Kasus dugaan penggelapan yang menimpa selebgram Fujianti Utami Putri atau Fuji memasuki babak baru setelah mantan admin media sosialnya ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perkara yang ditangani Polres Metro Jakarta Selatan itu, Fuji mengaku mengalami kerugian besar, mulai dari dana kerja sama iklan hingga aset berupa laptop dan barang bermerek lainnya.
Fuji menyebut kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp 1 miliar, atau akumulasi dana yang diduga tidak disetorkan selama masa kerja tersangka. Selain kehilangan uang, ia juga mengaku terpukul karena merasa dikhianati oleh orang yang telah bekerja bersamanya selama satu setengah tahun.
Kasus Penggelapan Fuji
Perseteruan Fuji dengan mantan admin media sosialnya bermula dari temuan adanya aliran dana kerja sama iklan yang tidak masuk ke rekening manajemen. Temuan itu kemudian ditelusuri lebih jauh hingga mengarah pada dugaan penggelapan yang dilakukan selama masa kerja tersangka.
Fuji mengungkapkan bahwa nilai kerugian yang dialaminya tidak kecil, bahkan mencapai sekitar Rp 1 miliar. Ia menyebut jumlah tersebut merupakan akumulasi dari dana yang diduga dibawa kabur selama tersangka bekerja untuknya.
Di hadapan awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 26 Mei 2026, Fuji menegaskan bahwa kerugian itu bukan hanya soal uang. Ia juga menyoroti hilangnya kepercayaan yang telah ia berikan kepada mantan karyawannya tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan hubungan kerja yang semula dibangun dalam jangka panjang. Menurut keterangan Fuji, tersangka telah bekerja selama sekitar satu setengah tahun sebelum dugaan penyimpangan itu terungkap.
Kerugian Materi dan Emosi
Selain dana kerja sama, Fuji menyebut ada aset lain yang turut digelapkan, termasuk laptop yang digunakan untuk bekerja. Ia juga mengaku beberapa barang bermerek miliknya ikut hilang dalam rangkaian perbuatan tersebut.
Fuji meminta tersangka untuk berhenti melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak. Dengan nada tegas, ia menilai perbuatan itu tidak seharusnya diulangi dalam bentuk apa pun.
Dalam keterangannya, Fuji mengaku rasa sakit hati yang dirasakannya jauh lebih besar dibandingkan nilai kerugian materi. Ia menilai tindakan itu sangat mengecewakan karena terjadi dari seseorang yang sebelumnya dipercaya mengelola urusan pekerjaannya.
Fuji juga menegaskan bahwa dirinya belum sepenuhnya ikhlas atas apa yang terjadi. Menurut dia, yang membuatnya paling terpukul bukan hanya uang yang hilang, melainkan juga perlakuan tersangka yang dianggap memanfaatkan kepercayaannya.
Aliran Dana Yang Hilang
Penyidik mengungkap dugaan bahwa tersangka tidak menyetorkan dana hasil kerja sama iklan ke rekening manajemen. Dari penelusuran awal, dana yang diduga digelapkan disebut mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Selain penggelapan dana, tersangka juga diduga mengambil aset pribadi yang dipakai untuk menunjang pekerjaan. Laptop dan sejumlah barang bermerek disebut menjadi bagian dari barang yang hilang.
Tidak berhenti di situ, tersangka juga dituding merusak data kerja dengan menghapus ribuan riwayat pesan singkat bersama klien. Tindakan itu diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak dari perbuatan yang dilakukan sebelumnya.
Rangkaian temuan tersebut membuat kasus ini berkembang dari persoalan internal menjadi perkara pidana. Polisi menilai bukti yang ada sudah cukup untuk meningkatkan penanganan ke tahap penyidikan.
Status Tersangka Dan Proses
Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan mantan admin media sosial Fuji sebagai tersangka pada 26 Mei 2026. Penetapan itu dilakukan setelah penyidik menyatakan bukti-bukti yang dikumpulkan telah lengkap.
Status tersangka menjadi babak penting dalam proses hukum yang berjalan. Dengan penetapan tersebut, aparat kepolisian dapat melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami peran dan motif terlapor.
Fuji menyebut dirinya sempat merasa kesal saat melihat tersangka sudah berstatus tersangka. Meski demikian, ia menilai proses hukum harus terus berjalan agar persoalan ini mendapat kepastian.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan keuangan dan data kerja memerlukan pengawasan ketat, terutama saat menyangkut hubungan kepercayaan. Bagi Fuji, perkara ini bukan hanya soal kehilangan harta, tetapi juga soal rasa dikhianati yang meninggalkan luka emosional.
