Holywings Hadapi Krisis, Ini Opsi Rebranding yang Mungkin

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 22:55 WIB 11
Holywings Hadapi Krisis, Ini Opsi Rebranding yang Mungkin

Bisnis Holywings tengah menghadapi tekanan berat setelah 12 outlet di Jakarta ditutup karena persoalan izin. Di saat yang sama, perusahaan juga dibebani polemik promo minuman alkohol gratis bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria, sehingga muncul pertanyaan apakah brand ini masih layak dipertahankan.

Praktisi dan konsultan marketing Inventure, Yuswohady, menilai reputasi Holywings telah terpukul akibat isu yang dikaitkan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan. Menurut dia, penutupan outlet memperburuk citra merek dan membuat opsi rebranding atau ganti nama kembali menjadi sorotan.

Dampak Krisis Holywings

Yuswohady menilai masalah yang menimpa Holywings tidak hanya berhenti pada urusan operasional. Penutupan outlet karena izin menunjukkan bahwa persoalan perusahaan sudah masuk ke ranah kepatuhan.

Di sisi lain, polemik promo alkohol gratis membuat reputasi brand ikut terganggu. Isu tersebut memicu respons publik yang luas dan menambah beban citra perusahaan.

Dalam pandangannya, dua tekanan ini membuat Holywings harus segera mengevaluasi posisi mereknya. Tanpa langkah yang tepat, brand bisa semakin sulit dipulihkan di mata konsumen.

Opsi Rebranding Holywings

Menurut Yuswohady, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah rebranding. Opsi ini relevan jika merek masih memiliki nilai yang bisa diselamatkan.

Rebranding dapat dilakukan tanpa menghapus identitas lama sepenuhnya. Cara ini, misalnya, bisa memakai format nama baru dengan menambahkan unsur Holywings di belakangnya.

Skema tersebut dinilai lebih aman karena nama lama masih memiliki ekuitas. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu memulai semuanya dari titik nol.

Risiko Ganti Nama Total

Opsi lain adalah mengganti nama secara penuh. Namun, langkah ini memiliki konsekuensi yang tidak kecil bagi bisnis.

Yuswohady menekankan bahwa membangun brand bukan pekerjaan yang sederhana. Perusahaan perlu riset mendalam untuk menilai apakah nama Holywings sudah terlalu buruk di mata publik.

Jika hasil riset menunjukkan nama lama sudah tidak layak digunakan, maka ganti nama bisa menjadi jalan terakhir. Meski demikian, pergantian total berarti perusahaan harus membangun kepercayaan dari awal lagi.

Menimbang Arah Brand

Keputusan akhir, menurut Yuswohady, sangat bergantung pada kondisi reputasi yang tersisa. Jika merek masih punya kekuatan, rebranding dinilai lebih rasional daripada menghapus nama lama sepenuhnya.

Namun jika citra Holywings sudah rusak parah, perusahaan perlu berani mengambil langkah ekstrem. Dalam situasi seperti itu, mempertahankan nama lama justru bisa menjadi beban yang menghambat pemulihan.

Pada akhirnya, keberhasilan perubahan brand tidak hanya ditentukan oleh strategi. Ada faktor kepercayaan pasar, momentum, dan keberuntungan yang ikut menentukan apakah identitas baru dapat diterima publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!