HAS Pictures Somasi Ratu Sofya soal Promosi Film

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 23:20 WIB 2
HAS Pictures Somasi Ratu Sofya soal Promosi Film

Perseteruan antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi milik Haldy Sabri serta Irish Bella, HAS Pictures, mencuat setelah muncul keberatan atas kewajiban promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik itu kemudian melebar karena Ratu juga menyinggung ketidaknyamanan saat menjalani adegan intim dalam proyek tersebut. Situasi ini membuat pihak produksi dan keluarga Ratu sama-sama memberikan penjelasan untuk meredam salah paham.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menegaskan pihaknya sejak awal sudah menjelaskan detail adegan kepada pemain dan keluarga. Ia juga menyebut produksi menyiapkan body double demi kenyamanan. Namun, setelah podcast Ratu viral, hubungan kedua pihak kembali menjadi sorotan publik.

Ratu Sofya dan Somasi Produksi

Reza Aditya mengatakan pihak produksi terkejut ketika melihat pengakuan Ratu Sofya di podcast yang dinilai berbeda dari proses awal kerja sama. Menurut dia, penolakan terhadap materi promosi muncul setelah unggahan tagar, kolaborasi Instagram, dan sejumlah ajakan promosi tidak mendapat respons. Ia menilai situasi itu bertolak belakang dengan komunikasi yang terbangun saat reading dan syuting.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal tim produksi sudah membicarakan adegan yang dianggap sensitif secara terbuka. Bahkan, kata dia, body double disiapkan agar pemain tetap merasa nyaman selama proses pengambilan gambar. Reza menyebut ayah Ratu sempat keberatan setelah membaca sinopsis, tetapi penjelasan lanjutan membuat keluarga mempertimbangkan kembali tawaran itu.

Menurut Reza, keputusan akhir tetap diambil setelah pihak keluarga mendapat penjelasan yang lebih rinci sebelum syuting dimulai. Ia menegaskan proses casting dan diskusi awal dilakukan secara hati-hati. Karena itu, ia mengaku heran ketika kemudian muncul pengakuan yang dinilai sangat berbeda dari kesepakatan awal.

Penjelasan Keluarga Ratu Sofya

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film tersebut karena ada adegan yang dianggap kurang nyaman. Namun, penolakan itu berubah setelah pihak produksi menerangkan bahwa adegan tersebut hanya bersifat gambaran dan akan menggunakan body double. Intan menyebut penjelasan itu menjadi titik penting bagi keluarganya untuk kembali mempertimbangkan proyek tersebut.

Ia menuturkan keluarga juga meminta konferensi pers dilakukan sebelum syuting agar informasi soal film diterima jelas oleh publik. Setelah preskon, keluarga menilai penjelasan yang diberikan cukup terbuka dan meyakinkan. Dari situ, izin untuk Ratu terlibat dalam film akhirnya diberikan.

Intan menegaskan keputusan keluarga bukan karena paksaan, melainkan karena cerita film dinilai memiliki pesan moral. Ia bahkan mengaku memiliki dokumentasi berupa video dari proses kerja putrinya. Karena itu, ia membantah anggapan bahwa Ratu dipaksa menerima proyek demi kepentingan keluarga.

Adegan Intim Jadi Sorotan

Co produser HAS Pictures, Putri, menegaskan adegan dalam film tersebut tidak bersifat vulgar seperti yang dibayangkan publik. Ia menyebut tidak ada adegan ciuman dan seluruh proses syuting berlangsung sesuai penjelasan awal. Menurut dia, Ratu juga tidak menunjukkan keberatan saat reading, syuting, hingga proses pengambilan foto poster.

Putri menambahkan bahwa tim produksi sempat kembali bertemu Ratu untuk keperluan voice over dan photoshoot. Selama rangkaian itu, ia mengaku tidak ada masalah berarti dari pihak aktris tersebut. Karena itu, pihaknya merasa cukup kaget saat kemudian muncul pernyataan yang berbeda di ruang publik.

Ia mengatakan masalah justru muncul ketika masa promosi film dimulai dan sejumlah unggahan kolaborasi tidak mendapat persetujuan. Kondisi itu membuat promosi berjalan tidak mulus dan memunculkan ketegangan baru. Pihak produksi pun kemudian menilai perlu memberi penjelasan terbuka kepada publik agar duduk perkara tidak semakin kabur.

Dampak Pada Promosi Film

Polemik ini membuat promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan ikut terdampak karena komunikasi antara pihak produksi dan Ratu Sofya tidak berjalan mulus. Kegaduhan di media sosial memperbesar perhatian publik terhadap isi film dan proses kerja sama yang telah berlangsung. Situasi tersebut juga memunculkan perdebatan soal etika, persetujuan, dan transparansi dalam produksi film.

Pengakuan Ratu di podcast sebelumnya menjadi pemicu utama sorotan publik. Ia menyampaikan bahwa dirinya harus bermain dalam film yang memiliki adegan tidak pantas demi membantu keluarga memperoleh penghasilan. Ia juga menyebut hasil kerja selama ini banyak dipakai untuk kebutuhan keluarga besar.

Hingga kini, masing-masing pihak telah memberi versinya sendiri mengenai proses persetujuan proyek tersebut. Keluarga Ratu menegaskan tidak ada pemaksaan, sementara rumah produksi menilai semua tahapan sudah dijelaskan sejak awal. Polemik ini pun menjadi perhatian karena menyentuh persoalan profesionalisme, komunikasi keluarga, dan tanggung jawab produksi film.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!