Heru Gundul Tersambar Bisa Kobra Saat Evakuasi Ular

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 08:10 WIB 4
Heru Gundul Tersambar Bisa Kobra Saat Evakuasi Ular

Presenter sekaligus ahli ular Heru Gundul mengalami insiden saat mengevakuasi seekor ular kobra di pinggir jalan yang kerap dilalui warga. Bisa ular sempat mengenai matanya ketika reptil tersebut menyerang saat hendak diamankan.

Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah Heru ke media sosial, memperlihatkan detik-detik dirinya tetap melanjutkan evakuasi meski sempat diingatkan untuk memakai kacamata. Setelah kejadian, ia segera membasuh wajah dan mata dengan air mengalir, lalu meminta doa agar kondisinya cepat pulih.

Kronologi Serangan Kobra

Insiden bermula ketika Heru mencoba mengevakuasi seekor ular kobra yang berada di dalam lubang di tepi jalan. Ular tersebut terlihat agresif saat upaya pengamanan dilakukan. Seseorang yang merekam kejadian itu sempat mengingatkan Heru soal perlindungan mata. Namun, ia tetap melanjutkan aksinya tanpa kacamata.

Saat ular menyerang, Heru terlihat refleks menutup mata dengan tangan. Meski demikian, ia tetap berhasil mengamankan kobra tersebut. Dalam video kronologinya, Heru mengaku matanya sempat terkena semburan bisa. Ia menyebut kejadian itu sebagai bentuk kelengahan yang tidak seharusnya ditiru.

Heru menjelaskan bahwa aksi evakuasi dilakukan di lokasi yang berisiko karena dekat jalur warga. Kondisi itu membuat penanganan ular harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan diri tetap harus diutamakan. Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci dalam menghadapi hewan berbisa.

Penanganan Bisa Kobra

Setelah ular berhasil diamankan, Heru langsung berlari menuju keran air untuk membilas wajahnya. Ia kemudian mencuci mata dengan air mengalir sebagai pertolongan pertama. Tindakan itu dilakukan untuk membantu mengurangi dampak paparan bisa. Heru menyebut langkah tersebut membuat kondisinya lebih terkendali.

Melalui unggahan video lain, Heru mengatakan bahwa bisa ular sudah keluar dari matanya. Ia menegaskan penanganan awal yang dilakukan sudah tepat karena bagian mata segera direndam dan dibersihkan dengan air mengalir. Meski demikian, ia masih merasakan adanya gangguan pada matanya. Ia mengaku kondisi tersebut membuat penglihatannya sempat terganggu cukup lama.

Heru juga menyampaikan bahwa dirinya sempat tidak bisa membuka mata selama hampir satu hari penuh. Selama sekitar delapan belas jam, matanya terasa lengket, panas, dan perih. Ia bersyukur karena bisa kembali melek berkat doa banyak pihak. Menurutnya, pemulihan berlangsung lebih baik setelah penanganan awal dilakukan dengan benar.

Kondisi Mata Heru

Dalam pembaruan terbarunya, Heru mengungkapkan bahwa kondisi matanya mulai membaik. Bengkak yang sempat muncul perlahan mereda dan warna merah pada mata juga berkurang. Ia menyebut rasa ganjal yang masih tersisa tidak seburuk sebelumnya. Perkembangan itu disampaikannya melalui akun Instagram pribadi.

Heru mengatakan matanya kini sudah bisa dibuka kembali setelah sempat tidak berfungsi normal. Ia menuturkan, penglihatan mulai pulih dan rasa perih berangsur hilang. Dalam unggahannya, ia juga memperlihatkan kondisi mata yang tampak lebih baik dibandingkan sebelumnya. Wajahnya terlihat lebih tenang saat menjelaskan perkembangan pemulihan tersebut.

Pria kelahiran Metro, Lampung, itu menyampaikan rasa syukur atas dukungan doa yang diterima. Ia menyebut pemulihan yang dialami merupakan hasil dari pertolongan pertama dan doa dari banyak orang. Heru menegaskan bahwa dirinya kini dalam kondisi sehat. Ia berharap pengalaman ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat berhadapan dengan ular berbisa.

Imbauan Waspada Kobra

Heru turut memberi pesan agar masyarakat tidak meniru tindakan yang dilakukannya. Menurutnya, penanganan hewan berbisa tanpa perlindungan lengkap sangat berisiko. Ia menegaskan bahwa keselamatan diri harus didahulukan dalam setiap operasi evakuasi. Pesan itu ia sampaikan sebagai bentuk evaluasi atas kejadian yang dialaminya.

Ia juga mengingatkan bahwa kecerobohan kecil dapat berakibat serius ketika berhadapan dengan kobra. Karena itu, perlengkapan keselamatan seperti kacamata pelindung perlu diprioritaskan. Heru menilai kewaspadaan adalah bagian penting dari kerja lapangan. Sikap hati-hati dinilainya dapat mencegah insiden serupa terulang kembali.

Melalui pengalamannya, Heru berharap masyarakat memahami bahaya ular kobra dan pentingnya penanganan yang benar. Ia menekankan bahwa evakuasi hewan berbisa sebaiknya dilakukan dengan prosedur aman. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa pertolongan pertama yang cepat dapat membantu meringankan dampak paparan. Meski kondisinya kini membaik, Heru tetap meminta semua orang menjaga keselamatan saat menghadapi situasi berisiko.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!