HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Soal Promosi Film

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 18:25 WIB 2
HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Soal Promosi Film

Perseteruan antara Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures memanas setelah pihak produser melayangkan somasi terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat usai Ratu Sofya menyampaikan keberatan atas adegan intim dalam film tersebut dan memilih tidak mengikuti rangkaian promosi.

Kuasa hukum HAS Pictures, Takwa, menegaskan bahwa persoalan pribadi antara Ratu Sofya dan keluarganya bukan ranah perusahaan. Ia menyebut pihak produksi hanya meminta kewajiban dalam kontrak kerja sama dijalankan secara profesional, sembari menunggu iktikad baik dari pihak Ratu Sofya.

Ratu Sofya dan HAS Pictures

Takwa menilai urusan komunikasi keluarga, termasuk hubungan ayah-anak atau ibu-anak, tidak dapat dibebankan kepada perusahaan. Menurutnya, HAS Pictures tidak memiliki kewajiban untuk masuk ke dalam persoalan internal tersebut.

Ia menegaskan, yang menjadi perhatian perusahaan adalah pemenuhan komitmen kerja sama yang telah disepakati. Karena itu, pihaknya meminta agar kewajiban promosi film tetap dijalankan sesuai kontrak.

Sebelumnya, HAS Pictures disebut telah memberikan kesempatan kepada Ratu Sofya untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun hingga kini, perusahaan masih menunggu respons yang dinilai menunjukkan iktikad baik.

Takwa juga menyampaikan bahwa sikap profesional menjadi kunci dalam penyelesaian sengketa ini. Menurutnya, hubungan kerja dalam produksi film tidak bisa dicampur dengan persoalan keluarga yang bersifat personal.

Keberatan Adegan Intim

Polemik bermula setelah Ratu Sofya buka suara soal ketidaknyamanan terhadap adegan intim dalam film tersebut. Ia mengaku merasa dieksploitasi selama proses produksi berlangsung.

Dalam pernyataannya, Ratu Sofya juga menyebut adanya rasa tidak nyaman yang berujung pada keputusannya untuk tidak mengikuti promosi film. Sikap itu kemudian memicu respons dari pihak rumah produksi.

Keberatan terhadap materi adegan dalam sebuah film kerap menjadi isu sensitif di industri perfilman. Dalam kasus ini, perbedaan pandangan antara pemain dan rumah produksi tampak berujung pada ketegangan kontraktual.

HAS Pictures menilai keberatan tersebut tidak otomatis menggugurkan kewajiban yang telah tertuang dalam perjanjian. Karena itu, perusahaan menekankan pentingnya penyelesaian yang sesuai dengan kesepakatan awal.

Sikap HAS Pictures

Takwa menjelaskan, pihaknya tetap membuka ruang dialog selama masih ada itikad baik dari Ratu Sofya. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan tanpa memperpanjang konflik.

Meski demikian, perusahaan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan unsur pidana. Opsi tersebut disebut sebagai langkah lanjutan apabila penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai.

HAS Pictures juga menegaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan sesuai aturan perfilman yang berlaku. Menurut Takwa, perusahaan sadar bahwa setiap karya film harus mengikuti tata krama dan ketentuan hukum.

Dengan posisi itu, HAS Pictures membantah adanya pelanggaran berupa unsur pornografi dalam produksi maupun penayangan film. Pihaknya menyebut seluruh tahapan telah dijalankan dalam koridor yang sah dan wajar.

Langkah Hukum Selanjutnya

Takwa mengatakan, apabila alasan persoalan keluarga dijadikan dasar untuk tidak memenuhi kewajiban kontrak, maka perusahaan akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan. Sikap itu diambil untuk menjaga kepastian dalam kerja sama produksi.

Ia menekankan bahwa kontrak kerja merupakan dasar hubungan profesional antara pemain dan rumah produksi. Karena itu, setiap pihak diharapkan mematuhi isi perjanjian yang telah disepakati bersama.

Di sisi lain, publik kini menyoroti bagaimana sengketa ini akan berakhir. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa industri film tidak hanya berkaitan dengan karya, tetapi juga komitmen hukum dan etika kerja.

Hingga kini, HAS Pictures masih menunggu penyelesaian yang dianggap baik oleh kedua belah pihak. Perkembangan berikutnya diperkirakan bergantung pada respons Ratu Sofya terhadap somasi yang telah dilayangkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!