Ide Bisnis CFD yang Menjanjikan Cuan Tambahan

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 20:42 WIB 3
Ide Bisnis CFD yang Menjanjikan Cuan Tambahan

Car Free Day atau CFD setiap pekan selalu ramai oleh masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga sekadar menikmati suasana. Keramaian itu membuka peluang usaha yang menarik bagi pelaku kecil maupun pemula yang ingin mencari penghasilan tambahan.

Di tengah arus pengunjung yang padat, produk yang praktis, mudah dibawa, dan cepat dijual cenderung lebih diminati. Salah satu contoh yang mencuri perhatian adalah bisnis roti kukus srikaya, yang dinilai cocok dijalankan di area CFD karena sederhana dan berpotensi memberi cuan.

Bisnis Kuliner di CFD

CFD menjadi lokasi strategis bagi penjual yang ingin menjangkau banyak pembeli dalam waktu singkat. Aktivitas masyarakat yang beragam membuat kebutuhan konsumsi ringan selalu ada sepanjang kegiatan berlangsung.

Produk kuliner yang mudah dibawa dan tidak memerlukan proses penyajian rumit cenderung lebih laku di lokasi seperti ini. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum keramaian tanpa harus membuka lapak besar.

Bagi sebagian orang, bisnis di CFD juga dipilih sebagai selingan di luar pekerjaan utama. Cara ini memungkinkan mereka menambah pemasukan tanpa meninggalkan aktivitas harian yang sudah berjalan.

Karena berlangsung rutin setiap minggu, CFD memberi kesempatan promosi yang berulang kepada penjual. Dengan konsistensi, nama produk dapat lebih mudah dikenal oleh pengunjung yang datang kembali di pekan berikutnya.

Roti Kukus Srikaya Menarik

Roti kukus srikaya disebut sebagai salah satu ide usaha yang potensial di CFD. Selain rasanya lezat, produk ini juga praktis sehingga memudahkan pembeli yang sedang beraktivitas.

Proses produksi yang tidak terlalu rumit menjadi nilai tambah tersendiri bagi pelaku usaha. Bahkan, stok bahan baku dapat diperoleh dari supplier sehingga operasional bisa dijalankan lebih efisien.

Karakter produk yang ringan dan mudah dibawa membuatnya cocok untuk dibeli pengunjung CFD. Dalam situasi ramai, pembeli biasanya lebih tertarik pada makanan yang bisa langsung dinikmati atau dibawa pulang.

Varian rasa juga membantu menarik minat konsumen yang lebih luas. Pada contoh yang ada, roti tersedia dalam pilihan pandan, ubi ungu, dan original.

Pengalaman Pelaku Usaha

Dzakia, 28 tahun, menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang menjalankan bisnis roti kukus srikaya di CFD Teras Kota BSD. Ia menawarkan produknya melalui akun @rotisrikaya_mamaya dan berjualan pada jam ramai.

Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan selesai berjualan pada pukul 10.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar bisa memanfaatkan momen keramaian pagi yang identik dengan aktivitas olahraga dan jalan santai.

Menurut Dzakia, modal awal yang dikeluarkan sebesar Rp 2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Dari modal itu, ia mengaku dapat meraih omzet hingga dua kali lipat.

Ia menyebut membawa sekitar 800 potong roti saat berjualan. Dalam keterangan yang disampaikan, stok tersebut kerap habis dengan omzet mencapai Rp 4 juta.

Peluang Cuan dari CFD

Contoh usaha di CFD menunjukkan bahwa lokasi ramai dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menjual produk kuliner. Peluang itu semakin besar jika barang yang dijual sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Pengusaha kecil dapat memulai dari skala sederhana dengan modal terbatas. Yang terpenting adalah memilih produk yang mudah dipasarkan, cepat laku, dan memiliki cita rasa yang disukai.

Keberhasilan di lapangan juga ditentukan oleh konsistensi hadir di lokasi yang sama. Semakin sering pembeli melihat produk yang ditawarkan, semakin besar peluang terciptanya pelanggan tetap.

Roti kukus srikaya menjadi contoh bahwa usaha kuliner di CFD tidak selalu membutuhkan konsep rumit. Dengan strategi yang tepat, kegiatan rutin mingguan ini dapat berubah menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!