Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2 persen pada awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, di tengah penguatan mayoritas bursa Asia. Berdasarkan data RTI Business, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu turun 1,94 persen ke level 6.196,80 setelah sempat dibuka menguat di 6.378,81.
Pergerakan IHSG berlawanan arah dengan pasar regional yang justru menguat menyusul optimisme atas perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tahap akhir pembicaraan perang dengan Iran disebut memicu harapan meredanya tensi geopolitik dan menekan ekspektasi harga minyak dunia.
IHSG Tertekan Pagi Ini
Tekanan terhadap IHSG terlihat sejak menit awal perdagangan, meski sempat bergerak positif saat pembukaan. Kondisi tersebut menunjukkan minat beli belum cukup kuat untuk mempertahankan penguatan indeks.
Data RTI Business mencatat IHSG terkoreksi 1,94 persen ke level 6.196,80. Posisi itu menandai pelemahan yang cukup dalam dibandingkan level pembukaan di 6.378,81.
Pergerakan negatif ini juga menempatkan IHSG berseberangan dengan tren pasar Asia. Ketika sejumlah bursa regional menguat, indeks di Indonesia justru masuk ke zona merah.
Bursa Asia Kompak Menguat
Pasar saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis, menurut data yang dikutip CNBC. Penguatan tersebut mengikuti kenaikan Wall Street setelah pernyataan Trump mengenai negosiasi dengan Iran.
Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,54 persen pada pembukaan perdagangan. Kenaikan itu turut didukung oleh rilis data perdagangan terbaru dari Jepang yang memperkuat sentimen pasar.
Di Korea Selatan, Kospi naik hingga 7 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, Kosdaq bertambah 4,88 persen dan mencerminkan optimisme investor yang meluas di kawasan tersebut.
Sentimen Pasar Dorong Optimisme
Optimisme investor muncul karena pasar menilai kemajuan negosiasi dapat mengurangi ketegangan di Timur Tengah. Jika tensi mereda, risiko terhadap pasokan energi global berpotensi ikut berkurang.
Ekspektasi meredanya konflik juga mendorong keyakinan bahwa harga minyak dunia dapat terkendali. Kondisi ini biasanya dipandang positif bagi aset berisiko, termasuk saham di kawasan Asia.
Meski demikian, respons pasar Indonesia belum sejalan dengan sentimen regional. Pelaku pasar tampaknya masih mencermati arah kebijakan global dan dampaknya terhadap pergerakan modal di domestik.
Daftar Penguatan Pasar Regional
Selain Jepang dan Korea Selatan, bursa Australia dan China juga mencatat kenaikan pada awal perdagangan. S&P/ASX 200 Australia naik 1,62 persen, sedangkan CSI 300 China menguat 1,67 persen.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng bergerak naik 0,24 persen dan ikut mempertegas nada positif di kawasan Asia. Penguatan tersebut menunjukkan pasar regional tengah merespons kabar geopolitik dengan sikap lebih optimistis.
Berikut ringkasan pergerakan indeks utama kawasan Asia pada pembukaan perdagangan Kamis ini.
- Nikkei 225 Jepang: naik 3,54 persen
- Kospi Korea Selatan: naik 7 persen
- Kosdaq Korea Selatan: naik 4,88 persen
- S&P/ASX 200 Australia: naik 1,62 persen
- CSI 300 China: naik 1,67 persen
- Hang Seng Hong Kong: naik 0,24 persen
