Indosat Ooredoo Hutchison resmi menunjuk Honesti Basyir sebagai anggota direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Rabu (6/5/2026). Keputusan itu menjadi sinyal kuat bahwa operator seluler tersebut semakin serius mempercepat transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial atau AI.
Masuknya Honesti, yang selama ini dikenal dekat dengan ekosistem Telkom Indonesia, dinilai akan memperkuat eksekusi strategi perusahaan. Penunjukan ini juga menegaskan arah baru Indosat untuk tumbuh sebagai perusahaan teknologi berbasis AI.
Direksi Baru Indosat
Selain Honesti Basyir, RUPST juga mengangkat Reski Damayanti dan Apoorva Mehrotra sebagai direksi baru. Pemegang saham turut menetapkan Seppalga Ahmad sebagai komisaris perseroan.
Dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari jabatan direktur. Achmad Syah Reza juga diberhentikan secara hormat dari posisi komisaris.
Perombakan susunan manajemen ini menjadi bagian dari penyesuaian organisasi untuk mendukung agenda pertumbuhan perusahaan. Indosat menempatkan kepemimpinan baru ini sebagai modal penting dalam fase ekspansi berikutnya.
Fokus Pada Strategi AI
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut perubahan direksi selaras dengan strategi besar perusahaan. Ia menegaskan bahwa percepatan eksekusi AI dilakukan secara disiplin agar memberikan hasil yang terukur.
Menurut dia, perusahaan ingin menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai nyata bagi pemegang saham. Arah itu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pengembangan bisnis ke depan.
Transformasi tersebut membuat Indosat tidak lagi hanya diposisikan sebagai penyedia konektivitas. Perusahaan kini bergerak menuju model bisnis yang lebih luas sebagai AI TechCo.
Menuju AI Native Telco
Indosat tengah mengakselerasi ambisi menjadi AI-native telco dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke seluruh lini operasional. Langkah ini mencakup peningkatan layanan, efisiensi kerja, dan pengembangan produk yang lebih adaptif.
Pergeseran ini menunjukkan perubahan strategi dari perusahaan telekomunikasi tradisional menuju perusahaan teknologi berbasis AI. Arah baru tersebut diharapkan membuat Indosat lebih kompetitif di tengah perubahan industri yang cepat.
Dengan pendekatan itu, Indosat menargetkan model bisnis yang lebih relevan dengan kebutuhan digital masa kini. Perusahaan juga ingin memastikan setiap inovasi yang diluncurkan memiliki dampak langsung bagi pelanggan dan pemegang saham.
Kolaborasi Dengan Nvidia
Sebagai bagian dari strategi AI, Indosat menjalin kemitraan strategis dengan NVIDIA dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kolaborasi itu melahirkan inisiatif Sahabat-AI yang dirancang untuk memperluas akses kecerdasan buatan di Indonesia.
Platform Sahabat-AI ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari individu, developer, hingga pelaku usaha. Kehadiran platform ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan AI dalam aktivitas sehari-hari maupun operasional bisnis.
Indosat menempatkan kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem AI nasional. Dengan dukungan mitra global, perusahaan ingin memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap teknologi berbasis kecerdasan buatan.
