Gaun Bergigi Nadine Bhabha Jadi Sorotan di ACTRA Awards 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 00:24 WIB 10
Gaun Bergigi Nadine Bhabha Jadi Sorotan di ACTRA Awards 2026

Aktris Nadine Bhabha menjadi pusat perhatian saat tampil di karpet merah ACTRA Awards 2026 di Toronto, Kanada. Bintang serial Heated Rivalry itu memilih gaun yang tampil mencolok dengan detail ornamen berbentuk gigi. Dari kejauhan, busana tersebut terlihat elegan dan berkilau seperti dihiasi mutiara. Namun, saat dilihat lebih dekat, gaun itu ternyata disusun dari ratusan gigi palsu.

Penampilan tersebut langsung memancing reaksi publik karena dinilai berani dan tidak biasa. Gaun model lace-up itu dipadukan dengan anting hoop besar yang juga dihiasi kumpulan gigi palsu berwarna putih. Berikut rincian tampilan nyentrik Nadine Bhabha dan respons di balik rancangan yang membuat banyak orang menoleh dua kali.

Gaun bergigi curi perhatian

Gaun yang dikenakan Nadine Bhabha menjadi salah satu sorotan utama di acara penghargaan tersebut. Detail putih pada busana itu awalnya tampak seperti ornamen kristal yang halus. Akan tetapi, tampilan aslinya justru lebih ekstrem karena menggunakan gigi palsu sebagai elemen dekoratif. Efek visualnya membuat gaun itu terlihat unik sekaligus tidak lazim.

Model lace-up pada bagian belakang dan bodice membuat struktur gaun terlihat tegas. Ornamen gigi dipasang pada bagian tali, tubuh gaun, hingga area punggung. Susunan tersebut memberi kesan artistik yang kuat, meski tetap memancing rasa heran. Kehadiran busana itu menjadikan Nadine pusat perhatian di atas karpet merah.

Penampilannya semakin mencolok dengan pilihan aksesori yang senada. Anting hoop besar yang dipakai Nadine juga dihiasi gigi palsu putih. Kombinasi busana dan perhiasan itu memperkuat konsep visual yang sepenuhnya berbeda dari gaya karpet merah pada umumnya. Hasil akhirnya membuat tampilannya terasa seperti pernyataan mode yang sengaja dirancang untuk memancing reaksi.

Busana tersebut menunjukkan keberanian dalam bereksperimen dengan fashion. Alih-alih memilih gaun klasik, Nadine tampil dengan konsep yang mengandalkan kejutan visual. Pilihan ini membuatnya menonjol di antara tamu lain yang hadir. Tak heran jika penampilannya langsung menjadi bahan pembicaraan di berbagai media hiburan.

Konsep koleksi bertema gigi

Gaun Nadine Bhabha berasal dari koleksi bertema gigi yang dirancang secara konseptual. Koleksi itu memuat lima tampilan dengan inspirasi yang berbeda, namun tetap berada dalam satu benang merah. Tema yang diangkat meliputi gigi, enamel, gigi berlubang, akar gigi, dan tambalan gigi. Setiap tampilan dibuat untuk menghadirkan pendekatan mode yang tidak biasa.

Secara keseluruhan, koleksi tersebut menggunakan lebih dari 50 ribu gigi resin. Jumlah itu menjadikan rancangan tersebut bukan sekadar busana, melainkan karya instalasi yang dapat dikenakan. Salah satu gaun bahkan sepenuhnya ditutupi gigi palsu untuk menegaskan identitas temanya. Detail tersebut memperlihatkan tingginya tingkat kerajinan dalam proses pembuatannya.

Rancangan seperti ini umumnya hadir untuk menantang batas estetika dalam fashion. Penggunaan material yang tidak lazim membuat koleksi lebih dekat dengan seni konseptual. Karena itu, tampilan yang dihasilkan bukan hanya soal keindahan, tetapi juga gagasan. Busana tersebut menjadi medium untuk menyampaikan pesan visual yang kuat.

Dalam konteks karpet merah, pilihan tersebut jelas menempatkan Nadine dalam kategori penampilan paling berani. Publik tidak hanya melihat gaun, tetapi juga ide di baliknya. Tema gigi yang konsisten dari satu tampilan ke tampilan lain memperlihatkan keseriusan konsep. Hal itu membuat koleksi ini sulit diabaikan meski memicu pro dan kontra.

Respons publik terbelah

Penampilan Nadine Bhabha memunculkan reaksi yang beragam dari publik. Sebagian orang menganggap busana tersebut kreatif dan berani, sementara yang lain menilainya menjijikkan. Perbedaan respons itu justru menunjukkan bahwa konsep yang dihadirkan berhasil menarik perhatian. Di dunia fashion, reaksi ekstrem sering kali menjadi tanda bahwa sebuah karya berhasil memancing diskusi.

Fashion stylist Nadine, Christal Williams, mengatakan banyak orang terkejut saat melihat hasil akhirnya. Ia menyebut orang-orang terus menoleh dua kali untuk memastikan detail pada gaun tersebut. Menurutnya, penampilan itu terasa lucu sekaligus tepat karena sejak awal sudah dibangun dengan unsur kejutan. Williams juga mengaku sempat bercanda bahwa mereka akan melahap semua penampilan.

Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana proses kreatif di balik busana ini dibuat dengan nada ringan. Meski terlihat ekstrem, rancangan itu disiapkan sebagai statement piece yang kuat. Pilihan konsep yang ekstrem membuat publik sulit mengabaikannya. Dengan begitu, gaun tersebut berhasil menjalankan fungsinya sebagai pusat perhatian.

Di sisi lain, reaksi terbelah dari publik menunjukkan bahwa mode memang kerap menjadi ruang eksperimen. Tidak semua karya harus diterima secara seragam untuk dianggap berhasil. Justru ketika sebuah tampilan memunculkan diskusi luas, pesan yang dibawa sering kali lebih mudah diingat. Dalam kasus Nadine, kontroversi itu menjadi bagian dari daya tarik penampilannya.

Pernyataan sang desainer

Davaran, sosok di balik koleksi bertema gigi itu, mengaku sudah memperkirakan reaksi publik akan beragam. Ia menyadari bahwa tampilan seperti ini tidak akan diterima dengan cara yang sama oleh semua orang. Menurutnya, ada yang benar-benar merasa jijik, ada yang membenci, dan ada pula yang menyukai. Baginya, perbedaan respons itu justru sesuai dengan tujuan awal rancangan.

Davaran menegaskan bahwa ia memang menginginkan karya yang memecah opini. Tujuan tersebut tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga untuk menguji batas penerimaan publik terhadap mode. Dengan cara itu, busana menjadi lebih dari sekadar pakaian. Koleksi ini berubah menjadi pernyataan artistik yang sengaja dibuat mengusik.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa fashion dapat berfungsi sebagai medium ekspresi yang tajam. Desainer tidak selalu mengejar kenyamanan visual, melainkan juga dampak emosional. Saat sebuah karya menimbulkan rasa tidak nyaman, di situlah pesan biasanya lebih mudah melekat. Konsep tersebut tampak jelas dalam koleksi yang dikenakan Nadine Bhabha.

Keberanian Davaran merancang busana bertema gigi memperlihatkan arah baru dalam kreasi mode konseptual. Koleksi itu tidak berusaha menyenangkan semua pihak, melainkan memilih untuk tampil menantang. Hasilnya adalah penampilan yang sulit dilupakan dan terus diperbincangkan. Di panggung karpet merah, strategi seperti ini terbukti mampu mencuri perhatian secara maksimal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!