HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Terkait Dugaan Penolakan Promosi Film

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 11:39 WIB 6
HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Terkait Dugaan Penolakan Promosi Film

Persoalan antara Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures memanas setelah perusahaan melayangkan somasi terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat usai Ratu Sofya mengungkap keberatan atas adegan intim dalam film tersebut, yang disebut membuatnya tidak nyaman saat proses produksi.

Ratu Sofya juga menyampaikan merasa dieksploitasi, termasuk oleh keluarga, sehingga tidak mengikuti rangkaian promosi film. Menanggapi hal itu, HAS Pictures menegaskan persoalan pribadi antara Ratu Sofya dan keluarganya bukan ranah perusahaan, sementara kewajiban dalam kontrak kerja sama tetap harus dipenuhi.

Ratu Sofya dan Somasi

Kuasa hukum HAS Pictures, Takwa, menyatakan pihaknya hanya menuntut pemenuhan kewajiban yang telah disepakati dalam kontrak kerja sama. Ia menegaskan, permasalahan komunikasi dalam keluarga tidak dapat dibebankan kepada perusahaan.

Menurut Takwa, hubungan ayah-anak atau ibu-anak merupakan urusan privat yang tidak berada dalam kewenangan rumah produksi. Karena itu, HAS Pictures tidak memiliki kewajiban untuk masuk ke dalam persoalan tersebut.

Meski begitu, pihak produksi tetap memberi kesempatan kepada Ratu Sofya untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. HAS Pictures menilai masih ada ruang untuk iktikad baik sebelum mengambil langkah berikutnya.

Keberatan atas Adegan Intim

Kontroversi bermula ketika Ratu Sofya menyampaikan keberatan atas adegan intim dalam film yang ia bintangi. Ia mengaku merasa tidak nyaman dengan materi tersebut sejak awal proses produksi.

Ungkapan itu kemudian berkembang menjadi sorotan publik karena dikaitkan dengan dugaan eksploitasi dalam pekerjaan film. Situasi tersebut membuat promosi film ikut tersendat karena Ratu Sofya tidak hadir dalam rangkaian kegiatan yang direncanakan.

HAS Pictures menilai keberatan pribadi seharusnya dibahas melalui jalur yang sesuai dengan kesepakatan kerja. Perusahaan menegaskan, seluruh proses produksi dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.

HAS Pictures Buka Jalur Hukum

Takwa menyebut pihaknya tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam persoalan ini. Namun, langkah tersebut masih bergantung pada perkembangan pembicaraan dengan Ratu Sofya.

Ia menambahkan, perusahaan masih menunggu penyelesaian secara profesional dari pihak terkait. Menurutnya, pilihan terbaik tetap menyelesaikan masalah sesuai perjanjian yang telah dibuat sejak awal.

Jika alasan persoalan keluarga dijadikan dasar untuk menghindari kewajiban, HAS Pictures akan mempertimbangkan tindakan lanjutan. Sikap itu diambil untuk menjaga kepastian kerja sama dalam industri perfilman.

Pernyataan Soal Pornografi

Di tengah polemik yang berkembang, Takwa membantah adanya unsur pornografi dalam produksi maupun penayangan film tersebut. Ia menegaskan, proses kerja dilakukan dengan tetap memperhatikan tata krama dan ketentuan hukum.

Menurutnya, seluruh materi yang diproduksi telah disesuaikan dengan aturan perfilman yang berlaku di Indonesia. Karena itu, tudingan bahwa film memuat unsur yang melanggar norma dinilai tidak berdasar.

HAS Pictures berharap persoalan ini tidak meluas menjadi spekulasi yang merugikan banyak pihak. Perusahaan menekankan, fokus utama tetap pada pemenuhan kewajiban kontraktual dan penyelesaian secara profesional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!