Hartono Gan Luncurkan Ready-to-Wear, Kolaborasi JF3

Lifestyle Nadia Safira Putri 14 Mei 2026 01:32 WIB 10
Hartono Gan Luncurkan Ready-to-Wear, Kolaborasi JF3

Label Hartono Gan Homme resmi menggeser fokus dari layanan made-to-order menuju lini ready-to-wear yang siap masuk ke jalur retail. Peluncuran perdana tersebut berlangsung melalui presentasi di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading. Langkah ini dianggap sebagai transformasi strategis untuk menegakkan struktur bisnis yang lebih terukur sambil menjaga identitas desain yang khas.

Koleksi perdana berjumlah 16 artikel busana yang dirancang untuk pasar lebih luas tetap mempertahankan DNA label dengan tailoring yang edgy, timeless, dan elegan, namun dikemas dalam format yang lebih accessible. Koleksi ini menegaskan komitmen brand untuk menjaga kualitas craftsmanship sambil membuka akses pasar. Program Future Fashion Award yang kini berkembang menjadi Future Fashion Designer memampukan desainer mengembangkan kapasitas produksi, sistem operasional, hingga kesiapan masuk ke retail melalui pendampingan bisnis yang terstruktur.

Transformasi Koleksi Hartono

Kumpulan 16 item mengusung konsep capsule wardrobe dengan item esensial seperti blazer, jaket kasual, celana tailored, dan kemeja. Setiap potongan dirancang modular sehingga mudah dipadupadankan tanpa mengurangi kualitas craftsmanship. Konstruksi dibuat untuk fleksibel menyesuaikan gaya hidup modern sambil mempertahankan identitas desain Hartono Gan.

Hartono Gan menyatakan tujuan lini ready-to-wear adalah menjangkau pasar lebih luas tanpa mengorbankan identitas desain. Ia berharap lebih banyak orang menikmati kualitas yang menjadi ciri khas label tersebut. Peluncuran ini dipandang sebagai langkah pengembangan desain ke konteks yang lebih luas.

Inisiatif ini sejalan dengan tema JF3 2026, Recrafted: Shaping the Future. Tema tersebut menekankan pentingnya koneksi antara kreativitas dan sistem bisnis, serta jembatan antara runway dan retail. Transformasi Hartono Gan menunjukkan bagaimana talenta Indonesia dapat berkembang dengan dukungan ekosistem yang tepat.

Kolaborasi Ekosistem Fashion

Kolaborasi antara kreator dan pelaku ekosistem bisnis menjadi pilar utama dalam peralihan ini. Thresia Mareta, advisor JF3 dan founder LAKON Indonesia, menekankan bahwa sinergi antara kreativitas dan kesiapan bisnis menjadi kunci berkelanjutan. Ia menyebut kolaborasi memperkukuh fondasi brand untuk bersaing di pasar nasional maupun global.

Soegianto Nagaria, Ketua JF3 Fashion Festival, menegaskan JF3 tidak sekadar ajang menampilkan karya. Ia menambahkan bahwa ekosistem ini juga mendukung pertumbuhan industri fashion nasional. Menurutnya pembaruan ini adalah contoh bagaimana festival berperan sebagai motor inovasi dan investasi.

Transformasi Hartono Gan memperlihatkan bagaimana talenta Indonesia dapat berkembang lebih jauh dengan dukungan ekosistem yang tepat. Kolaborasi lintas sektor memungkinkan brand merangkul retailer profesional dan pasar konsumen. Penempatan di LAKON Store menjadi contoh konkret integrasi antara kreativitas dan kerangka bisnis.

Identitas Desain

Sejak berdiri pada 2019, Hartono Gan Homme dikenal dengan desain androgynous yang tidak terikat gender. Ciri khasnya juga menonjolkan siluet tegas dan garis bersih yang konsisten pada koleksi ready-to-wear. Koleksi perdana menjaga DNA tersebut sambil menyesuaikan format produk untuk pasar luas.

Koleksi capsule wardrobe menonjolkan item esensial seperti blazer, jaket kasual, celana tailored, dan kemeja. Setiap potongan dirancang fleksibel untuk dipadupadankan tanpa mengurangi kualitas craftsmanship. Hartono Gan menegaskan kehadiran lini ready-to-wear bukan sebuah kompromi, melainkan pengembangan desain.

Langkah ini merupakan upaya memperluas akses pasar tanpa kehilangan identitas desain. Desain tetap mengutamakan kepraktisan, keabsahan material, dan keselarasan antara bentuk dan fungsi. Pelatihan produksi dan pendampingan bisnis yang terstruktur menjadi bagian dari ekosistem JF3.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!