan itu sejalan dengan penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi investor terhadap potensi meredanya konflik.

Optimisme pasar juga berkaitan dengan peluang turunnya harga minyak dunia. Jika tekanan energi mereda, pasar saham dinilai berpotensi memperoleh ruang penguatan lebih lanjut.

Penguatan Terjadi Di Kawasan

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka naik 3,54% setelah rilis data perdagangan terbaru. Penguatan ini menunjukkan respons positif investor terhadap kombinasi data ekonomi dan sentimen eksternal.

Pasar Korea Selatan juga bergerak kuat, dengan Kospi menguat hingga 7% pada awal perdagangan. Sementara itu, Kosdaq tercatat naik 4,88% dan memperlihatkan minat beli yang tinggi.

Penguatan tidak hanya terjadi di Asia Timur, tetapi juga merembet ke Australia dan China. S&P/ASX 200 naik 1,62%, CSI 300 menguat 1,67%, dan Hang Seng bertambah 0,24%.

Prospek IHSG Masih Rawan

Meskipun sentimen global membaik, IHSG masih menghadapi tekanan dari faktor domestik dan regional. Investor cenderung berhati-hati saat volatilitas pasar masih tinggi.

Pergerakan yang berlawanan dengan bursa Asia menunjukkan minat risiko di pasar Indonesia belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat IHSG rawan berfluktuasi sepanjang perdagangan.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan lanjutan dari negosiasi AS-Iran serta respons pasar komoditas. Arah harga minyak dan pergerakan bursa global diperkirakan menjadi penentu sentimen berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!