IHSG Melemah 2,76 Persen ke 6.144,35 pada Sesi I

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 15:49 WIB 2
IHSG Melemah 2,76 Persen ke 6.144,35 pada Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tajam pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (21/5), setelah sempat bergerak menguat di awal transaksi. Berdasarkan data RTI Business, indeks turun 2,76 persen ke level 6.144,35, dari posisi tertinggi intraday di 6.378,81.

Tekanan jual membuat mayoritas saham berakhir di zona merah, sementara sejumlah emiten bahkan terseret hingga auto reject bawah. Sepanjang sesi I, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 9,78 triliun, dengan volume perdagangan 19,91 miliar saham.

IHSG Terkoreksi Tajam

Pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan volatilitas yang tinggi sejak pembukaan perdagangan. Setelah sempat menguat, indeks berbalik arah dan masuk ke tekanan jual yang lebih besar.

Penurunan 2,76 persen menempatkan IHSG di level 6.144,35 saat jeda siang. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang belum stabil di tengah aksi jual pada banyak saham unggulan.

Secara tahunan, indeks saham domestik juga masih berada dalam tren pelemahan. Hingga periode ini, IHSG tercatat terkoreksi 28,94 persen sepanjang tahun berjalan.

Aktivitas Transaksi Menguat

Meski pasar melemah, aktivitas perdagangan tetap berlangsung ramai sepanjang sesi I. Data RTI Business menunjukkan volume transaksi mencapai 19,91 miliar saham.

Dari sisi nilai, perdagangan saham membukukan Rp 9,78 triliun hingga penutupan sesi pertama. Frekuensi transaksi juga tinggi, dengan 1.285.918 kali saham berpindah tangan.

Besarnya aktivitas itu menandakan minat pelaku pasar masih kuat, meski arah indeks cenderung menurun. Kondisi ini juga menunjukkan aksi jual berlangsung merata pada banyak sektor.

Mayoritas Saham Tertekan

Sepanjang sesi I, sebanyak 601 saham tercatat melemah, jauh melampaui saham yang menguat. Hanya 118 saham yang berhasil naik, sementara 94 saham bergerak stagnan.

Komposisi tersebut mempertegas dominasi tekanan jual di pasar. Ketimpangan jumlah saham melemah dan menguat membuat IHSG sulit mempertahankan posisi di zona hijau.

Di sisi lain, pelemahan indeks juga menekan sentimen investor ritel dan institusi. Saat pasar bergerak rapuh, saham-saham berkapitalisasi besar ikut menjadi penahan utama agar koreksi tidak lebih dalam.

Sejumlah Saham Masuk ARB

Sejumlah emiten tercatat jatuh hingga menyentuh auto reject bawah pada sesi I. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 14,95 persen ke Rp 165 per saham.

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melemah 14,72 persen ke Rp 695 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga terkoreksi 14,65 persen ke Rp 2.270 per saham.

Penurunan tajam turut dialami PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) yang melemah 14,39 persen ke Rp 565 per saham. Selain itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 13,50 persen ke Rp 705 per saham.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!