Fuji Beli Sapi Kurban 700 Kilogram Secara Mandiri

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 13:48 WIB 7
Fuji Beli Sapi Kurban 700 Kilogram Secara Mandiri

Fuji memilih terjun langsung dalam pencarian hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini, tanpa menyerahkan urusan tersebut kepada asisten. Ia membeli sapi dari seorang teman yang memiliki usaha penjualan hewan kurban, dengan tujuan memastikan kualitas hewan yang dipilih. Sapi yang dibeli memiliki bobot sekitar 700 kilogram, ukuran yang sempat membuatnya terkejut. Momen Idul Adha ini pun akan ia jalani secara sederhana bersama keluarga.

Fuji menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 26 Mei 2026. Ia mengatakan bahwa proses pembelian dilakukan secara mandiri, mulai dari memilih hingga memastikan hewan yang sesuai. Untuk penyembelihan, ia juga sudah menentukan lokasi yang dekat dengan rumah ibundanya. Pilihan tersebut dibuat agar prosesi kurban lebih mudah dipantau dan terasa lebih dekat dengan keluarga besar.

Kurban Fuji dan pilihan sapi

Fuji mengaku sempat terkejut ketika mengetahui bobot sapi yang dipilihnya. Menurutnya, sapi tersebut memiliki berat yang cukup fantastis untuk kategori kurban pribadi. Ia menyebut, bibit sapi itu berada di kisaran 700 kilogram. Ukuran tersebut membuat proses pemilihan terasa lebih istimewa baginya.

Ia menegaskan bahwa keputusan membeli sapi dilakukan tanpa perantara. Fuji datang langsung ke penyedia hewan kurban untuk melihat kondisi sapi yang akan dibeli. Langkah ini ia ambil agar bisa menilai kualitas hewan secara lebih pasti. Baginya, keterlibatan langsung memberikan rasa tenang sebelum hari penyembelihan tiba.

Dalam proses itu, Fuji juga memilih membeli dari teman sendiri yang menjalankan bisnis penjualan hewan kurban. Ia menilai cara tersebut lebih meyakinkan karena sudah mengenal pihak penjual. Selain itu, hubungan pertemanan membuat komunikasi berlangsung lebih mudah dan terbuka. Pilihan ini sekaligus menjadi bentuk kehati-hatian dalam memilih hewan kurban.

Fuji menyebut bahwa dirinya ingin memastikan hewan yang dibeli memang layak untuk kurban. Karena itu, ia tidak hanya mengandalkan rekomendasi, tetapi juga melihat langsung kondisi sapi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia cukup terlibat dalam seluruh proses. Keputusan itu juga memperlihatkan keseriusannya dalam menjalankan ibadah kurban.

Persiapan Idul Adha sederhana

Menjelang Idul Adha, Fuji tidak menyiapkan agenda yang mewah atau glamor. Ia justru memilih menjalani hari raya dengan suasana yang lebih tenang dan akrab. Fokus utamanya adalah berkumpul bersama kedua orang tuanya. Bagi Fuji, kebersamaan keluarga menjadi bagian terpenting dari perayaan tersebut.

Ia berencana merayakan Idul Adha di rumah orang tuanya, Haji Faisal dan Dewi Zuhriati. Rangkaian kegiatan yang ia bayangkan terbilang sederhana, mulai dari salat Id hingga makan bersama. Setelah itu, ia berencana pulang tanpa agenda tambahan yang rumit. Pola perayaan seperti ini disebutnya cukup mewakili makna hari raya.

Fuji juga menekankan bahwa dirinya ingin mempertahankan suasana hangat saat Lebaran. Menurutnya, momen bersama keluarga jauh lebih bermakna dibandingkan kemeriahan yang berlebihan. Ia memilih menikmati ketupat dan hidangan keluarga di rumah. Dengan cara itu, Idul Adha terasa lebih dekat dan personal.

Kesederhanaan tersebut menjadi pilihan yang sengaja ia jaga dari tahun ke tahun. Fuji tampak ingin menjaga tradisi keluarga agar tetap berjalan dengan nyaman. Kehadiran orang tua menjadi alasan utama mengapa ia lebih memilih berkumpul di rumah. Bagi dirinya, perayaan yang tenang justru memberi kesan mendalam.

Lokasi kurban dekat rumah

Untuk lokasi penyembelihan, Fuji memilih masjid yang berada di dekat rumah ibundanya. Ia menempatkan sapi kurban tersebut di area yang mudah dijangkau keluarga. Lokasi ini dipilih agar prosesi kurban dapat dipantau langsung. Keputusan itu juga memudahkan dirinya berada lebih dekat saat penyembelihan berlangsung.

Fuji menjelaskan bahwa ia akan berlebaran di sekitar rumah keluarga. Karena itu, lokasi kurban yang dekat dianggap paling praktis dan sesuai dengan rencana keluarga. Ia ingin memastikan semua proses berjalan tanpa kendala berarti. Kedekatan lokasi juga memberi ruang lebih besar untuk terlibat langsung.

Ia mengaku jarang berada di rumah ketika Lebaran tiba. Namun, untuk tahun ini, ia memilih menghabiskan waktu di lingkungan keluarga terdekat. Pilihan itu membuatnya bisa lebih mudah mengikuti seluruh rangkaian ibadah dan tradisi. Bagi Fuji, suasana seperti ini memberi kenyamanan tersendiri.

Pemilihan lokasi penyembelihan yang dekat rumah juga memperlihatkan perhatian Fuji pada urusan keluarga. Ia ingin momen kurban tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga bagian dari kebersamaan. Dengan begitu, hari raya dapat dinikmati secara lebih utuh. Tradisi sederhana itu menjadi inti perayaan yang ia pilih tahun ini.

Kehangatan keluarga saat lebaran

Fuji menempatkan kebersamaan keluarga sebagai prioritas utama pada hari raya. Ia memilih mengikuti rangkaian kegiatan yang sederhana, tetapi tetap sarat makna. Salat Id, makan bersama, dan pulang ke rumah menjadi agenda yang ia anggap cukup. Pola ini menunjukkan bahwa perayaan tidak selalu harus dibuat meriah.

Baginya, kehadiran orang tua adalah bagian penting dari suasana Lebaran. Karena itu, ia lebih memilih berada di rumah keluarga daripada bepergian jauh. Interaksi bersama keluarga besar memberi rasa hangat yang sulit digantikan. Tradisi tersebut juga membuat perayaan terasa lebih akrab dan personal.

Fuji tampak ingin menjaga ritme Lebaran agar tetap dekat dengan akar keluarganya. Ia tidak mengejar kemewahan dalam perayaan, melainkan kenyamanan dan kebersamaan. Pilihan itu memperlihatkan sisi sederhana dari selebritas muda tersebut. Dalam konteks Idul Adha, kesederhanaan justru menjadi nilai yang menonjol.

Dengan seluruh persiapan yang dilakukan, Fuji tampak sudah siap menyambut Idul Adha tahun ini. Ia membeli sapi kurban secara mandiri, memilih lokasi penyembelihan yang dekat rumah, dan menyiapkan perayaan yang hangat bersama keluarga. Rangkaian tersebut mencerminkan sikap praktis sekaligus personal. Perayaan hari raya pun akan berlangsung dalam suasana yang lebih tenang dan bermakna.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!