Harry Kiss Siapkan Kurban Atas Nama Vidi Aldiano

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 17:04 WIB 3
Harry Kiss Siapkan Kurban Atas Nama Vidi Aldiano

Harry Kiss menyiapkan kurban Idul Adha dengan niat khusus, yakni mengatasnamakannya untuk mendiang putranya, Vidi Aldiano. Rencana ini menjadi bagian dari komitmen keluarga dalam menjalankan aksi sosial yang selama ini mereka jaga. Ia ingin ibadah tersebut berjalan lancar dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Harry mengungkapkan keputusan itu saat ditemui di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026). Menurutnya, kurban atas nama Vidi merupakan bentuk dedikasi keluarga sekaligus doa yang terus ia panjatkan. Ia juga menekankan bahwa ibadah kurban tidak sekadar rutinitas, melainkan wujud kepedulian terhadap sesama.

Kurban untuk Vidi Aldiano

Harry Kiss menyebut dirinya ingin membayar kurban atas nama Vidi Aldiano. Ia sempat menanyakan hal tersebut sebelum memastikan nama putranya tercantum dalam ibadah itu. Baginya, keputusan itu terasa tepat sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang keluarga.

Ia menuturkan bahwa niat tersebut mendapat izin untuk dilakukan atas nama Vidi. Setelah itu, Harry langsung menetapkan bahwa kurban tahun ini akan memakai nama putranya. Keputusan tersebut diambil dengan penuh keyakinan dan rasa ikhlas.

Menurut Harry, kurban ini bukan hanya soal memenuhi kewajiban keagamaan. Ia memandangnya sebagai cara menjaga nilai kebaikan yang telah melekat pada sosok Vidi. Dengan begitu, nama Vidi diharapkan tetap hadir dalam kegiatan yang membawa manfaat.

Harry juga menegaskan bahwa keluarga ingin terus konsisten menjalankan tradisi sosial yang baik. Ia percaya bahwa ibadah yang dilakukan dengan niat tulus akan membawa ketenangan bagi keluarga. Pada saat yang sama, kurban itu diharapkan menjadi doa yang tidak pernah putus.

Pilihan Kambing yang Konsisten

Dalam kesempatan itu, Harry mengaku lebih memilih kambing dibandingkan sapi untuk kurban. Ia menyebut keluarganya memang sudah lama terbiasa berkurban dengan hewan tersebut. Pilihan itu menjadi tradisi yang terus dipertahankan dari tahun ke tahun.

Harry tidak merinci alasan teknis yang terlalu panjang, namun ia menegaskan bahwa kebiasaan itu sudah berjalan sejak dulu. Bagi dirinya, yang terpenting adalah ketulusan dalam beribadah. Karena itu, jenis hewan kurban bukan menjadi persoalan utama.

Ia juga menyinggung bahwa kurban kolektif dengan sapi bukan pilihan yang ia ambil kali ini. Menurutnya, keluarga lebih nyaman menjalankan kurban secara mandiri. Hal tersebut dianggap lebih sesuai dengan kebiasaan yang telah mereka bangun.

Meski demikian, Harry menekankan bahwa esensi kurban tetap sama, yakni berbagi kepada sesama. Ia menilai nilai utama dari ibadah itu terletak pada keikhlasan. Selama niatnya baik, bentuk pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Konsep Pesta Rakyat Kurban

Harry Kiss ingin perayaan Idul Adha tidak berhenti pada pembagian daging kurban secara biasa. Ia lebih tertarik mengemasnya dalam bentuk pesta rakyat agar suasananya lebih hangat. Konsep itu disebutnya mampu menghadirkan kebersamaan yang lebih besar.

Menurut Harry, jika daging dibagikan biasa, jumlah penerimanya sering terbatas. Karena itu, ia menilai acara makan bersama bisa menjangkau lebih banyak orang. Dengan cara tersebut, manfaat kurban terasa lebih luas dan lebih meriah.

Ia menyebut ide itu sebagai momen nyate bareng kurban yang bisa dinikmati bersama. Dalam pandangannya, kebahagiaan akan lebih terasa ketika masyarakat duduk bersama dan menikmati hidangan yang sama. Suasana semacam itu juga dinilai lebih membangun rasa persaudaraan.

Harry bahkan membandingkan jumlah porsi yang bisa disajikan dalam acara semacam itu dengan pembagian biasa. Ia memperkirakan ribuan orang bisa ikut menikmati santapan tersebut jika dikemas dengan baik. Karena itu, ia terus mendorong konsep kebersamaan dalam setiap pelaksanaan kurban.

Makna Sosial Kurban

Bagi Harry Kiss, kurban tidak berhenti pada simbol ibadah semata. Ia menilai maknanya justru terlihat dari seberapa banyak orang yang mendapat manfaat. Semakin banyak yang bisa merasakan, semakin kuat pula nilai sosialnya.

Ia berharap kurban atas nama Vidi Aldiano dapat menjadi jalan untuk menebar kebaikan. Melalui kegiatan itu, keluarga ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat luas. Harapan itu sejalan dengan semangat berbagi yang selalu dijaga dalam keluarga.

Harry juga memandang bahwa rasa kenyang bersama bisa menjadi bagian dari ibadah yang bernilai. Ia menilai kebersamaan dalam makan bersama memberi dampak emosional yang kuat. Momen tersebut dapat mempererat hubungan antara keluarga penyelenggara dan warga sekitar.

Dengan rencana ini, Harry ingin memastikan Idul Adha memiliki arti yang lebih dalam. Ia tidak hanya menyiapkan kurban sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana berbagi keberkahan. Dari sana, nama Vidi diharapkan terus terhubung dengan kebaikan yang dirasakan banyak orang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!