IHSG Berbalik Melemah, Saham Bank Besar Tertekan

Forex & Saham Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 03:24 WIB 2
IHSG Berbalik Melemah, Saham Bank Besar Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi I, Selasa (26/5), sebelum akhirnya ditutup melemah di zona 6.100-an. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat menguat ke 6.286,87, namun berbalik turun 0,91 persen ke level 6.149,68.

Perdagangan pagi itu juga diwarnai tekanan pada mayoritas saham perbankan besar, yang ikut menyeret pergerakan pasar. Total volume transaksi tercatat 15,32 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,12 triliun, sementara frekuensi perdagangan menyentuh 1.215.837 kali.

IHSG Tertekan Saham Bank

Pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan pasar masih sensitif terhadap aksi jual di saham berkapitalisasi besar. Setelah dibuka menguat, indeks saham domestik perlahan kehilangan tenaga dan masuk ke area merah.

Tekanan itu membuat IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen hingga menyentuh level 6.132,34. Kondisi tersebut menandakan minat beli belum cukup kuat untuk mempertahankan penguatan di awal perdagangan.

Meski begitu, pasar tetap memperlihatkan aktivitas yang tinggi, sehingga pelemahan indeks belum diiringi penurunan likuiditas. Hal ini mengindikasikan investor masih aktif melakukan penyesuaian portofolio pada saham pilihan.

Mayoritas Saham Ikut Melemah

Di lantai bursa, sebanyak 396 saham tercatat melemah, sedangkan 253 saham menguat dan 169 saham stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual masih lebih dominan pada sesi pertama perdagangan.

Kondisi ini sejalan dengan pelemahan IHSG yang gagal bertahan di level pembukaan. Investor tampak cenderung berhati-hati di tengah perubahan arah indeks yang cukup cepat.

Pergerakan yang tidak stabil sejak awal sesi memberi sinyal bahwa pasar masih mencari katalis baru. Tanpa dukungan sektor unggulan, indeks cenderung mudah tertekan oleh sentimen negatif sesaat.

Bank Besar Jadi Penekan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menjadi salah satu yang paling berat menekan indeks. Saham bank pelat merah itu turun 2,21 persen ke harga Rp 3.100 per saham.

Selain BBRI, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA juga terkoreksi 1,64 persen ke level Rp 6.000 per saham. Pelemahan dua emiten berkapitalisasi besar ini memberi tekanan tambahan pada IHSG.

Tekanan di saham perbankan besar biasanya berdampak langsung pada indeks acuan karena bobotnya yang signifikan. Akibatnya, pergerakan IHSG menjadi lebih rentan terhadap aksi jual pada kelompok saham tersebut.

Kinerja BBNI dan BMRI

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI juga ditutup melemah 1,54 persen ke harga Rp 3.830 per saham. Penurunan ini memperkuat gambaran bahwa sektor perbankan masih berada di bawah tekanan.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI turun tipis 0,47 persen ke level Rp 4.200 per saham. Meski penurunannya lebih kecil dibandingkan emiten lain, kontribusinya tetap menambah beban pada indeks.

Dengan mayoritas saham bank besar kompak terkoreksi, IHSG sulit mempertahankan momentum penguatan pada sesi I. Pelaku pasar kini menunggu arah perdagangan berikutnya untuk melihat apakah tekanan ini bersifat sementara atau berlanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!