John Travolta menjadi pusat perhatian di Festival Film Cannes setelah tampil dengan gaya yang dinilai membuatnya terlihat lebih muda. Aksesori berupa topi beret dan kacamata bulat membuat penampilannya langsung viral di media sosial. Aktor senior itu kemudian menjelaskan bahwa pilihan busana tersebut dilakukan secara sengaja saat mempromosikan debut penyutradaraannya, Propeller One-Way Night Coach.
Dalam wawancara dengan CNN, bintang Grease itu menyebut penampilannya merupakan bentuk penghormatan kepada para pembuat film klasik. Ia juga ingin menegaskan perbedaan peran antara aktor dan sutradara dalam ajang perfilman bergengsi tersebut. Travolta hadir di Cannes bersama putrinya, Ella Bleu Travolta, yang ikut menarik perhatian publik.
Gaya Cannes John Travolta
Penampilan Travolta di Cannes memicu perbincangan luas karena dianggap berbeda dari gaya yang biasa ia tampilkan. Topi beret dan kacamata bulat membuat citranya terlihat lebih eksentrik dan klasik sekaligus. Banyak warganet menilai penampilan itu memberi kesan sutradara legendaris yang penuh karisma.
Travolta kemudian menegaskan bahwa gaya tersebut bukan sekadar pilihan mode tanpa makna. Ia menjelaskan bahwa dirinya ingin tampil seperti sutradara zaman dulu yang identik dengan beret dan kacamata. Menurutnya, pilihan itu membantu membedakan identitasnya sebagai pembuat film, bukan hanya aktor.
Aktor berusia senior itu juga mengatakan bahwa selama lebih dari 50 tahun berkecimpung di industri film, ia kerap sulit membedakan suasana acara yang dihadirinya. Karena itu, ia sengaja memperlakukan Cannes seperti sebuah peran pertunjukan yang harus dijalankan dengan konsep tertentu. Sikap itu membuat penampilannya terasa lebih terarah dan tidak muncul secara kebetulan.
Travolta menambahkan bahwa pada kesempatan tersebut ia ingin benar-benar tampil sebagai seorang sutradara. Ia bahkan menyebut dirinya sedang memainkan peran sebagai pembuat film jadul agar tampil sesuai konteks promosi. Gaya itu sekaligus memperkuat pesan bahwa debut penyutradaraannya menjadi momen penting dalam kariernya.
Penghormatan untuk film klasik
Dalam penjelasannya, Travolta menyebut topi-topi yang ia kenakan merupakan bentuk penghormatan terhadap para pembuat film klasik. Ia menilai generasi sutradara terdahulu memiliki gaya khas yang mudah dikenali publik. Referensi itu kemudian ia gunakan untuk membangun karakter dirinya di hadapan kamera.
Meski tidak mengungkapkan nama ikon sinema yang secara langsung menginspirasinya, banyak penggemar segera membuat perbandingan. Francis Ford Coppola menjadi salah satu tokoh yang paling sering disebut karena identik dengan baret selama bertahun-tahun. Sebagian lainnya menilai Travolta juga memiliki kemiripan dengan Ingmar Bergman.
Perbandingan publik tidak berhenti di dua nama besar tersebut. Ada pula yang menyamakan penampilannya dengan sejumlah figur lain, mulai dari Jack Harlow hingga Joe Pantoliano. Ragam komentar itu menunjukkan betapa kuatnya impresi visual yang ditinggalkan Travolta di Cannes.
Di balik sorotan tersebut, Travolta tampak ingin memberi pesan bahwa fashion dapat menjadi bagian dari narasi artistik. Pilihan busananya tidak hanya berfungsi sebagai gaya, tetapi juga sebagai simbol penghormatan. Dengan cara itu, ia membawa unsur sinema klasik ke panggung festival modern.
Video menuju Cannes
Gaya baret Travolta ternyata sudah mulai mencuri perhatian bahkan sebelum ia tiba di Prancis. Ia membagikan video di Instagram yang memperlihatkan dirinya menerbangkan pesawat pribadi menuju Cannes bersama Ella Bleu Travolta. Unggahan itu memperlihatkan suasana yang santai namun tetap penuh antisipasi.
Dalam keterangan unggahan tersebut, ia menulis pesan singkat tentang hari besar dan malam besar di Cannes. Ia juga mengajak pengikutnya untuk menantikan momen yang akan datang. Pesan itu kemudian terbukti selaras dengan penampilannya saat tiba di lokasi festival.
Video keberangkatan tersebut membuat publik semakin penasaran dengan konsep yang akan dibawa Travolta di Cannes. Banyak penggemar menduga ia sedang menyiapkan penampilan yang tidak biasa sejak awal. Dugaan itu akhirnya terjawab ketika ia tampil dengan gaya yang langsung menjadi bahan pembicaraan.
Kombinasi unggahan media sosial dan penampilan di red carpet memperlihatkan bahwa Travolta merancang citra dirinya secara konsisten. Ia tidak hanya datang sebagai bintang film, tetapi juga sebagai sosok yang membawa narasi visual tertentu. Strategi ini membuat kehadirannya di festival terasa lebih menonjol dibanding banyak tamu lain.
Reaksi publik dan media
Respons publik terhadap penampilan Travolta terbelah antara kagum dan heran. Sebagian orang memuji keberaniannya tampil berbeda dan penuh karakter di hadapan kamera. Sementara itu, yang lain menilai gayanya terlalu teatrikal untuk sebuah acara film.
Meski begitu, sorotan besar dari media menunjukkan bahwa strategi tampilannya berhasil menarik perhatian. Dalam dunia hiburan, penampilan visual kerap menjadi bagian penting dari promosi karya baru. Travolta tampaknya memahami bahwa momen Cannes dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas film yang sedang ia perkenalkan.
Debut penyutradaraan Propeller One-Way Night Coach pun ikut mendapat eksposur lebih luas berkat penampilannya. Publik yang semula membahas busana justru terdorong mencari tahu proyek film yang tengah ia promosikan. Kondisi ini memberi dampak promosi yang tidak bisa diabaikan.
Di tengah sorotan itu, Travolta berhasil menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil relevan di panggung internasional. Ia memadukan nostalgia, simbol visual, dan strategi promosi dalam satu penampilan. Hasilnya, kehadirannya di Cannes menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan.
