IHSG Berbalik Arah Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Forex & Saham Gilang Nabaris 25 Mei 2026 09:49 WIB 4
IHSG Berbalik Arah Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik arah dan melemah tajam setelah pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG turun 2,25 persen ke level 6.227,41, setelah sebelumnya sempat menguat lebih dari 1 persen.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah respons pelaku pasar terhadap rencana pemerintah yang akan mengatur ekspor SDA melalui BUMN. Tekanan paling besar terlihat pada sektor basic industry, sementara sejumlah saham unggulan ikut terkoreksi dalam perdagangan hari ini.

IHSG dan sentimen pasar

IHSG mencatat perubahan arah yang cukup tajam dalam perdagangan intraday. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat menguat hingga level 6.459,55 sebelum kembali tertekan.

Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar yang sensitif terhadap kebijakan pemerintah di sektor komoditas. Investor tampak merespons cepat setiap sinyal yang berpotensi memengaruhi arus ekspor dan kinerja emiten terkait.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 135 saham menguat, 548 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Kondisi tersebut menegaskan dominasi tekanan jual di bursa.

Jika dihitung sepanjang 2026, IHSG tercatat melemah hingga 27,64 persen. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang masih dihadapi pasar modal domestik.

Sektor dasar paling tertekan

Sektor basic industry menjadi kelompok saham yang paling terpukul dalam pelemahan hari ini. Tekanan pada sektor tersebut tercatat mencapai 5,75 persen.

Beberapa emiten besar di sektor ini ikut mengalami penurunan yang signifikan. PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA bahkan menyentuh auto reject bawah setelah turun 14,74 persen ke Rp2.660 per saham.

Selain itu, PT Barito Pacific Tbk atau BRPT melemah 7,31 persen. PT Amman Mineral International Tbk atau AMMN juga terkoreksi 7,26 persen ke Rp2.950 per saham.

Pergerakan serentak di saham-saham tersebut memperlihatkan kuatnya tekanan jual di kelompok emiten berbasis komoditas. Pelaku pasar tampaknya menimbang ulang prospek bisnis setelah arah kebijakan ekspor diumumkan.

Kebijakan ekspor melalui BUMN

Dalam Sidang Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Kebijakan itu disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan ekspor dan memastikan hasilnya lebih luas bagi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN. Dengan skema ini, pemerintah ingin memperkuat kontrol negara atas komoditas strategis.

Komoditas yang disebut wajib melalui BUMN mencakup minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy. Aturan tersebut diharapkan membuat tata kelola ekspor lebih tertib dan terarah.

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah ingin mengakhiri praktik ekspor yang tidak memberikan manfaat optimal bagi negara. Ia menilai penertiban ini penting agar kekayaan alam benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Prospek pasar ke depan

Keputusan pemerintah di sektor SDA berpotensi menjadi variabel penting bagi arah IHSG dalam waktu dekat. Pasar kemungkinan masih akan menilai dampaknya terhadap emiten komoditas dan rantai pasok terkait.

Dalam jangka pendek, volatilitas pasar saham diperkirakan tetap tinggi. Investor cenderung mencermati detail implementasi aturan sebelum mengambil posisi baru.

Sejumlah analis biasanya melihat kebijakan yang menyentuh ekspor komoditas sebagai faktor yang dapat mengubah proyeksi laba emiten. Karena itu, saham-saham terkait sumber daya alam berpotensi bergerak lebih dinamis dibanding sektor lain.

Di tengah tekanan indeks, investor disarankan tetap mencermati fundamental perusahaan dan arah kebijakan pemerintah. Sentimen domestik maupun global akan menjadi penentu penting bagi pemulihan pasar selanjutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!